PERHATIKAN, DI CELAH JARI KALI ADA DEBU

RENUNGAN, SENIN 25 JANUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 264 : 3 “ADONG DOPE PARADIANAN”

Ingkon tongtong burju rohangku saleleng na mangolu au/ Ai Ho sambing haholonganku tu Ho ma marhaposan au/ Sai tong jagahon ma rohangku pingkiranki, pambahenanku/ Ai tutu anakMu do au pasobok ma rohangku dohot rohaMu/ Asa sanga sogot sobokkon Ho tarida au.

2.   AYAT HARIAN – AYUB 11 : 4

Katamu: Pengajaranku murni, dan aku bersih di mata-Mu.

3.   RENUNGAN:

PERHATIKAN, DI CELAH JARI KALI ADA DEBU

Semua kita ingin dan berusaha menjadi murid Yesus yang mendapat bagian dalam Dia, apakah kita mampu? Berusaha, tentunya itu perangai yang sangat indah dan terpuji, lantas apa gerangan  yang membuat usaha itu menjadi cacat? Merasa diri benar dan mempertahankan kebenarannya itu untuk diterima orang lain, dan  diharapkan apa yang dianutnya menjadi  kebenaran umum. Di sinilah awalnya terjadi beda pendapat yang akhirnya menjadi perpecahan kalau tidak dengan cepat ditanggulangi. Ini bukanlah kemunafikan dan juga bukan tipu daya, tetapi hanya kelalaian dan ketidaktahuan, bahkan Yesus sendiri sangat keras kepada masalah yang seperti ini (bnd. Yoh. 13:8). Sahabat-sahabat Ayub telah memberikan pandangannya masing-masing terhadap musibah yang dialaminya, semua masukan dan dan sapaan yang disampaikan dipentalkak oleh Ayub dalam perasaan benarnya dan ketidak siapannya untuk mendengar sahabat-sahabatnya, dia bantah dengan kata-kata pembernarannya. Nas renungan kali ini adalah petikan dari pembicaraannya dengan Zopar, yang sangat marah karena Ayub terus mengeluh dan Zofar menuduh Ayub pengoceh, ‘Apakah orang banyak bicara tidak harus dijawab? Apakah orang yang banyak mulut harus dibenarkan? Apakah orang harus diam terhadap bualmu? Dan kalau engkau mengolok-olok, apakah tidak ada yang mempermalukan engkau?‘ (ay. 2-3, demikian Zopar mempelak Ayub. Bahkan Zopar menghinakan Ayub, karena Ayub tetap bertahan kalau dia tidak bersalah, dan mengatakan kalau dia diperlakukan tidak adil.

Saudara-saudara yang terkasih,tanpa kita sadari sampai jaman ini, tipe manusianya Ayub banyak dia ntara kita yang lebih suka mempertahankan kebenarannya, tahukah anda dengan sikap yang demikian kita tidak akan merasakan kedamaian, karena senantiasa menuntut orang lain untuk mengerti kita, hal seperti ini perlu disadari, untuk tidak menambah duka. Amin. [BS]

4.   DOA SYAFAAT

5. BERNYANYI KJ 376 : 3  “IKUT DIKAU SAJA, TUHAN”

Ikut dan menyangkal diri, aku buang yang fana/ Hanya turut kehendakMu dan padaMu berserah./ Aku ingin ikut Dikau dan mengabdi padaMu/ Dalam Dikau, Jurus’lamat, ‘ku bahagia penuh!

6.   DOA BAPA KAMI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s