TUHAN AKAN DATANG, PERSIAPKAN JALAN BAGI-NYA

KHOTBAH MINGGU ADVENT II

6 Desember 2009

Ev.: Maleakhi 3: 1 – 4

Ep.: 1 Petrus 2: 11 – 12

1. Nama Maleakhi berarti “utusanku”; nama ini berasal dari kata “Malakhiah” yang artinya “utusan Tuhan”. Dia adalah seorang Yahudi saleh yang tinggal di Yehuda masa pasca pembuangan, rekan se-zaman Nehemia. Kepercayaannya yang kokoh akan perlunya kesetiaan kepada perjanjian (Mal. 2: 4, 5, 8, 10) dan yang melawan ibadah yang munafik dan tak bersungguh-sungguh (Mal. 1:7-2:9), penyembahan berhala (Mal. 2:10-12), perceraian (Mal. 2:13-16), dan mencuri persepuluhan dan persembahan yang menjadi milik Allah (Mal. 3:8-10) semua ini menunjuk kepada seorang yang memiliki integritas teguh dan pengabdian kuat kepada Allah.

Maleakhi mengambarkan keadaaan Israel setelah masa pembuangan. Pada masa itu Israel sedang berada dalam kondisi yang tidak baik. Mereka berada di bawah pemerintahan Persia. Persia memberikan kekuasaan kepada para imam untuk memerintah Israel. Sayangnya para imam ini menyalahgunakan kekuasaan yang mereka terima. Para imam ini melakukan penyimpangan-penyimpangan yang tidak patut dilakukan oleh imam. Pada masa ini pajak sangat tinggi karena para imam melakukan korupsi. Kondisi seperti ini membuat keadaan orang-orang Israel semakin menderita. Tidak ada lagi yang dapat mereka anut dalam kehidupan mereka. Kitab ini merefleksikan kelemahan dari Israel dan di dalamnya pertanyaan-pertanyaan keputusaasaan sering dilontarkan. Keputusasaan Israel inilah yang membuat mereka meragukan kasih Tuhan bagi mereka. Mereka merasa bahwa Tuhan tidak mengasihi mereka. Integritas dari imam-imam dalam menjalankan tugasnya serta bagaimana melayani Tuhan dan menyembah Dia dalam seluruh kehidupan menjadi bahasan yang menonjol dalam kitab Maleakhi.

Ketika Maleakhi menulis, orang Yahudi pasca pembuangan di Palestina kembali mengalami kesusahan dan kemunduran rohani. Orang-orang telah menjadi sinis, meragukan kasih dan janji-janji Allah, menyangsikan keadilan-Nya dan tidak percaya lagi bahwa ketaatan kepada perintah-Nya itu berguna. Seiring dengan memudarnya iman, maka pelaksanaan ibadah menjadi otomatis dan tidak berperasaan. Mereka juga acuh tak acuh terhadap tuntutan hukum Taurat dan bersalah karena berbuat bermacam-macam dosa terhadap perjanjian.

2. Memahami nas.

a. Persiapkan Jalan bagi Tuhan (ay. 1). Masalah yang dihadapi Maleakhi ketika menegur keberdosaan umat Tuhan adalah mereka tidak merasa bermasalah dengan dosa mereka, sebab Tuhan tidak bertindak apa-apa. Kata mereka, “Di manakah Allah yang menghukum?” (ay. 2:17). Sikap menantang ini langsung dijawab: “Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya Ia datang, firman Tuhan semesta alam” (ay. 3:1b).

Tuhan menjawab ketidakpercayaan umat itu melalui Maleakhi dengan menekankan kepastian kedatangan Mesias. Sebelum Ia datang, Ia akan mengutus seorang untuk membuka jalan. Nubuat ini digenapi ketika Yohanes Pembaptis tampil sebagai pendahulu Yesus Kristus (lih. Mat.11:10; Mrk.1:2; Luk.1:76; 7:27).

