JADILAH SAKSI ATAS KEBESARAN TUHAN

SERMON EPISTEL MINGGU 15 NOPEMBER 2009

Ep.: Yesaya 43 : 8 – 13

1. Kitab Yesaya ini disebut menurut nama seorang nabi besar yang hidup di Yerusalem dalam bagian kedua abad kedelapan s.M.. Nama Yesaya diambil dari bahasa Ibrani: ישׁעיהו Yeshayahu atau Yəša‘ăyāhû. Arti daripada nama ini adalah “Penyelamatan Yahwe”. Seluruh kitab ini dapat dibagi dalam tiga bagian:

a. Pasal 1–39 berasal dari zaman ketika Yehuda, kerajaan selatan, diancam oleh Asyur, negara tetangga yang sangat kuat. Yesaya menyadari bahwa yang sesungguhnya mengancam kehidupan Yehuda bukanlah kekuatan Asyur, tetapi dosa bangsa Yehuda sendiri, karena bangsa itu tidak taat dan kurang percaya kepada Tuhan. Baik dengan kata-kata, maupun dengan perbuatan, Nabi Yesaya mendorong rakyat serta para pemimpin mereka untuk hidup menurut kehendak Tuhan dan berlaku adil. Ia mengingatkan bahwa umat Tuhan akan celaka dan binasa kalau tidak mau mendengarkan Tuhan. Yesaya juga meramalkan perdamaian dunia dan kedatangan seorang keturunan Daud yang akan menjadi raja yang diidam-idamkan.

b. Pasal 40–55 berasal dari masa pembuangan orang-orang Yehuda di Babel. Mereka dalam keadaan hancur tanpa harapan. Yesaya memberitakan bahwa tak lama lagi Tuhan membebaskan umat-Nya dan membawa mereka pulang ke Yerusalem, untuk memulai suatu hidup baru. Tema penting bagian ini ialah bahwa Tuhan itu Tuhan yang menguasai sejarah, dan bahwa Ia merencanakan untuk mengutus umat-Nya ke segala bangsa yang akan diberkati melalui Israel. Ayat-ayat tentang “Hamba Tuhan” merupakan salah satu bagian yang paling terkenal dari Perjanjian Lama.

c. Pasal 56–66 sebagian besar ditujukan kepada bangsa yang sudah kembali di Yerusalem. Mereka perlu diyakinkan lagi bahwa Tuhan akan memenuhi janji-janji-Nya kepada bangsa itu. Perhatian khusus diberikan kepada cara hidup yang benar dan keadilan; juga kepada cara merayakan hari Sabat, mempersembahkan kurban dan doa. Ayat-ayat penting ialah 61:1-2 yang dipakai Yesus untuk menyatakan panggilan-Nya ketika Ia memulai tugas-Nya di dunia.

Para pakar studi Biblika memberikan nama yang berbeda-beda untuk masing-masing dari ketiga bagian kitab ini. Pasal 1-39 dinamai Proto-Yesaya, pasal 40-55 dinamai Deutero-Yesaya, dan pasal 56-66 dinamai Trito-Yesaya. Mereka juga menduga bahwa masing-masing bagian itu ditulis oleh penulis yang berlainan pula.

2. Janji yang pasti. Walaupun belum diketahui kapan dan melalui peristiwa apa janji Allah digenapi, nubuat Yesaya ini mengandung kepastian. Yang jelas ketika umat Tuhan dikembalikan ke Yerusalem, mereka melihat bahwa janji Allah menuju penggenapan. Dan meskipun kota Yerusalem porak-poranda, hal itu tidak mengecewakan tetapi justru mengingatkan mereka akan kesalahan masa lalu, kekejaman musuh yang menghancurkan hidup mereka. Melalui mulut Yesaya, firman Tuhan menguatkan dan meneguhkan iman mereka, bahwa masa depan mereka ada di tangan Allah, Pembebas dan Penyelamat umat-Nya.

3. Penebus umat (Yesaya 43 : 1 – 13). Menurut Anda, mudahkah umat Israel percaya bahwa Allah berkuasa membebaskan mereka dari penjajahan bangsa Babel? Bukankah dulu, Allah telah kalah melawan dewa yang disembah orang Babel? Buktinya Israel kalah, Yerusalem dan Bait Allah hancur, bahkan umat terbuang karena kedahsyatan pasukan Babel.

Tuhan meyakinkan umat-Nya bahwa Dia berkuasa menolong mereka. Tuhan memperkenalkan diri-Nya sebagai Penebus Israel. Bagian pertama perikop kita, yaitu ayat 1 dan 7 menyatakan bahwa Tuhan adalah Pencipta dan Pembentuk Israel. Tuhan mengenal nama umat-Nya dan oleh karena nama-Nya, umat Tuhan pasti ditebus. Dua alasan bagi Israel untuk tidak takut ataupun ragu. Dia berkuasa menyelamatkan umat-Nya, walau menyeberangi arus sungai yang deras maupun melintasi kobaran api yang menghanguskan. Di mata Tuhan, mereka sungguh berharga, sehingga yang lain pun dikorbankan demi mereka (ay. 3-4).

Tuhan menantang umat-Nya, yang dulu mengkhianati Dia dengan beribadah kepada dewa-dewi palsu. Mana bukti dan mana saksi yang menyatakan bahwa dewa-dewi yang mereka sembah berkuasa menolong mereka (ay. 8-9)? Walaupun Israel secara rohani masih buta, Allah memiliki masa depan bagi mereka dalam rencana penebusan-Nya; mereka masih tetap menjadi saksi dan hamba-Nya. Sebaliknya, mereka adalah saksi-saksi akan kebesaran dan keunikan diri-Nya (ay. 10-13; bnd. Ul. 32:39). Mereka tidak bisa memungkiri sejarah tentang kelepasan mereka dari cengkeraman perbudakan Mesir. Tidakkah itu cukup sebagai bukti bahwa Dia sanggup membebaskan mereka dari cengkeraman Babel?

4. Sejarah dunia dan sejarah gereja membuktikan bahwa Allah yang kita sembah dan layani di dalam Kristus berdaulat, berkuasa, dan telah menyatakan kemenangannya atas kuasa apapun di kolong langit ini. Dia sudah pernah mengalahkan kuasa dosa dan maut di kayu salib dan buktinya adalah kubur yang kosong. Masakan Dia tidak sanggup melepaskan umat-Nya dari cengkeraman kuasa-kuasa dunia yang mencoba dengan sia-sia membelenggu bahkan membinasakan orang percaya?

One response to “JADILAH SAKSI ATAS KEBESARAN TUHAN

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s