SELF DEVELOPMENT

(Disampaikan pada Retreat NHKBP Jl. Letjend. Suprapto)
Tanggal 18 s.d. 20 Juli 2009 di Villa Bunga-bunga, Puncak, Jawa Barat
Oleh: Pdt. Tumpal Hasiholan Simamora, STh
Pendeta Diperbantukan di HKBP Jl. Letjend. Suprapto

The Power of Belief

Saudara-saudara Naposo Bulung,

Saya ingin bertanya: “apa yang membedakan seorang yang gagal dengan mereka yang berhasil?” Apakah mereka berhasil karena mempunyai uang banyak, waktu yang lebih, dukungan keluarga? Pertanyaan saya berikutnya seberapa banyak uang dan waktu yang Anda harus miliki untuk keberhasilan? Apa itu dukungan keluarga?

Saya tidak mengingkari pentingnya faktor-faktor di atas. Tapi yang ingin saya katakan adalah semua itu BUKANLAH faktor yang menentukan.

Apakah orang-orang sukses yang kita kenal Bill Gates, Anthony Robbins, Mark Zuckerberg (pendiri Facebook, sekarang menjadi orang terkaya termuda di dunia), Harland Sanders (pendiri KFC) adalah mereka yang punya uang banyak diawal karirnya? Jawabnya adalah tidak.

Yang membedakan mereka dengan orang-orang biasa adalah keyakinan (belief) mereka untuk sukses. Keyakinan yang kuat menghadirkan semua faktor yang diperlukan untuk sebuah keberhasilan, termasuk uang, waktu, pelatih, dll.

Saya ingin memberikan ilustrasi. Keyakinan seperti program komputer yang bekerja untuk menyelesaikan satu pekerjaan. Seperti halnya program Microsoft Word, Excel, atau Photoshop. Keyakinan membuat apa yang kita ingin ciptakan menjadi nyata.

Kalau kita ingin mengetik artikel di komputer tentunya kita butuh program pengetikan, seperti Microsoft Word. Nah, kalau kita ingin mencapai tujuan tertentu, misalnya menjadi usahawan sukses, tentunya kita memerlukan program yang mendukung tujuan tersebut. Dalam kata lain, kita butuh semua keyakinan yang mendukung tujuan kita menjadi usahawan sukses tersebut.

Pengembangan diri – Dimulai dari mana?

Nah, tentu pertanyaannya penting sekarang adalah ‘self development’ itu dimulai dari mana ya? Bagi kebanyakan orang pengembangan diri masih merupakan kata yang abstrak. Apa itu cuma sekedar pemberian motivasi ketika Anda sedang down? Apa hubungan pengembangan diri dengan kreatifitas? Kapan itu harus dilakukan?

Dari sekian banyak pengertian mengenai pengembangan diri, saya ingin menyimpulkan bahwa pengembangan diri dimulai dari pengetahuan tentang:

1.    Siapa diri kita

2.    Apa yang kita mau dan tujuan kita

3.    Apa yang kita punya untuk mencapai tujuan itu

Tiga hal ini menjadi peta dasar untuk pengembangan diri kita. Untuk mencapai apa yang kita mau kita harus tahu siapa diri kita dan apa yang kita punya untuk mencapai tujuan itu. Dari sana kita bisa menyiapkan diri dengan belajar, berusaha, dan bekerja.

Pengembangan diri merupakan topik yang luas karena di dalamnya ada manajemen waktu, personal goal setting, creative thinking, self healing, motivation, problem solving dan masih banyak lagi. Tetapi kita selalu kembali ke 3 hal di atas karena pengembangan diri merupakan proses yang harus terjadi di dalam DIRI SENDIRI, bukan orang lain. Artinya kita menciptakan kondisi baru di luar dengan melakukan perubahan di dalam diri sendiri.

Self development itu memegang peranan penting

Tanpa kita sadari pengembangan diri sebenarnya memegang posisi yang sangat penting dalam peningkatan karir seseorang. Ini seperti yang disebutkan oleh Robert T. Kiyosaki dalam salah satu bukunya, “Penghasilan seseorang akan meningkat seiring dengan peningkatan pengembangan kepribadiannya”. Bagaimana hal ini bisa terjadi? Saya beri ilustrasi sedikit.

