CEMBURU

RENUNGAN SABTU, 27 FEBRUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 217 : 9 “JAHOWA DO DONGANKU”

Ingkon marlasniroha tongtong au ala nii/ Ai nunga dao na roa di Ho au Jesuski/ Ho mata ni aringku, Ho las ni rohangki/ I pe di Ho dagingku, di Ho nang tondingki.

2.   AYAT HARIAN – YESAYA 9 : 6

Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

3.   RENUNGAN:

CEMBURU

Pada waktu Allah menciptakan manusia, Allah memperlengkapi manusia dengan sifat-sifat ilahi-Nya. Salah satunya adalah sifat cemburu. Alkitab mencatat bahwa Allah kita adalah Allah yang cemburu (Kel.20:5). Sedikitnya 15 dari 39 kitab perjanjian lama pasal-pasalnya berisi ungkapan cemburu Allah. Jadi sifat cemburu yang ada pada manusia itu sesungguhnya adalah sifat Allah. Namun sayangnya sifat cemburu yang mulia dari Allah tersebut menjadi cemar ketika manusia jatuh dalam dosa. Allah cemburu oleh karena ada allah lain dalam kehidupan manusia, hal itu karena sangat besar kasih-Nya kepada manusia. Tetapi manusia menjadi cemburu karena iri, dengki dan egois. Sejak manusia jatuh dalam dosa cemburu tidak lagi memiliki dasar ketulusan; Alkitab mencatat bahwa orang Filistin menjadi cemburu kepada Ishak karena iri hati (Kej.26:12-14), Rahel cemburu kepada kakaknya karena iri hati (Kej.30:1). Dalam kehidupan kita, juga sering terjadi kecemburuan yang berdasarkan iri hati, kedengkian dan keegoisan. Ketika melihat seseorang berhasil, kita cemburu; dan karena cemburu timbullah pikiran untuk berbuat jahat terhadap orang-orang yang dicemburuinya.

Sebagai anak-anak Allah kita harus memiliki sifat cemburu Allah. Artinya bila kita menjadi cemburu kepada seseorang maka hal itu haruslah lahir dari rasa kasih sayang kita yang tulus, bukan karena iri hati atau dengki atas keberhasilan atau kelebihannya, dan bukan pula akibat keegoisan diri kita, yaitu cemburu karena didorong oleh keinginan untuk menguasai, memonopoli segala sesuatunya, tanpa mau tahu hak-hak yang sepatutnya diterima oleh orang yang kita jadikan subject kecemburuan itu. Tuhan berfirman, “Jangan seorang pun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain”(1 Kor.10:24). Amin. [BDS]

4.   DOA SYAFAAT

5.   BERNYANYI KJ 402 : 3  “KUPERLUKAN JURU S’LAMAT”

Ku perlukan Juru S’lamat dalam langkah juangku/ Siang malam, suka duka dengan Tuhan ku tempuh/ Maka jiwa ku tenang, takkan takut dan enggan/ Bila Tuhanku membimbing ‘ku dimalampun tentram.

6.   DOA BAPA KAMI



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s