TUHANLAH JAMINAN HIDUPMU

RENUNGAN, RABU 3 PEBRUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 519 : 2, 4 “TARBEGE DO PANJOU”

Na olo hita paboahon holong do Jesus Tuhan i/ Naung saut malua do dibahen ama nang ina Batak i/ Hita sude, naeng marade nang dilele, da, haposanma di Debata.

Ulahon ma mangkatindangkon Kristus nampuna hita on/ Asa torop dope barani marsomba tu Rajanta on/ Hita sude, naeng marade nang dilele, da, Haposanma di Debata.

2.   AYAT HARIAN – YEREMIA 1 : 7b

Haruslah engkau pergi, dan apa pun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.

3. RENUNGAN:

TUHANLAH JAMINAN HIDUPMU

Peristiwa panggilan Yeremia adalah suatu peristiwa yang mungkin membuat kita menggeleng-gelengkan kepala karena ketidakmengertian kita akan pemikiran dan rencana Allah. Untuk mengemban tugas yang begitu berat seharusnya dibutuhkan seorang yang luar biasa bukan? Tapi siapakah Yeremia? Ia tidak mempunyai kemampuan yang hebat, belum berpengalaman bahkan cenderung penakut. Hal yang lebih membingungkan kita lagi adalah, ketika Yeremia mengutarakan keengganan dan ketakutannya, Allah seakan-akan tidak mengindahkan perasaannya justru terkesan ‘memaksanya’. Kalau pun Ia memberikan dorongan dan berusaha menenteramkan hatinya, tidakkah ini terlalu minim untuk tugas yang maha berat dan sukar ini? Apalagi Allah juga tidak menjelaskan secara rinci tugas dan tanggung jawabnya.

Tetapi bila kita amati peristiwa ini dengan lebih seksama, di hadapan kita dipaparkan tentang Allah dan yang lemah, Allah yang senantiasa berhitung dan Allah yang menjumpai dan menyentuh anak-Nya. Allah ingin memperlihatkan kepada manusia bahwa kuat, hebat, mampu, dan berani bukan sumber keberhasilan tapi Dia. Namun ini tidak berarti bahwa Allah asal memakai siapa saja yang lemah. Sebaliknya Ia telah mengenal, menguduskan, dan menetapkan sebelum memanggil seseorang. Allah telah berhitung dan tentu saja perhitungan-Nya tidak mungkin meleset. Tidak cukup sampai di sini, setelah ungkapan keengganan Yeremia: “Ah Tuhan Allah!” Allah menjumpai Yeremia dengan firman-Nya dan memberikan sentuhan kepada titik kelemahan Yeremia. Hasilnya sangat luar biasa. Sejak saat itu mulutnya dipakai Allah untuk memekakkan telinga umat Allah yang murtad dan firman-Nya merupakan sumber kekuatan dan sukacitanya. Allah telah mengundang dan menarik Yeremia untuk melangkah keluar dari keterbatasan yang dimilikinya bersama diri-Nya. Adakah keterbatasan-keterbatasan di dalam diri saudara yang Allah minta agar saudara melangkah melewati bersama diriNya? Amin. [THS]

4.   DOA SYAFAAT

5. BERNYANYI KJ 247:2  “SUNGGUH, KERAJAAN ALLAH DI BUMI TAK KALAH”

Sambil menyangkal dirimu tetaplah percaya/ Jangan pengharapan hilang di p’rang dan bahaya/ Biar gentar, hatimu pun berdebar, akhirnya kamu berjaya.

6.   DOA BAPA KAMI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s