Bayangkan Anda adalah bekerja sebagai seorang karyawan di sebuah perusahaan ternama. Pada saat itu salah satu posisi manager sedang kosong karena orang yang memegang posisi itu baru saja meninggal. Kekosongan itu tentu tidak dibiarkan berlarut-larut oleh General Manager. Maka mulailah GM mencari siapa kiranya yang pas.

Yang namanya posisi penting, tentu tidak sembarang orang akan dipilih. Hanya mereka yang memiliki nilai plus lah yang akan memenangkan persaingan memperebutkan posisi tersebut.

Katakanlah saat itu ada dua calon kandidat terkuat yang akan dipromosikan. Kandidat itu adalah Anda dan teman Anda. Secara prestasi kerja, Anda berdua sama-sama memiliki track record yang bagus. Hanya saja ternyata teman Anda sedikit memiliki kelebihan dibandingkan Anda, yaitu mampu bernegosiasi dengan baik. Selebihnya kemampuan Anda dan dia sama.

Andai Anda adalah GM-nya, kira-kira siapa yang akan dipilih? Tentu orang yang punya kelebihan tadi kan? Sebagus apapun Anda, kalau ada orang lain yang memiliki kelebihan dibanding Anda tentu dia yang akan selalu dipilih dalam setiap promosi jabatan. Sampai di sini paham ya!

Nah, pertanyaannya adalah bagaimana agar kita bisa memiliki kelebihan dibandingkan orang lain, tidak hanya dalam hal akademik saja? Hanya satu. Tingkatkan nilai dalam diri Anda dengan pengembangan diri.

Namun, sangat disayangkan yang banyak terjadi adalah ketika kita sudah selesai kuliah dan masuk di dunia kerja, kita enggan untuk belajar dan berkembang lagi. Yang ada di pikiran kita adalah, kerja cuma gitu-gitu aja. Buat apa susah payah mengembangkan diri? Jika benar itu yang ada di benak Anda saat ini, maka jangan salahkan perusahaan tempat Anda bekerja bila tidak menaikkan gaji Anda.

Dilema ini akan terlihat betul di dunia kerja. Anda pasti akan melihat ada orang yang sudah kerja berpuluh-puluh tahun namun posisinya ya gitu-gitu aja. Disisi lain mungkin ada anak muda yang baru masuk, sebentar saja dia sudah diangkat untuk posisi dan jabatan tertentu. Ujung-ujungnya rasa iri pun mendera. Bener ngga?

Dan saya melihat trendnya sekarang bergerak ke arah sana. Anak-anak muda sekarang sudah mulai mengerti dan menyadari pentingnya pengembangan diri. Buktinya, sering kan kita lihat posisi-posisi penting di perusahaan ditempati oleh anak-anak muda.

Jika Anda masih duduk di bangku kuliah, ini adalah kesempatan yang besar untuk mengembangkan diri Anda. Anda masih punya banyak waktu untuk berubah menjadi lebih baik lagi.

Dan buat Anda yang sudah terlanjur bekerja, tidak pernah ada kata terlambat untuk terus belajar dan berkembang. Bukankah proses pembelajaran dalam hidup adalah sampai kita mati.

Jangan tunda lagi. Berubah dan berkembanglah mulai sekarang. Jangan pedulikan rasa malas dan tidak enak yang Anda rasakan ketika akan berubah. Memang semua butuh proses. Pertanyaan saya adalah, KAPAN ANDA AKAN BERUBAH ?

13 Langkah Pengembangan Diri

Untuk mencapai apa yang Anda inginkan saat ini, yaitu mengembangkan diri Anda, diperlukan kesadaran, kemauan dan komitmen yang tinggi dari diri Anda sendiri.

Ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan dalam proses pengembangan diri Anda. Di bawah ini 13 langkah yang dapat anda baca untuk dapat anda lakukan (hanya saran saja).

