JANGAN TAKUT, AKULAH YANG MENOLONG ENGKAU

KHOTBAH MINGGU 21 JUNI 2009

Yesaya 41:14-20

1. Pada nas sebelumnya, Yesaya menegaskan bahwa hanya Allah yang berdaulat di muka bumi. Pada bagian ini Allah mengeluarkan pernyataan indah, yaitu Ia akan memberi kemenangan bagi umat-Nya! (ay. 10, 16). Allah melakukan hal itu karena ikatan perjanjian-Nya dengan Israel, umat kesayangan-Nya (ayat 8-9). Tuhan tidak pernah ingkar janji, walaupun Israel terus-menerus tidak setia.

Dalam kenyataanyan, cinta kasih manusia kepada Allah mudah berubah. Cintanya di kala senang dan di kala susah berbeda. Meskipun dikatakan umat begitu mencintai Allah, namun faktanya beberapa kali mereka memberontak kepada Allah. Berbeda halnya dengan cinta kasih Allah kepada umat-Nya. Meskipun umat pilihan-Nya memberontak kepada-Nya, namun kasih Allah tidak berubah dan tetap untuk selamanya. Hukuman merupakan salah satu bentuk cinta kasih Allah kepada umat pilihan-Nya. Dalam keadilan-Nya Allah memberi hukuman. Ingat, kasih-Nya tidak berubah! “Jangan takut, sebab Aku menyertai engkau, jangan bimbang … Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau” (ay. 10).

2. Cacing dan ulat. Sebutan ini dikenakan kepada Yakub atau juga Israel. Kata ini menunjuk kepada kondisi atau keadaan. Cacing dan ulat adalah makhluk yang tidak berdaya, lemah.

Hal itu membuktikan dirinya sebagai makhluk hidup yang tidak sanggup untuk mempertahankan dirinya sendiri dari ancaman dan bahaya. Mahkluk yang oleh manusia secara umum dianggap sebagai makhluk yang menjijikkan. Kedua makhluk tersebut pada prinsipnya membutuhkan pertolongan untuk dapat selamat, bila tidak, si cacing akan mati kepanasan atau si ulat akan mati terinjak-injak. Hal ini hendak menekankan bahwa tanpa Allah, Israel adalah selemah cacing, sehina ulat.

Si “cacing” Yakub, si “ulat” Israel menunjukkan bahwa karena dosa, manusia menjadi sangat tidak berharga di hadapan Allah. Yesaya mengumpamakannya seperti “cacing” dan “ulat” yang menjijikkan. Hanya belas kasihan dan anugerah-Nya, umat memperoleh pertolongan, bahkan dihormati sebagai hamba yang dikasihi dan layak melayani Allah yang Mahakudus. Tindakan Allah itu untuk menyatakan satu tujuan, yaitu supaya semua orang tahu bahwa “tangan Tuhan yang membuat semuanya ini” (ay. 20).

3. Oleh karena itu, Israel dipanggil untuk tidak takut terhadap semua musuh mereka. Walaupun Israel “kecil” bagaikan cacing dan ulat, Allah akan menebus dan menolong mereka (ayat 10, 13-14). “Penebus” (Ibraninya: go’el) berarti: penuntut darah (Bil. 35: 19 dst), orang yang menebus kerabatnya yang oleh karena hutang dijebloskan ke dalam penjara, orang yang membela janda (lih. Rut 2:20 dst). Kata itu dimaksudkan untuk Allah (bnd. Mzm. 19:14) dan hendak menyatakan Tuhan sebagai pelindung orang tertindas dan pembebas umatNya.

4. Berharap kepada Tuhan ialah mempercayakan sepenuhnya kehidupan kita kepada-Nya; hal itu meliputi juga memandang Dia sebagai sumber pertolongan dan kasih karunia ketika diperlukan (lih. Mzm. 25:3-5; 27:14; Luk.2:25, 36-38). Orang yang berharap kepada Tuhan dijanjikan:

– Kekuatan Allah untuk menyegarkan mereka di tengah-tengah kelelahan dan kelemahan, penderitaan dan pencobaan;

– Kemampuan untuk mengatasi persoalan-persoalan mereka bagaikan rajawali yang terbang naik ke langit; dan

– Kesanggupan untuk berlari secara rohani tanpa merasa lelah dan terus berjalan maju tanpa merasa letih bila Allah menangguhkan pertolongan-Nya. Allah berjanji bahwa jikalau umat-Nya dengan sabar mengandalkan Dia, maka Dia akan memberikan apa pun yang mereka perlukan untuk menopang mereka senantiasa (1 Ptr. 1:5).

5. Para musuh akan dipermalukan dan mulut mereka akan dibungkam sehingga mereka tidak berdaya melawan umat Tuhan (ay. 11-12). Musuh Israel akan dihancurkan dan diserakkan ke penjuru dunia. Israel akan bersukaria di dalam Tuhan (ay. 15-16). Tidak sulit bagi-Nya memberikan kemenangan bagi siapa saja yang berkenan kepada-Nya sebab Ia adalah penguasa bangsa-bangsa dan alam semesta (ayat 1-5).

6. Janji kemenangan dari Allah bagi umat-Nya saat menghadapi masalah dan pergumulan dalam hidup sehari-hari pasti digenapi. Hal ini berlaku bukan hanya bagi Israel, namun juga bagi kita di masa kini. Pada zaman modern pun Allah tetap berkuasa memberikan kemenangan bagi anak-anak-Nya dalam mengatasi kemelut persoalan hidup sehari-hari karena Ia adalah penguasa alam semesta, bumi dan isinya. Kita tidak mungkin mengalami kemenangan dari Allah jika kita tidak percaya kepada firman-Nya. Dari firman-Nya kita belajar siapa Dia dan apa yang telah diperbuat-Nya bagi umat-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s