Category Archives: Khotbah

HIDUP DALAM KERENDAHAN HATI ADALAH AWAL DARI KEBERPIHAKAN TUHAN

KHOTBAH MINGGU 27 SEPTEMBER 2009

EV.: RUT 2 : 8 – 16

EP.: FILIPI 2 : 1 – 11

1. Percakapan pertama antara Boas dan Rut. Percakapan ini adalah percakapan yang memang sangat dipengaruhi apa yang didengar oleh Boas mengenai Rut. Perilaku dan sikap Rut dalam hidupnya membuat Boas kagum dan salut kepadanya. Yang menjadi pertanyaan adalah siapakah Rut dan apa yang dilakukannya sehingga Boas tertarik untuk memulai suatu percakapan bahkan menolongnya?

Continue reading

INTEGRITAS PELAYAN TUHAN

KHOTBAH MINGGU 20 September 2009

Ev.: 2 Korintus 11 : 7 – 16

Ep.: Yeremia 26 : 7 – 14

1. Paulus dan lawan-lawannya. Salah satu tantangan dalam upaya Pekabaran Injil yang dilakukan oleh rasul Paulus adalah adanya “rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus” (2 Kor.11:13). Setidaknya mereka adalah orang-orang bodoh (11:19), atau yang paling parah adalah pelayan-pelayan iblis yang menyamar (11:14). Paulus menyebut mereka “rasul-rasul yang tak ada taranya itu” (11:5). Para rasul palsu ini telah menyelinap masuk ke jemaat Korintus. Siapakah mereka? Ada beberapa kesan tentang mereka:

Continue reading

HIDUP YANG MENGANDALKAN TUHAN

KHOTBAH MINGGU 13 SEPTEMBER 2009

Ev.: Kisah Para Rasul 28 : 1 – 10

Ep.: 1 Raja-raja 17 : 7 – 16

1. Allah berkarya di pulau Malta (ay.1-3). Pulau Malta adalah sebuah pulau yang berada di Laut Tengah. Sejak 218 seb. Mas. berada di bawah kekuasaan Romawi. Para penghuninya berbicara bahasa Fenesia yang menjadi bahasa ibu mereka. Tetapi mereka juga dapat berbicara bahasa Yunani dan bahasa Latin. Paulus kandas pada perjalanannya ke Roma di pulau Malta (Kis.28:1). Pulau Malta adalah juga sebuah tempat yang penting di jalan pelayaran kapal.

Continue reading

BERSATU KARENA KRISTUS

KHOTBAH MINGGU 6 SEPTEMBER 2009

Ev.: Yohanes 17 : 14 – 23

Ep.: Roma 15 : 5 – 9

1. Doa Kristus. Doa adalah ungkapan terjelas dari kondisi hati orang terdalam. Hal ini dapat kita lihat di dalam perumpamaan Yesus tentang doa orang Farisi dan pemungut cukai (Luk.18:9-13). Dalam doa-Nya ini terpampang jelas siapa Yesus dalam kesadaran diriNya, apa sikapNya terhadap Bapa, terhadap para murid-Nya, dan terhadap semua orang yang percaya kepada-Nya.

Continue reading

PANGGILAN UNTUK ANAK-ANAK PERJANJIAN

KHOTBAH MINGGU, 30 AGUSTUS 2009

Ev.: Kejadian 17 : 15 – 27

Ep.: Galatia 4 : 22 – 28

Anda pasti mengenal Ishak dan Ismael. Dua kakak beradik berlainan ibu tetapi satu bapak yaitu Abraham. Anak yang pertama, Ismael lahir dari ibu yang bernama Hagar, merupakan budak Sara isteri Abraham. Sedangkan Sara, melahirkan Ishak anak perjanjian antara Tuhan dengan Abraham, sebagaimana terdapat kitab Kejadian 16 : 1- 4; “Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya. Berkatalah Sarai kepada Abram: “Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak.” Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai. Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, –yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan–, lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya. Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu”.

Ada banyak sikap yang ditunjukkan oleh nas khotbah kita minggu ini, baik dari sisi Hagar yang menganggap rendah Sarai yang mandul, ketidakyakinan Sarai akan janji Allah dan juga Abraham, kelihatan tidak percaya karena mengandalkan logika (umur yang tidak memungkin lagi untuk mendapatkan anak), namun akhirnya ia menyerahkan sepenuhnya dirinya kepada Allah yang mengadakan perjanjian tersebut.

