MAWAS DIRI

RENUNGAN, SABTU 17 OKTOBER 2009

1 Korintus 15 : 33 – 34 “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu”.

Pergaulan yang baik akan menghasilkan kebiasaan yang baik, dan tentu, pergaulan yang buruk adalah hasil dari kebiasaan yang buruk. Namun bila kita sudah mempunyai kebiasaan yang baik, tetapi melarutkan diri dalam pergaulan yang buruk maka nilai kebaikan itu akan serta merta luntur dan akhirnya hilang. Demikianlah juga rasul Paulus mengingatkan orang-orang Korintus tentang baiknya seseorang sadar akan dirinya yang sudah ditebus dan hidup dalam kebangkitan Kristus. Kata ‘sadar’ hendak mengingatkan banyak orang untuk tidak tertidur atau terlena dengan keadaan yang memabukkan, keadaan yang menjauhkan seseorang dari nilai dan kebiasaan baik.

Demi mempertahankan kepercayaan pada kebangkitan Kristus, maka tugas orang-orang Kristen pada masa kini adalah bijak dalam menikmati kehidupan sekarang. Hedonisme dan pergaulan buruk yang mencakup pergaulan bebas dan perbuatan-perbuatan dosa harus segera dibuang dan ditinggalkan. Sebaliknya, nantikan kehidupan kekal yang kita harapkan dengan mawas diri terhadap dosa dan berusaha terus untuk hidup dalam pengenalan yang benar tentang Allah (ayat 33-34). Amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s