1. Bersyukur

Bersyukurlah pada apa yang ada pada diri Anda saat ini. Terimalah apa adanya. Jangan merasa kehilangan pada apa yang tidak ada pada Anda saat ini. Juga jangan menyesali kondisi Anda pada saat ini dengan mengharapkan kondisi yang lain. Terimalah apa adanya. Anda harus benar-benar pasrah menerima kondisi Anda saat ini. Jangan salahkan orang lain, apalagi Tuhan. Kita selalu lupa, bahwa sebelum sampai di saat ini, begitu banyak pertolongan yang kita terima, besar atau kecil, sehingga memungkinkan kita bisa sampai di saat ini. Pasrah dalam hal ini, bukanlah berarti tidak melakukan sesuatu, tapi benar-benar tulus menerima keadaan, dan siap untuk memperbaiki bila merasa perlu. Bila anda dapat robah, lakukan…tapi bila tidak terimalah….

2. Sayangi dirimu

Sayangilah dirimu dahulu sebelum menyayangi orang lain. Karena diri Anda adalah yang utama. Tubuh sebagai jiwa yang tampak dan jiwa sebagai tubuh yang tak tampak harus disayang setiap saat. Ucapkanlah rasa sayang Anda pada keduanya, setiap saat….

3. Observasi diri Anda

Cobalah untuk observasi diri Anda sendiri. Siapakah Anda saat ini dan ingin menjadi apa dikemudian hari. Apakah Anda seorang pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, pegawai, penarik ojek, petani, pengusaha, atau bahkan pemimpin-pemimpin negara, cobalah berikan waktu untuk merenung dan memikirkan siapakah Anda sebenarnya saat ini?

4. Open mind dan belajar

Anda harus open mind untuk dapat mengetahui diri Anda dan melakukan pengembangan. Cobalah untuk menerima semua input informasi yang Anda terima. Terima dahulu informasi itu, jangan langsung disalahkan atau dicerca, tetapi juga jangan langsung percaya sebelum anda menantang info itu dengan belajar lebih lanjut. Selanjutnya bila info itu cocok dengan keperluan Anda dan diri Anda sendiri, gunakanlah info itu. Belajar perlu karena fungsi dari ilmu pengetahuan itu sendiri adalah untuk membuat Anda merasa tidak tahu. Bila ilmu pengetahuan yang telah Anda pelajari membuat anda merasa mengetahui segalanya, berarti ilmu itu tidak mencapai sasarannya. ”Mengetahui” hanya akan membuat Anda bodoh dan kekurangan.

5. Buat Komitmen

Buatlah komitmen yang setinggi-tingginya, jangan pada yang kecil-kecil. Semakin besar komitmen Anda semakin besar energi atau kekuatan yang timbul dalam diri Anda. Selain itu semakin banyak kemudahan dan sumber yang akan datang pada anda. Misalnya Anda mempunyai pabrik kecil pengolahan beras, janganlah buat komitmen seperti: ”pabrik berasku akan jadi besar dan sukses”, tapi cobalah komitmen seperti ”aku akan tingkatkan pendapatan semua petani di Indonesia”.

6. Sampah…no please

Jangan mau menerima kemarahan, ledekan, pikiran negatif dan lainnya dari orang lain. Itu semua adalah sampah. Kalau posisi Anda membuat anda harus mendengarkan semua yang negatif itu, cobalah dengan berbagai cara yang anda miliki untuk tidak dimasukkan dalam perasaan Anda. Jangan dimasukkan dalam subconscious mind Anda. Buang cepat2 sampah itu. Atau sebaliknya, janganlah sering mengumbar kemarahan Anda. Misalnya Anda marah karena bawahan Anda salah mengerjakan tugas yang Anda perintahkan, cobalah mengatasi hal itu dengan kepala dingin tanpa mengumbar emosi kemarahan Anda. Karena bila anda marah, Anda akan menjadi tidak lebih baik dari bawahan Anda yang membuat kesalahan itu. Ia salah karena tidak mengerjakan tugasnya dengan baik, tapi Anda, karena marah, perasaan dan subconscious mind Anda menjadi terganggu….dan ini akan tinggal lebih lama dalam diri Anda.