1. Usia dan kemustahilan tidak dapat menghentikan kuasa dan kehendak Allah (ay.15-16). Abraham sudah ditetapkan Allah menjadi bapa sejumlah besar bangsa, yang pengukuhannya ada pada saat pemanggilannya untuk meninggalkan negeri dan sanak saudaranya serta rumah bapanya (baca Kej. 12:1-3, bnd. 17:6-7). Apakah yang mendasari pemanggilan tersebut? Jelas sekali bahwa motivasi yang melatar belakangi pemanggilan tersebut adalah supaya Allah menjadi Allahnya Abraham dan Allah keturunannya. Tetapi apakah mungkin? Inilah yang menjadi persoalan sebab Abraham tidak mempunyai keturunan karena Sarai mandul. Memang, Abraham mempunyai anak dari budak perempuannya, Hagar, yang diberi nama Ismael. Pertanyaan sekitar logika di satu sisi dapat dibenarkan, yah… memang karena umur. Namun apakah bijak, bila orang percaya mengandalkan logika/akal bila Tuhan sudah justru “berkunjung” dan menyatakannya kepada manusia. Apakah baik, membuat logika menjadi tolak ukur bila berhadapan dengan Allah, pemilik semesta alam? Theophany, kunjungan Allah menyatakan sesuatu yang mustahil menjadi realita, yang kabur menjadi jelas, yang tidak mungkin menjadi mungkin (bnd. Luk.1:37). Karena kuasa Allah mengatasi kemampuan logika manusia. Ternyata pemanggilan Allah bukanlah isapan jempol belaka, Dia tidak pernah berdusta. Allah berkenan memberitahukan bahwa Sarai menjadi Sara (“Ibu bangsa-bangsa yang melahirkan raja bangsa-bangsa”) sama seperti Abram menjadi Abraham (“bapak segala orang yang beriman”) yang menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain. Tuhan akan mewujudkan apa telah dikatakan-Nya, Sara akan melahirkan seorang anak. Pertanyaan yang terus berulang adalah “apakah mungkin?”

Continue reading

RUKUN ITU INDAH

KHOTBAH MINGGU 23 AGUSTUS 2009

EV.: MAZMUR 133 : 1 – 3

EP.: LUKAS 10 : 25 – 37

1. Belakangan ini kehidupan masyarakat tidak lagi diwarnai sikap saling menghormati dan saling menghargai. Lihatlah rentetan persoalan di tengah-tengah gereja, keluarga dan masyarakat. Terlebih semakin suburnya kekerasan menjadi bagian pergumulan kita bersama. Kekerasan di rumah tangga, nilai-nilai keagamaan (iman) yang semakin terkikis habis, seakan-akan hanya slogan dan simbol saja. Radikalisme yang melahirkan teror dan ancaman di tengah-tengah masyarakat dan bangsa. Demikian juga sikap saling curiga dan saling memfitnah semakin bertumbuh subur. Kehidupan semacam ini tidak saja menghancurkan persatuan dan kesatuan, tetapi juga semakin menjauhkan berkat Tuhan dalam kehidupan umat. Dimanakah kerukunan dalam kehidupan persekutuan itu ditempatkan? Tempat seharusnya bagi kerukunan umat ada di dalam lingkup keluarga, gereja (antardenominasi dan dalam denominasi), masyarakat (antarras, suku, dan agama). Bila dalam hal yang disebutkan ini kerukunan sama sekali tidak mendapat tempat, kehidupan keluarga, gereja, dan masyarakat jauh dari jamahan anugerah Allah.

Continue reading

KESERAKAHAN AWAL MALAPETAKA

KHOTBAH MINGGU, 2 AGUSTUS 2009

Ev.: 1 Raja-raja 21 : 1 – 16

Ep.: Amsal 16 : 16 – 20

1. Ahab: Penguasa yang dikuasai. Tentunya kita masih ingat dalam zaman Orba dahulu, Sang Penguasa atau Anak Sang Penguasa atau bahkan teman Sang Penguasa begitu berkuasa. Apa pun yang mereka inginkan harus dapat dimiliki dengan cara apa pun, walau harus menabrak batas-batas moral, nilai-nilai agama, atau bahkan mengorbankan nyawa orang lain. Namun kekuasaan itu ternyata tidak pernah memberikan kepuasan kepada mereka. Setelah mereka berhasil menguasai bisnis-bisnis besar, mereka masih menginginkan bisnis-bisnis kecil seperti tata niaga jeruk, lahan perparkiran, dan pemasok sepatu seragam untuk sekolah tertentu. Siapa pun tidak berani menentang atau menghalangi keinginan mereka karena risikonya sangat berat.

