Category Archives: Khotbah

BUAH-BUAH PERTOBATAN

POKOK-POKOK KHOTBAH MINGGU 11 Desember 2011

Nas: Lukas 3 : 11 – 14

Apakah bukti seseorang telah bertobat? Secara sederhana, pertobatan itu adalah berbalik dari sikap lama kepada sikap yang baru, dari jahat menjadi baik, atau kembali melakukan kehendak Allah dalam kehidupan kesehariannya. Lalu, bagaimana membuktikan pertobatan? Salah satunya adalah dengan perbuatan atau tindakan. Jadi, kalau seseorang mengatakan bahwa dia telah bertobat, maka akan dilihat bagaimana perubahan itu terjadi dalam tindakannya setiap hari. Demikianlah Yohanes Pembaptis menyerukan pertobatan. Pertobatan itu tidaklah hanya pengakuan segala dosa di hadapan Tuhan tetapi juga perubahan untuk bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan. Kemunafikan terjadi, ketika seseorang menyatakan diri telah bertobat namun tidak berubah dalam tindakan. Tanda pertobatan sejati adalah buah-buah yang dihasilkannya. Untuk itu Yohanes Pembaptis menyerukan “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu” (Luk. 3:3). Pertobatan adalah pintu manusia mendapat maaf dari Allah.

Seruan pertobatan itu diserukan kepada orang banyak dengan menunjukkan kasih. Itu berarti, kasih adalah bahagian dari kehendak Tuhan. Dunia tidak mengasihi, tetapi Allah adalah kasih (1 Yoh. 4:7). Allah dan kasih adalah sesuatu yang tak terpisahkan, kasih adalah salah satu hakikat diri Allah di dalam Yesus. Bagaimana cara mengasihi? Menurut nas khotbah ini kita diajarkan untuk berbagi, “Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian” (ay. 11). Kehidupan dalam kasih ditandai dengan kemauan untuk berbagi, memberi sesuatu yang kita miliki kepada yang tidak memiliki.

Pertobatan juga diserukan kepada pemungut cukai, Yohanes mengingatkan mereka akan integritas dalam pekerjaan (ay. 13). Kesempatan untuk mengambil “lebih” dimungkinkan dalam pekerjaan mereka. Maka bukti pertobatan adalah “jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan”. Sangat mudah bagi mereka untuk memperkaya dirinya sendiri dengan memanipulasi uang-uang pajak yang diterimanya. Godaan itu begitu besar, sehingga kalau mereka bisa menolak untuk melakukan penipuan, itu membuktikan mereka sungguh-sungguh bertobat. Integritas yang berarti utuh, tidak terpecah-pecah, dapat dipercaya (haposan) adalah bukti seseorang hidup dalam pertobatan.

Kepada para prajurit, Yohanes berkata bahwa pertobatan mereka harus dibuktikan dengan tidak lagi memanfaatkan kuasa demi kepentingan mereka sendiri (ay.14). Orang Kristen tidak mengenal prinsip aji mumpung. Sebaliknya, mereka harus menjadikan kuasa dan kesempatan yang mereka miliki untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Peringatan yang keras ini dimaksudkan agar tidak terjadi kemunafikan di antara orang banyak yang mengaku sudah bertobat. Yohanes mengerti bahwa dia bukan Mesias sehingga tidak berhak menghukum orang berdosa. Namun, apabila Mesias datang, di tangan-Nya sudah tersedia alat untuk menyaring siapa orang percaya dan siapa yang tidak. Pertobatan yang main-main atau munafik justru akan dihakimi secara tuntas. Bertobatlah. Selamat Advent.