7. Be happy

Berusahalah untuk gembira setiap saat. Segera ambil tindakan untuk membuat Anda gembira saat ini juga. Nikmati hidup. Tapi jangan berusaha untuk menjadi orang yang berbahagia, karena Anda akan menjadi orang yang selalu berusaha saja. Lakukanlah…gembiralah saat ini juga, gembiralah karena membaca halaman ini (coba kita lakukan, sekarang untuk tertawa saja).

8. Bertanggung jawab

Anda harus bertanggung jawab pada apa yang anda lakukan. Jangan membodohi diri sendiri dengan melepas tanggung jawab Anda. Tindakan baik Anda akan menerima balas jasa dan tindakan buruk Anda akan menerima ganti rugi. Itu pasti.

9. Saling menghargai

Hargailah orang lain. Hargai pendapat, kepercayaan orang lain. Anda akan dihargai kalau Anda menghargai orang lain.

10. Kasih sayang

Tebarkanlah dan lakukanlah segala sesuatu dengan kasih sayang, kasih sayang tanpa pamrih.

11. Memberi dan menerima

Cobalah untuk memberi dengan ikhlas dan menerima dengan pasrah. Dengan memberi bukan berarti Anda lebih baik dari si penerima. Semuanya ada tujuan. “What you give, you should recieve”

12. Challenge atau tantanglah

Tantanglah semua informasi yang Anda terima. Jangan langsung percaya pada yang Anda pernah dengar, karena banyak dibicarakan orang, karena diturunkan dari berbagai generasi, karena datang dari otoritas yang lebih tinggi. Tapi tantanglah, periksalah dan pahamilah apapun itu. Jika itu sesuai dengan Anda dan akan mendatangkan kebaikan bagi semuanya, baru Anda terima dan berbuatlah sesuai dengan hal itu.

13. Cintailah Tuhan

Cintai dan dekatkanlah diri Anda dengan Tuhan. Serahkan diri Anda pada Nya.

PENGEMBANGAN DIRI menurut Alkitab

ORANG percaya adalah hamba Tuhan, seperti tertulis: Kristus adalah tuan dan kamu hamba-Nya (Kol.3: 24b). Namun di dunia Dia mengerjakan tugas pelayanannya kepada manusia lain. Karena itu, mau tidak mau, seseorang adalah ‘follower’ atau anggota tim.

Tidak ada seorang yang menjadi pemimpin di semua kelompok dia berada. Seorang presiden atau raja sekalipun, dia adalah seorang anggota jemaat, kalau dia seorang Kristen.

Dari satu sumber, kita sudah pelajari ciri-ciri pengikut yang efektif adalah memiliki kekuatan dalam manajemen diri, komitmen, kompeten dan fokus dan berani. (The Power of Followership, Robert E. Kelley (1992) – Anthony D’Souza (2001): Empowering Leadership).

Wikipedia (ensiklopedia internet) menyatakan dalam bisnis, pendidikan dan psikologi self management menunjuk kepada cara-cara, ketrampilan, dan strategi seseorang mengarahkan kegiatan-kegiatannya secara efektif untuk mencapai sasaran-sasaran, dan termasuk goal setting, perencanaan, penjadualan, memonitor tugas, evaluasi diri, intervensi diri, pengembangan diri, dsb. Secara lebih luas self-management bisa kita lihat sebagai bagian dari self-discipline (disiplin diri) yang oleh seorang penulis didefinisikan sebagai kemampuan untuk mengatur perilaku seseorang berdasarkan prinsip dan keputusan yang sehat daripada oleh dorongan, keinganan, tekanan atau kebiasaan sosial.

Dalam bahasa Alkitab, disiplin diri bisa dirangkum dalam satu kata ‘taat’, taat kepada Tuhan dan firmanNya. Namun disiplin ini bisa diartikan secara lebih luas, tidak saja taat kepada perintah Tuhan, tapi juga kepada aturan-aturan yang ditetapkan institusi-institusi dimana seseorang menjadi bagian, dan bahkan aturan-aturan yang ditetapkan sendiri untuk dirinya. Bagaimana seseorang bisa memiliki managemen diri yang baik. Kalau kita mau belajar dari Paulus (1 Kor 9:26-27), seorang rasul yang luar biasa dalam masa mula-mula gereja berdiri, kita bisa mendapatkan beberapa pokok berikut.

