YESUS MENTRANSFORMASI KEBERADAAN KITA

RENUNGAN JUMAT, 26 FEBRUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 257 : 6 “RAJA NA TUMIMBUL”

Sai ingani ahu joro baen tondingku, bagas habadiaonMu/ Sai bongoti ahu, baen holong rohangku di Ho Tuhan Debatangku/ So pe au manang lao Ho ma sai hutatap jala hupasangap.

2.   AYAT HARIAN – IBRANI 3 : 6

Tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan.

3.   RENUNGAN:

YESUS MENTRANSFORMASI KEBERADAAN KITA

Faktor utama yang membedakan Yesus dan Musa adalah keberadaan masing-masing. Musa memang pemimpin yang setia dalam menjalankan tugasnya, walaupun Israel adalah bangsa yang tegar tengkuk. Tetapi Yesus, Putra Allah, Ia lebih mulia dari Musa. Apa yang dilakukan-Nya lebih hebat dari Musa. Musa hanya pemimpin Israel sedangkan Yesus adalah pemimpin seluruh umat manusia. Apa yang dilakukan seseorang menunjukkan siapa pelakunya. Maka keberadaan Yesus telah mentranformasi keberadaan kita. Yesus adalah Kepala gereja orang beriman. Keberadaan-Nya yang mulia telah mentranformasikan (mengubah) keberadaan kita dari manusia berdosa menjadi manusia mulia, bila kita teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan di dalam-Nya. Jelaslah bagi kita bahwa manusia menjadi mulia tak mungkin karena sesuatu yang dilakukannya, tetapi semata-mata hanya karena Allah yang menjadikan kita mulia dalam kasih karunia-Nya.

Dalam nas ini dikatakan, rumah-Nya ialah kita. Hal itu mengacu kepada orang-orang percaya, himpunan orang-orang yang telah ditebus oleh Allah, yang imannya adalah iman yang berkesinambungan. Iman mereka dinyatakan dalam tindakan mereka teguh berpegang pada kepercayaan (parresian; “keberanian untuk mengemukakan pendapat” sehingga menunjukkan keyakinan yang penuh sukacita) yang kemudian menghasilkan pengharapan yang kita megahkan di dalam Sang Anak. Kristus adalah objek dan juga dasar dari kepercayaan dan pengharapan mereka. Sampai kepada akhirnya (mechri telous). Sampai pengharapan menjadi kenyataan. Maka patutlah kita juga mau untuk diubah, hidup dalam pengharapan. Setia mempergumulkan perubahan dan memeliharanya di dalam kehidupan. Kristus adalah dasar kita, objek iman kita untuk melakukan yang benar dan mulia. Penghayatan akan keberadaan kita yang mulia karena Yesus Kristus, menjadikan kita senantiasa melakukan yang memuliakan Dia. Amin. [THS]

4.   DOA SYAFAAT

5.   BERNYANYI KJ 309: 2  “BIAR ‘KU TUMBUH DI BATANGMU

Tak mungkin aku ‘kan mandiri, aku lemah di luarMu/ Hanya di dalamMu sendiri limpahlah hidup bagiku/ OlehMu buahku lebat; yang tak berbuah dikerat.

6.   DOA BAPA KAMI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s