YESUS TELAH BANGKIT

KHOTBAH PERAYAAN PASKAH I

MINGGU, 24 April 2011

Ev.: Yohanes 20: 1-10

1.    Saudara-saudara yang terkasih di dalam Kristus Yesus, kebangkitan Yesus Kristus dipahami oleh semua umat percaya sebagai hal yang sangat penting bagi Kekristenan. Kebangkitan Yesus Kristus ibarat jantung pada manusia, demikianlah Paskah dianalogikan bagi Kekristenan. Tanpa jantung manusia tidak bisa hidup, demikian juga tanpa kebangkitan tidak ada kekristenan. Itu sebabnya rasul Paulus pernah mengatakan “Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu” (1 Korintus 15:14). Oleh karena itu wajar bila kebangkitan ini menjadi perhatian utama bagi banyak orang. Terjadi begitu banyak diskusi dan perdebatan, dari dulu sampai sekarang. Dari awal sejarah terjadinya kebangkitan, perdebatan itu tak kunjung selesai hingga hari ini bagi mereka yang meragukannya. Continue reading

JAGAHON DIRIM, UNANG JEHEHON TUHAN JESUS

JAMITA PARTANGIANGAN PASSION

di HKBP Jl. Letjend. SUPRAPTO, JAKARTA

BORNGIN PADUAHON, Rabu, 20 April 2011

Turpuk: Lukas 22: 1-6

 

 

JAGAHON DIRIM, UNANG JEHEHON TUHAN JESUS

 

Huria ni Tuhanta,

Somal do dipatupa Partangiangan Passion laho marningot muse “via dolorosa” (jalan menuju salib). Asa marhite i tangkas jala bagas diantusi saluhut angka na porsea maksud dohot tujuan ni panghophopon ni Tuhan Jesus. Marragam do tarida di tingki passion angka pangalaho ni jolma na humaliang Jesus. Adong ma i na patuduhon las ni rohana marhite na patuduhon siboanboanna tu Tuhan Jesus, adong do i na reaktif patuduhon pembelaanna hatiha didok Jesus taringot parsorionna, adong do na mempersoalhon  kedudukanna asa ise do sian nasida na sumangap, adong do na so manghalomohon pangajarionNa ala terganggu eksistensi manang kedudukan di tongatonga ni bangso i.

Turpukta on manaringoti sada sian pangalaho i ima si Judas Iskariot, sisean parjehe i. Sasitongna, molo sambolus maol do dapot rohanta hadirion ni si Judas Iskariot on, ai tangkas do ibana sahalak sian sisean ni Tuhan Jesus, sahalak sian sampuludua sisean i, jala sahalak bendahara ni nasida na sapunguan i. Tangkas do rupani pamilliton na tu ibana. Ndang songon angka sisean na asing rupani, i ma angka natorop i, na sipata raphon Jesus, sipata ndang. Intens do pertemuan manang parjumpangan nasida. Jala sude do patar dipatuduhon Tuhan Jesus hadirionNa, sangkap na binoanNa tu portibi on. Alai boasa ma ingkon pulut roha ni si Judas Iskariot on laho manjehehon Tuhan Jesus? Nian nunga tung mansai tangkas dipalumba Tuhan Jesus adong sian tongatonga ni angka sisean na marsangkap laho pasahathon Ibana. Antong, tauji ma jolo mamereng aha do nanaeng dohonon ni turpuk on tu hita. Continue reading