Pertama, kita perlu memiliki strategi.

Paulus mengumpamakan dirinya seorang atlit ’Isthmian Games’ – suatu lomba atletik yang dilaksanakan setiap 5 tahun. Seorang atlit yang berhasil mempunyai tujuan yang jelas, yaitu meraih medali kemenangan. Pada jaman dulu, medali banyak diberikan kepada satu pemenang saja. Jaman sekarang, medali diberikan kepada banyak ’pemenang’: juara 1 hingga 3, kadang lebih; juara harapan 1 hingga 3, sering lebih. Untuk mempersiapkan diri mengikuti lomba itu, biasanya seseorang akan berlatih paling tidak 10 bulan. Dia tidak saja harus melatih fisiknya tapi juga harus mempelajari peraturan tentang lomba itu agar tidak mengalami diskualifikasi karena tidak taat aturan.

Dengan tujuan yang jelas, maka seorang atlet yang Paulus pikirkan, akan  membuat rencana bagaimana dia akan menang. Apa sasaran-sasaran antara yang harus dia tetapkan dan bagaimana dia akan mencapai sasaran-sasaran itu? Jelas dia harus mencari pelatih, berlatih fisik dan ketrampilan lomba, mempelajari aturan-aturan lomba, mencapai kondisi fisik yang optimal, dsb. Tujuan akhir adalah memenangkan lomba atau sukses.

Tujuan yang jelas mendorong seseorang membuat rencana-rencana untuk mencapainya. Rencana-rencana itu memungkinkan pencapaian tujuan. Menjalani hidup dengan strategi seperti ini memungkinkan seseorang memiliki manajemen diri dan bekerja-keras.

Kedua, kerja keras. Dalam semua bidang kita harus bekerja keras: kerohanian, kesehatan, pembelajaran, keluarga, sosial, pekerjaan, keuangan, bahkan rekreasi. Kita akan bekerja keras kalau memahami arti kerja bagi kita, yaitu panggilan Allah, bukan sekadar mendapatkan uang. Namun self management tidak berarti seseorang bekerja berlebihan, karena dia harus me-manage bagian-bagian hidup lainnya, dengan waktu yang terbatas.

Ketiga, membangun dan  mentransformasi kebiasaan-kebiasaan baik. Mayoritas atau ada yang mengatakan 90% lebih dari hidup kita adalah kebiasaan, mulai dari jam bangun, apa yang dilakukan pertama, sarapan, keluar rumah, dan seterusnya hingga tidur kembali. Pertanyaannya apakah kebiasaan-kebiasaan kita efektif membawa sukses atau tidak? Kita harus mengubah kebiasaan-kebiasaan yang tidak bernilai membangun kebiasaan-kebiasaan baru yang efektif. Zig Ziglar (2006) menyebutkan 12 kebiasaan yang perlu dibangun dalam bukunya ”Better than Good”: kebiasaan untuk termotivasi, mendengar, membaca, menebus waktu yang terbuang, melakukan yang terbaik sebisa mungkin, sehat, beristirahat, disiplin diri, memberikan lebih dari seharusnya, berpikir yang murni dan menghindar yang tidak positif.

Jika kita bisa me-manage diri, kita bisa bekerja secara efektif dalam time frame yang tersedia. Kita akan terus mengembangkan diri dalam kompetensi dibutuhkan tugas. Jika demikian jelas kita akan menjadi aset bagi perusahaan atau kelompok dimana kita menjadi bagian.

Demikianlah tulisan sederhana ini saya tuliskan, biarlah semuanya itu untuk kemuliaan nama Tuhan. Horas.

One response to “SELF DEVELOPMENT

  1. bagus untuk referensi buat kuliah…thanks Gbu..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s