WUJUDKANLAH KEHARUSAN YANG DARI TUHAN

RENUNGAN, SELASA 26 JANUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 254 : 6 DI NA PONJOT ROHANGKU”

Antong sai pargogoi ma au on na bojok i/ Ai ingkon dipatupa tondiM do i sude/ Tung aha ma gogongku lao mangoloi patikMu? Di au soada be.

2.   AYAT HARIAN – MALEAKHI 2 : 6

Pengajaran yang benar ada dalam mulutnya dan kecurangan tidak terdapat pada bibirnya. Dalam damai sejahtera dan kejujuran ia mengikuti Aku dan banyak orang dibuatnya berbalik dari pada kesalahan.

3.   RENUNGAN:

WUJUDKANLAH KEHARUSAN YANG DARI TUHAN

Jika yang seharusnya berbeda dengan kenyataan, maka yang biasanya timbul adalah ketidak harmonisan. Apalagi, jika yang seharusnya itu berasal dari Tuhan, sementara umatNya menerapkannya berbeda; tentunya akan mengundang murka dan kemarahan Tuhan. Inilah yang disampaikan nabi Maleakhi kepada orang Israel (khususnya para imam mereka) yang telah kembali dari pembuangan. Para imam tidak lagi mengajarkan apa yang Tuhan Allah kehendaki, tetapi apa yang menguntungkan dirinya. Para imam tidak lagi memberi pengajaran dengan ketulusan, tetapi telah memandang muka. Padahal, keharusan yang harus diwujudkan para imam adalah menyampaikan pengajaran yang benar, jujur dan tulus mengikuti Tuhan serta membuat orang-orang berbalik dari kesalahannya. Jika keharusan tidak dilakukan, maka murka Tuhan akan tiba.

Memang di dalam Gereja, ada orang-orang tertentu yang dikhususkan sebagai imam. Firman Tuhan pada hari ini adalah keharusan yang sejatinya dihidupi. Namun, di dalam keluargapun, ada yang dipercayakan Tuhan menjadi “imam”. Bagi merekapun, Firman hari ini adalah keharusan. Bahkan, Marthin Luther mengatakan bahwa setiap orang percaya dipanggil menjadi imam, imamat am orang percaya (2 Ptr.2:9). Itu berarti, Firman hari ini adalah keharusan bagi setiap orang yang percaya kepada Allah di dalam Kristus. Menjadi umat yang mengajarkan kebenaran dan menjauhi kecurangan. Menjadi umat Tuhan yang dengan syallom dan kejujuran mengikuti jalan Tuhan, sehingga ada banyak orang yang menyadari kesalahannya dan berbalik dari kejahatannya. Caranya?  Menghidupi dan membekali diri dengan Firman Tuhan. Bukankah segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, menyatakan kesalahan, memperbaiki kelakuan dan menuntun orang dalam kebenaran? Dengan demikian, setiap umat Tuhan diperlengkapi untuk mewujudkan perbuatan-perbuatan baik. Amin. [LIM]

4.   DOA SYAFAAT

5. BERNYANYI KJ 425 : 3  “BERKUMANDANG SUARA DARI SEBERANG”

Jangan kita tinggal diam mendengar: “Kirimlah cahyamu!”/ Injil Tuhan haruslah kita sebar, “Kirimlah cahyamu!”/ Kirimlah pelita Injili menyentak yang terlelap/ Kirimlah pelita Injili menyentak yang terlelap.

6.   DOA BAPA KAMI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s