Continue reading

TANTANGAN PELAYANAN DAN PEMELIHARAAN TUHAN

KHOTBAH MINGGU, 26 JULI 2009

EV.: Kisah Para Rasul 18: 1 – 5

EP.: 1 Timotius 6: 2b – 10

Pelayanan sebagai tanggung jawab dan kewajiban. Korintus adalah kota perdagangan, kota dagang yang kaya, di mana juga dosa sangat subur di kota ini. Di kota ini juga terkenal rumah berhala Aphrodite, yaitu dewi cinta kasih. Sebagai kota yang begitu banyak diingini oleh orang yang ingin berbisnis menjadikan kota ini menjadi kota yang ramai. Alkitab mencatat hanya ada satu kota yang membuat Paulus begitu takut dan gentar untuk memberitakan Injil yakni Korintus (1 Kor. 2:3). Mengapa? Karena Korintus adalah sebuah kota kosmopolitan pada abad pertama berpenduduk 200.000 jiwa, yang terdiri dari orang Yunani, Itali, veteran tentara Roma, pengusaha, pejabat-pejabat tinggi, dan orang-orang Asia termasuk di dalamnya orang Yahudi. Di samping sebagai ibu kota propinsi Akhaya, Korintus juga merupakan pusat bisnis yang sangat kaya. Namun seks bebas dan berbagai kejahatan pun sangat mewarnai kehidupan kota ini. Dalam kota yang penuh tantangan ini, Paulus meninggalkan Athena dan berangkat memasuki Korintus demi pewartaan Injil. Paulus akan memulai suatu masa kerja yang amat penting dan baru bagi tugas pelayanannya. Tidak ada yang dapat diandalkan oleh Paulus dalam tugas ini selain Tuhan yang mengutusnya. Karena bila berangkat dari dirinya sendiri, ia mengakui bahwa “sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar” (1 Kor. 2:2-3). Paulus mengatakan ‘datang dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar, menunjukkan keadaan diri, yang tidak memiliki kemampuan apa-apa dan tidak mengandalkan apa-apa selain mengandalkan Yesus Kristus, Dia yang disalibkan itu. Itulah tugas dan tanggung jawab yang selalu menjadi ciri khas dari rasul Paulus, tugas yang dilakukan dengan tanggung jawab dan merupakan kewajiban baginya sehingga dia berkata, “celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil” (1 Kor. 9:16b).

Continue reading

TUHAN ATAU UANG? PILIHLAH

Khotbah Minggu 19 Juli 2009

Ev.: Pengkhotbah 5: 9 – 11

Ep.: Matius 6: 19 – 21

1. Masalah yang menjadi pokok pemikiran kita sekarang merupakan masalah yang paling menuntut perhatian kita (seperti Yesus sendiri mengajarkan tatkala Ia memperingatkan kita), jangan sampai kita memperilah mamon. Intinya menunjuk kepada kehausan yang ditimbulkannya, para benalu yang didatangkannya dan gangguan pencernaan yang dideritanya sebagai hadiahnya yang khas. Oleh karena ada tiga hal yang dapat kita cermati dalam Kitab Pengkhotbah 5:9-11 ini, apa yang diperbuat dengan kekayaan?

Continue reading

JAGALAH ALAM, KARENA MEREKA JUGA BERHAK ADA

KHOTBAH MINGGU 12 JULI 2009

EV.: Imamat 25: 1 – 7

EP.: Mazmur 148: 3 – 14

1. Apa yang biasa mewakili sekaligus kehidupan sosial dan pekerjaan Anda, yang tanpanya hidup ini akan menjadi sangat sulit? Sebagian penduduk kota besar mungkin akan berkata dengan tegas” “handphone!” Yang lain mungkin akan menjawab: komputer, atau kendaraan/transportasi, dan lain sebagainyan. Bagi penduduk Israel zaman itu, dan seharusnya juga bagi kita semua di masa kini, tanahlah yang punya peranan sangat penting dalam kehidupan sosial dan pekerjaan, yang tanpanya hidup bahkan tidak dapat berlangsung. Karena itu, tidak heran jika Taurat Tuhan juga mengatur tentang tanah, bahkan melalui pelaksanaan tahun Sabat dan Yobel.

Continue reading