TERPUJILAH ALLAH

RENUNGAN SELASA, 23 FEBRUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 363 : 1 “HAMU SALUHUT HARAJAON”

Mauliate dok hamuna di Debata na basar i/ Sai puji ma denggan basaNa Na so marpansohotan i/ O Israel girgir endehon ma asi ni rohaNa i/ Na so hea marparujungan saleleng ni lelengna i.

2.   AYAT HARIAN – MAZMUR 68 : 35 – 36

Akuilah kekuasaan Allah; kemegahan-Nya ada di atas Israel, kekuasaan-Nya di dalam awan-awan. Allah adalah dahsyat dari dalam tempat kudus-Nya; Allah Israel, Dia mengaruniakan kekuasaan dan kekuatan kepada umat-Nya. Terpujilah Allah!

3.   RENUNGAN:

TERPUJILAH ALLAH

Ketika Yesus masih bersama dengan murid-muridNya di dunia ini. Pada saat-saat  jamuan terakhir sebelum Dia menjalani via dolorosa, kita membaca dalam Matius 26:30, “Sesudah mereka menyanyikan nyanyian pujian….”. Apa gerangan nyanyian yang meraka nyanyikan? Ada yang mengatakan kalau nyanyian yang sering dinyanyikan para murid-murid adalah kidung pujian yang mengungkapkan kebesaran dan kuasa Allah yang senantiasa memelihara,  “Ki le Olam Hasdo “ (Untuk selama-lamanya kasih setia Tuhan). Sama halnya dengan nas renungan kita saat ini, yang menekankan nyanyian kemenangan Tuhan. Dia adalah Allah yang hidup dalam sejarah perjalanan manusia, memelihara dan melindungi. Setiap anak Tuhan yang merasakan penyertaan itu menaikkan pujian yang mejadi madah yang indah untuk mengagungkan keperkasaan Tuhan. Allah kita itu adalah Allah yang mengatasi segalany. Dia adalah penunggang awan-awan, yang melintasi langit dengan suara gemuruh yang dahsyat, yang bukan hanya Allah alam semesta saja tetapi Dia adalah Allah yang nyata dalam realita kehidupan umatNya, yang memberi kekuatan dan memperlenglapi dalam segala hal dan untuk menghadapi segala hal. Dialah Allah sebagaimana yang dikatakan oleh Aristoteles  sebagai Allah yang menghantar perjalanan manusia  sampai pada teleos atau “tujuan akhir”. Anak Tuhan yang memuji dan dan mengakui keperkasaanNya adalah yang senantiasa memandang Allah dalam kerinduan yang tulus dan suci, mengobarkan iman dan sukacita hati yang tak kunjung padam dan yang senantiasa menghampiri keperkasaanNya dengan rasa gemar dan gentar. Gemar karena kita menghampiri Allah yang penuh kasih dan rahmat. Tetapi juga gentar karena bersekutu dengan  Allah yang kudus. Amin. (BS)

4.   DOA SYAFAAT

5. BERNYANYI KJ 396 : 1  “YESUS SEGALA-GALANYA”

Yesus segala-galanya, Mentari hidupku/ Sehari-hari dialah Penopang yang teguh/ Bila ‘ku susah, berkesah/ Aku pergi kepadaNya: Sandaranku, Penghiburku, Sobatku.

6.   DOA BAPA KAMI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s