MEMBERI TIDAK PERNAH SIA-SIA

1 Samuel 2 : 18 – 21

“Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima,” (Kis. 20 : 35b). Perkataan ini tampaknya berbeda jauh dengan pandangan banyak orang dewasa ini. Sebab, yang dialami, dirasakan, dan diyakini oleh banyak orang justru sebaliknya. Banyak orang merasa lebih berbahagia menerima ketimbang memberi. Itulah sebabnya banyak orang lebih sering mengucapkan terima kasih ketika menerima sesuatu, dan sebaliknya jarang mengucapkan terima kasih ketika diberi kesempatan dan memang mampu untuk memberi sesuatu. Jangankan mengucapkan terima kasih untuk kesempatan memberi, banyak orang malah enggan memanfaatkannya (walaupun mampu); atau kalau akhirnya mau memberi, ia melakukannya dengan kurang antusias.

Hal ini tentu saja tidak boleh dijadikan sebagai kesimpulan umum, namun minimal dapat kita katakan bahwa di dunia ini masih ada saja orang yang merasa lebih berbahagia menerima sesuatu ketimbang memberi sesuatu. Atau kalau memang sama-sama merasa bahagia dalam melakukan keduanya, maka kebahagiaan dalam menerima itu jauh melebihi kebahagiaan memberi. Hal ini memang wajar sebab kebahagiaan menerima sesuatu itu jauh lebih konkret dan langsung dapat dirasakan dibanding kebahagiaan karena memberi sesuatu. Untuk dapat merasakan kebahagiaan memberi itu, diperlukan suatu refleksi yang dalam dari panggilan hidup sebagai orang yang telah diselamatkan oleh Tuhan. Kebahagiaan memberi hanya dapat dirasakan kalau ia menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan orang yang telah diselamatkan, dan bahwa pemberian itu sebenarnya adalah sekedar menyalurkan sesuatu yang telah terlebih dahulu diterima dari Tuhan. Sebab manusia tidak pernah memberi sesuatu yang datang dari dirinya sendiri. Semua yang dapat diberikan manusia itu dari Tuhan juga asalnya.

Semangat memberi seperti ini tidaklah sia-sia. Dalam memberi, terisap semacam keyakinan bahwa sesungguhnya Tuhan telah memberikan sesuatu yang jauh lebih besar daripada yang dapat kita berikan. Semangat inilah yang tercermin dalam diri Hana. Ia memberikan sesuatu yang sangat besar kepada Tuhan, yaitu anak satu-satunya. Ia tidak pernah sangsi akan mengalami kekurangan atau kehilangan dalam hidupnya, seperti kehilangan rasa bahagia dan kebanggaan.

Kita tahu bahwa Samuel itu adalah kebahagiaan dan kebanggaan Hana. Melalui kelahiran Samuel, Hana dapat kembali menegakkan kepalanya dalam menghadapi teman sebangsanya dan terlebih dalam menghadapi Penina, madunya yang selalu mencemoohkannya. Dan, ia menyerahkan kembali apa yang telah diterimanya dari Tuhan kepada Tuhan, tanpa takut kehilangan. Dalam pemberian Hana ini tercermin suatu keyakinan yang kuat bahwa Tuhan tahu memberi sesuatu yang melebihi segala sesuatu yang dapat kita persembahkan kepadaNya.

Dan hal ini memang terbukti kemudian. Dalam perjalanan hidupnya, Hana mengalami bahwa Tuhan tidak membiarkan dirinya kehilangan sesuatu hanya karena ia mempersembahkan sesuatu kepada Tuhan. Ayat 21 dikatakan: “Dan TUHAN mengindahkan Hana, sehingga dia mengandung dan melahirkan tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan lagi“, bayangkan, ia menyerahkan kembali anak yang diberikan Tuhan, kemudian dikaruniai tiga anak laki-laki dan dua anak perempuan. Nah, bukankah tidak pernah sia-sia memberi kepada Tuhan.

Tetapi, hati-hati, ayat ini tidak mengatakan bahwa kita harus memberi sesuatu kepada Tuhan supaya Ia memberi sesuatu yang lebih besar dan lebih banyak lagi. Bukan seperti memancing. Firman Allah mengatakan supaya kita jangan pernah merasa takut kekurangan dan kehilangan bila memberi sesuatu kepada Tuhan sebab berkat Tuhan yang telah, sedang, dan akan saudara terima jauh melebihi segala sesuatu yang dapat saudara persembahkan kepada Tuhan. Kalau pemberian kita didorong oleh keyakinan seperti itu, maka pemberian itu tidak pernah sia-sia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s