Kata “mempersiapkan jalan dihadapan-Ku” mengandung makna bahwa utusan itu akan “merintis” jalan bagi kedatangan Mesias. Mempersiapkan jalan berarti ada seruan untuk bertobat. Maleakhi memperhadapkan para imam dan umat itu dengan panggilan kenabian. Ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh bangsa Israel sehubungan dengan pertobatan itu, yaitu:

a.  untuk bertobat dari dosa-dosa dan kemunafikan agama mereka sebelum Allah datang tiba-tiba dengan hukuman,

b. untuk menyingkirkan semua rintangan ketidaktaatan yang menghalangi arus kemurahan dan berkat Allah, dan

c. untuk kembali kepada Tuhan dan perjanjian-Nya dengan hati yang tulus dan taat.

Maleakhi menubuatkan bahwa hari penghakiman yang disebut “hari Tuhan” akan segera tiba (LAI, “dengan mendadak”) dan umat Israel diminta bertobat dan meninggalkan dosa-dosa mereka supaya tidak dihukum. Kedatangan-Nya adalah untuk menghakimi umat Israel karena ketidaktaatan dan pelanggaran-pelanggaran mereka.

Melalui kedatangan dan peran Yohanes Pembaptis, Allah mempersiapkan umat agar mereka memperoleh pengertian akan keselamatan yang berdasarkan pengampunan atas dosa-dosa mereka. Dengan demikian karya keselamatan Allah merupakan wujud dari perencanaan ilahi yang matang, tidak terputus-putus tetapi utuh. Yang mana seluruh perencanaan Allah tersebut sepenuhnya didasari oleh kuasa kasih dan pengampunanNya. Sehingga manakala kelak Allah akan datang untuk menghakimi bumi dan seluruh alam secara tiba-tiba dan dahsyat, maka tindakan Allah tersebut bukanlah tindakan yang sewenang-wenang.

b. “Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? (ay. 2). Demikianlah nubuat Maleakhi tentang kedatangan Mesias. Dalam pemahaman Maleakhi, Mesias digambarkan sebagai api tukang pemurni logam dan sabun tukang penatu. Mesias digambarkan sebagai api dan sebagai sabun: pribadi yang memurnikan sekaligus membersihkan. Tugas-Nya ialah memurnikan sesuatu yang cemar dan membersihkan sesuatu yang kotor.

Karena itulah, Maleakhi berkeyakinan tak banyak orang yang akan tahan terhadap kedatangan Mesias. Bagaimanapun, dalam pemahaman Maleakhi, kebanyakan manusia ialah pribadi yang cemar dan kotor.

Maleakhi menubuatkan Mesias sebagai api. Api yang dimaksudkan di sini memang bukan api yang menghanguskan, tetapi api yang memurnikan. Dalam pembuatan emas, api dimaksukan untuk memisahkan antara kotoran dan emas murni. Dengan api tersebut, tukang pandai emas dapat memisahkan emas murni dari logam-logam lainnya. Itulah yang kita maksudkan dengan logam mulia, tanpa dicemari oleh logam-logam lainnya.

Tugas dari api itu bukanlah menghancurkan emas tersebut. Sekali lagi tidak. Bukan menghancurkan emas, namun memurnikan emas. Emas sendiri tidak akan musnah dalam nyala api tersebut. Semakin panas nyala api, semakin ketahuanlah mana yang tulen dan mana yang palsu.

Maleakhi dengan baik menggambarkan Mesias tersebut sebagai sabun tukang penatu. Menarik untuk disimak: Mengapa sabun yang dipilih? Tugas sabun di sini memang membersihkan pakaian. Tugas sabun bukanlah menghancurkan pakaian, tetapi menghilangkan kotoran yang menempel pada pakaian.

Jadi tugas sabun di sini tidaklah membuat warna pakaian semakin kusam. Atau malah belang-belang. Bahkan, ada juga jenis sabun yang menghilangkan warna pakaian. Dan sabun yang dimaksudkan Maleakhi bukanlah sabun yang kayak begini. Tugas sabun di sini ialah menghilangkan noda, tetapi tidak menghilangkan warna pakaian.

