Category Archives: Khotbah

POKOK-POKOK KHOTBAH MINGGU, 10 JANUARI 2010

POKOK-POKOK KHOTBAH MINGGU, 10 JANUARI 2010

EVANGELIUM :  MATIUS 12 : 46 – 50

EPISTEL :  EFESUS 2 : 11 – 22

1.     Ucapan Yesus pada ayat 49 memberi kesan seolah Dia kurang menghargai ibu dan saudara-saudara-Nya yang secara jasmaniah mempunyai hubungan keluarga. Namun dalam Luk. 2:51 dikatakan bahwa Dia tetap hidup dalam asuhan kedua orang tua-Nya. Jadi Yesus tetap menghargai keluarga jasmaniah-Nya di dunia ini. Oleh sebab itu Dia mengkritik orang Farisi yang lebih mementingkan adat istiadat daripada menghormati ibu bapanya (bnd. Mat. 15.4-9). Meskipun demikian Yesus mengajarkan bahwa di atas segalanya kita harus lebih menghormati Bapa yang di sorga.

Continue reading

BUKAN KONEKSI TETAPI RELASI

KHOTBAH MINGGU ADVENT III

13 DESEMBER 2009

EV.: LUKAS 13 : 23 – 30

EP.: 2 TESALONIKA 2 : 13 – 17

1. Untuk memahami nas khotbah Minggu ini, ada beberapa hal yang harus kita cermati, yaitu:

a. Konteks nas (Lukas 13:23-30) ini, adalah perjalanan Yesus ke Yerusalem (lihat ay. 22 “Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem”). Mengingat waktu Tuhan Yesus, maka tinggal sedikit waktu lagi untuk mengambil keputusan terhadap pengajaran yang diberikan oleh Tuhan Yesus. Orang-orang harus sesegera mungkin mengambil sikap, apakah menerima atau menolak pengajaran Yesus.

Continue reading

TUHAN AKAN DATANG, PERSIAPKAN JALAN BAGI-NYA

KHOTBAH MINGGU ADVENT II

6 Desember 2009

Ev.: Maleakhi 3: 1 – 4

Ep.: 1 Petrus 2: 11 – 12

1. Nama Maleakhi berarti “utusanku”; nama ini berasal dari kata “Malakhiah” yang artinya “utusan Tuhan”. Dia adalah seorang Yahudi saleh yang tinggal di Yehuda masa pasca pembuangan, rekan se-zaman Nehemia. Kepercayaannya yang kokoh akan perlunya kesetiaan kepada perjanjian (Mal. 2: 4, 5, 8, 10) dan yang melawan ibadah yang munafik dan tak bersungguh-sungguh (Mal. 1:7-2:9), penyembahan berhala (Mal. 2:10-12), perceraian (Mal. 2:13-16), dan mencuri persepuluhan dan persembahan yang menjadi milik Allah (Mal. 3:8-10) semua ini menunjuk kepada seorang yang memiliki integritas teguh dan pengabdian kuat kepada Allah.

Continue reading

“SUATU BINTANG TERBIT DARI YAKUB”: GAMBARAN AWAL MENGENAI MESIAS

KHOTBAH MINGGU ADVENT I, 29 NOVEMBER 2009

Evangelium: BILANGAN 24: 15-17

Epistel: Wahyu 22: 16-20

1. Kitab keempat dari lima kitab Taurat ini melanjutkan sejarah umat Israel yang keluar dari Mesir dan yang sedang diper-siapkan untuk masuk ke Tanah Perjanjian, Tanah Kanaan. Di empat pasal pertama, kita bertemu dengan beberapa pengaturan umat di sekitar perkemahan mereka di kaki Gunung Sinai. Ada sensus umum yang menghitung jumlah laki-laki berumur 20 tahun ke atas yang dianggap sanggup berperang, dari masing-masing suku kecuali suku Lewi, yang dikhususkan untuk pelayanan kemah suci (ps. 1). Dilanjutkan dengan sensus khusus suku Lewi dan pembagian tugas pelayanan masing-masing puak di ps. 3-4. Pasal dua membicarakan pengaturan perkemahan mereka yang dipusatkan pada bangunan Kemah Suci.

Kitab Bilangan unik karena mengandung beragam genre/jenis sastra. Ada peraturan-peraturan Taurat baik yang bersifat ritual maupun aturan-aturan sehari-hari yang dijabarkan dengan rinci (ps. 5-6, 7, 8, 27-30). Ada daftar sensus masing-masing suku (ps. 1, 26). Ada narasi perjalanan Israel dan berbagai hambatan ketika hendak menuju Tanah Kanaan (ps. 10-25). Ada puisi-puisi di dalam penceritaan narasi tersebut (ps. 23-24). Ada daftar kota-kota atau daerah-daerah yang disinggahi Israel dalam perjalanan mereka di padang gurun menuju Tanah Kanaan (ps. 33). Beberapa peraturan baru dicatatkan pada pasal-pasal terakhir kitab ini. Secara sejarah, kitab ini mengisahkan generasi pertama Israel yang keluar dari Mesir akhirnya tak dapat masuk ke Tanah Perjanjian karena ketakpercayaan dan pemberontakan mereka terhadap Tuhan. Sedangkan generasi kedua, yang ketika keluar dari Mesir masih di bawah 20 tahun, dipersiapkan untuk masuk ke Tanah Kanaan.

Secara teologis, kitab ini menyajikan hukuman dan anugerah Tuhan kepada umat yang bebal. Generasi pertama dihukum tidak menerima warisan Tanah Perjanjian. Generasi kedua yang sama bebalnya, dianugerahi kesempatan untuk menikmati warisan tersebut. Pemeliharaan Allah nyata atas umat yang sebenarnya tak layak menerimanya, tetapi pada saat yang sama mereka tetap bertanggung jawab untuk setia dan bersandar pada Tuhan.