Persoalannya, apakah manusia siap untuk dimurnikan dan dibersihkan? Dan satu-satunya syarat ialah manusia harus mengakui terlebih dahulu akan kecemaran dan kekotorannya. Jika manusia masih menganggap dirinya murni dan bersih, maka dia memang tidak membutuhkan pemurnian dan pembersihan itu.  Manusia harus mengakui kenyataan diri terlebih dahulu. Manusia harus mengaku, tulus dan tanpa paksaan, apakah dia memang cemar dan kotor. Tanpa pengakuan kayak begini, tentulah dia tidak membutuhkan pemurnian dan pembersihan.

Dan tujuan Mesias melakukan itu ialah agar manusia dapat layak mempersembahkan kurban kepada Tuhan. Dengan kata lain, manusia dapat layak berdiri di hadapan Tuhan.

Oleh karena itu, di Minggu adven kedua ini pesan Yohanes Pembaptis menjadi sangat relevan. Maleakhi menyerukan pertobatan yang sungguh-sungguh. Bertobat berarti berbalik dari cara lama ke cara baru.

c. Mesias yang memurnikan dan metahirkan (ay. 3). Memurnikan dan mentahirkan diawali kata sambil duduk. Tuhan tidak bekerja sambil lalu dalam memurnikan hidup umat Israel. Dia akan mentahirkan hidup sehingga benar-benar di dapat hasil yang terbaik dan murni. Tuhan memurnikan dengan tekun sampai benar-benar murni supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN. Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati TUHAN seperti pada hari-hari dahulu kala dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah berarti seperti tahun-tahun yang jaya.

d. Persembahan yang menyenangkan hati Tuhan (ay. 4). Satu hal yang ditawarkan oleh Maleakhi dalam ay. 3-4 adalah memberikan persembahan yang benar atau menyenangkan bagi Tuhan. Umat yang diproses dalam pemurnian yang mengalami berbagai kesusahan diajak untuk memberikan persembahan yang menyenangkan hati Tuhan. Persembahan yang menyenangkan hati Tuhan diungkapkan pada ay. 4 ini, yaitu sejarah bagaimana Yehuda dan Yerusalem menyerahkan persembahan yang sudah-sudah. Berarti dalam proses perjalanan sejarah telah terjadi penyimpangan-penyimpangan persembahan yang dilakukan umat Israel itu sebagaimana dibeberkan dalam ay. 5. Mereka melakukan ibadah dan memberikan persembahan namun di sampingnya ada tukang sihir, melakukan perzinahan, bersumpah dusta dan menindas orang upahan, janda dan anak yatim piatu, dan yang mendesak ke samping orang asing, dengan tidak takut kepada Tuhan.

Persembahan yang menyenangkan hati Tuhan adalah persembahan yang diberikan secara tulus hati (Lukas 21; bnd. 2 Kor.9:6-7), mempersembahkan tubuh, pikiran dan perbuatan (Rom.12:1), membela orang miskin, yatim piatu, dan tertindas (Yak.1:27; bnd. Luk.4:18-19).

3. Pesan Advent bagi kita.

a. Tentu, perayaan Advent harus kita maknai dengan kekinian tanpa menghilangkan makna sejarahnya. Minggu Advent mengajak kita untuk setia dalam penantian akan kedatangan Kristus kembali. Kita diingatkan bahwa Dia pasti akan datang, sebagaimana para nabi pernah menubuatkan kedatangan Mesias untuk membebaskan orang dari belenggu dosa.

b. Mari mempersiapkan kedatangan Tuhan dengan memperbaharui diri, menjauhkan diri dari keinginan daging dan memiliki cara hidup yang baik (lih. nas epistel 1 Petrus 2:11-12).

c. Berikan persembahan yang menyenangkan hati Tuhan di dalam totalitas kehidupan kita. Persembahan yang membuahkan dampak besar di dalam masyarakat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s