Continue reading

PERCAYA KEPADA YESUS KRISTUS ADALAH JALAN MENUJU KEPADA KEHIDUPAN KEKAL

KHOTBAH MINGGU, 22 NOVEMBER 2009

Evangelium: Yohanes 11 : 25 – 26

Epistel: Wahyu 7 : 9 – 17

1. Pada hari Minggu ini, 22 November 2009, sesuai dengan kalender gerejawi, HKBP memasuki Minggu yang disebut dengan Minggu “Ujung Taon Parhuriaon” dan sekaligus “Parningotan di angka naung monding”. Sebagai minggu akhir penutup kalender gerejawi, tentu kita masing-masing perlu merenung ulang (flasback) perjalanan kehidupan selama satu tahun kalender gerejawi ini. Itu sangatlah penting, mengingat bahwa tahun 2009 ini telah ditetapkan oleh Gereja kita HKBP sebagai tahun diakonia, tahun pelayanan “parasinirohaon”, sudahkah itu terlaksana? Paling tidak, kita menginginkan bahwa setiap warga jemaat mau untuk “ber-diakonia”. Itu adalah salah satu panggilan gereja di dunia ini.

Continue reading

IBADAH YANG MEMBERLAKUKAN KASIH, KEADILAN DAN MEMBEBASKAN BELENGGU

KHOTBAH MINGGU 8 NOPEMBER 2009

Ev.: Yesaya 58 : 4 – 12

Ep.: 2 Korintus 9 : 6 – 15

1. Pesan Yesaya terutama ditulis untuk bangsa Yehuda yang berada dalam pengasingan di Babel. Pengasingan ini merupakan konsekuensi dari Yesaya bagian pertama, “Penghakiman”. Tetapi, sekarang Yesaya mendapat kata baru yaitu “keselamatan”. Bangsa Yehuda di Babel tidak boleh putus asa: Allah akan menghampiri mereka dan mereka akan diselamatkan.

Continue reading

PEMIMPIN YANG BERPEGANG TEGUH KEPADA FIRMAN TUHAN

KHOTBAH MINGGU 25 OKTOBER 2009

Ev.: Yosua 1 : 6 – 9

Ep.: Yohanes 21 : 20 – 25

Siapakah Yosua?

Sebelum merenungkan nas khotbah Minggu ini, perlu kita mengenal siapakah Yosua. Dia adalah pemimpin suku Efraim dan menjadi salah seorang dari 12 pengintai yang di pilih Musa untuk mengintai tanah Kanaan (baca Bilangan 13). Sebelumnya Yosua bernama Hosea Bin Nun, tetapi oleh Musa dinamai Yosua. Dalam bahasa Ibrani, Yosua berarti “Allah Menyelamatkan” (yehôshûa‛ – Jehovah-saved). Dan ternyata benar Yosua adalah salah satu orang yakin bahwa Tuhan akan membawa bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian (Bilangan 14:6-8). Dan Yosua sendiri di pilih Tuhan untuk menggantikan Musa.

Continue reading

PANGGILAN TUHAN DAN RESPON MANUSIA

KHOTBAH MINGGU 18 OKTOBER 2009

EV.: Keluaran 4 : 10 – 17

EP.: 2 Timotius 4 : 1 – 5

1. Panggilan Musa. Pola kisah dalam Kel 3:1-4:31 menonjolkan kombinasi

a. perutusan bagi pihak yang dipanggil oleh pihak yang lebih tinggi,

b. keberatan pada perutusan tersebut oleh pihak yang dipanggil,

c. penghiburan dan jaminan keberhasilan dari pihak yang lebih tinggi, dan

d. beberapa petunjuk penerimaan dan keberhasilan perutusan itu.

Continue reading

SALING MERENDAHKAN DIRI DAN MELAYANI SEPERTI KRISTUS

KHOTBAH MINGGU 11 OKTOBER 2009

EV.: YOHANES 13 : 12 – 17

EP.: KEJADIAN 39 : 1 – 10

Saudara-saudara, selamat berjumpa kembali. Nas Firman Tuhan hari ini menyapa kita untuk melakukan kehendak Sang Guru, yaitu Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita, Dia adalah teladan kita. Bila ada Guru, tentu ada murid, ada kurikulum, ada ujian (persyaratan untuk naik ke kelas berikutnya). Semuanya itu adalah bagian yang kita kenal dengan proses belajar mengajar. Nas ini adalah salah satu mata pelajaran dari Sang Guru, Yesus Kristus, bagaimana kita mau saling mengasihi dengan merendahkan diri dan mau saling melayani. Mari kita lihat beberapa hal penting di dalamnya.

Continue reading

TUHAN SATU-SATUNYA SUMBER SUKACITA KITA

KHOTBAH MINGGU 4 OKTOBER 2009

EV.: MAZMUR 28 : 6 – 9

EP.: YESAYA 46 : 3 – 4

1. HKBP patut bersyukur pada Minggu ini mengingat Ulang Tahun kelahiran yang ke-148 tahun. 148 tahun adalah umur yang panjang dan patut disyukuri. Walaupun tak dapat dipungkiri bahwa sebagai Gereja yang dinamis dalam gerak pelayanannya, HKBP mempunyai persoalan, tantangan dan ancaman. Namun sungguh luar biasa pemeliharaan dan penyertaan Tuhan untuk HKBP. Itulah dasar bagi kita untuk mengenal perbuatan tangan Tuhan yang setia senantiasa bersama-sama dengan HKBP.

Continue reading