BUKTI IMAN YANG SEJATI

KHOTBAH MINGGU MISERIKORDIAS DOMINI

Ev.: Lukas 17 : 11 – 19

Ep.: Ratapan 3 : 22 – 26

BUKTI IMAN YANG SEJATI

1. Orang yang benar-benar telah diselamatkan pasti menunjukkan kepekaan akan hal-hal rohani. Salah satunya adalah kepekaan akan anugerah yang sudah terjadi dalam hidupnya. Hidupnya akan penuh ucapan syukur. Kesaksian-kesaksiannya bukan berpusatkan kepada dirinya sendiri dan apa yang sudah terjadi pada dirinya, tetapi kepada Allah dan apa yang Allah sudah lakukan atas dirinya. Itulah yang kita dapatkan dalam Kisah “Kesepuluh orang kusta” dalam nas khotbah Minggu MISERIKORDIAS DOMINI (“bumi penuh dengan kasih setia TUHAN”, Mzm. 33:5b) ini ketika Yesus dalam perjalanan menuju Yerusalem. Pada saat Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea dan memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Orang yang berpenyakit kusta dalam kebiasaan orang Yahudi, dianggap memiliki penyakit yang kotor dan najis. Dengan stigma masyarakat seperti itu, maka sudah dapat diduga, mereka yang berpenyakit kusta dipinggirkan atau lebih jelasnya dikucilkan (diasingkan) dari khayalak ramai. Mereka benar-benar dianggap sebagai orang-orang yang berdosa yang tidak diperkirakan sebagai penduduk. Artinya, bahwa mereka yang berpenyakit kusta mendapat tekanan dari masyarakat bahkan tidak mendapat tempat dalam masyarakat ketika itu. Mereka tidak memiliki keberpihakan apapun atau dari siapa pun. Orang-orang menderita sakit kusta benar-benar diperlakukan diskriminatif. Karena itu seorang penderita kusta dari zaman ke zaman sering mengalami penderitaan yang sangat kompleks, yaitu:

Continue reading

BERSAMA YESUS ADA SUKACITA

KHOTBAH MINGGU OKULI

Minggu, 7 Maret 2010

Evangelium  : Yohanes 2 : 1 – 10

Epistel           : Mazmur 115 : 9 – 15

BERSAMA YESUS ADA SUKACITA

1.    Nas khotbah Minggu ini dalam perikop “Perkawinan di Kana”. Dimana-mana rasepsi perkawinan adalah suatu kegiatan sukacita. Namun, yang satu ini berbeda, ada persoalan dan kesulitan yang terjadi, mereka kekurangan anggur. Melalui persoalan dan kesulitan ini kita menyaksikan pewujudan kemuliaan Tuhan Yesus, suatu mujizat yang menghasilkan iman dalam hati murid-murid-Nya.

Di Palestina pesta kawin merupakan suatu peristiwa penting. Dan pesta perkawinan itu berlangsung lebih dari satu hari (ada penafsir yang mengatakan bahwa pesta perkawinan di Palestina berlangsung selama tujuh hari). Di dalam pesta kawin yang penuh sukacita seperti itulah Yesus hadir. Di pesta sukacita itu, mereka (yang menyelenggarakan pesta adalah keluarga dari pihak mempelai laki-laki [paranak]) kehabisan anggur.

Anggur merupakan hal yang sangat penting di dalam pesta Yahudi. Para rabbi mengatakan: “tanpa anggur tak ada sukacita”. Itu sebabnya, anggur merupakan suatu kewajiban bagi orang Yahudi. Bagi mereka, anggur melambangkan dan membangkitkan sukacita (lih. Am. 9:13; Hos. 14:7). Namun, kita jangan berfikir bahwa anggur yang dihidangkan itu adalah sesuatu yang memabukkan, walaupun memang anggur itu beralkohol. Biasanya anggur yang dihidangkan itu adalah anggur yang diencerkan dengan perbandingan 1:3 sampai 1:10, sehingga kandungan alkoholnya sangatlah rendah. Anggur yang tidak diencerkan dianggap “minuman keras”, dan tidak diminum orang baik-baik.

Continue reading

KREDIBILITAS SEORANG PEMIMPIN KRISTEN

KHOTBAH MINGGU ESTOMIHI

MINGGU, 14 PEBRUARI 2010

Evangelium: 1 Timotius 3 : 1 – 7

Epistel: Keluaran 18 : 17 – 23

KREDIBILITAS SEORANG PEMIMPIN KRISTEN

1. Saudara-saudara, nas khotbah Minggu Estomihi (Mzm. 31:3b “Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku!”) ini diambil dari 1 Timotius 3 : 1 – 7. Rasul Paulus dalam suratnya ini telah menetapkan beberapa persyaratan untuk menjadi penilik jemaat (episkopos). Penilik Jemaat (episkopos) pada waktu itu adalah tuan rumah dari jemaat yang beribadah di rumahnya, dan karena itu menjadi pengawas/penilik atas pertemuan jemaat di sana (jabatan ini berkembang menjadi penatua seperti yang ada pada gereja masa kini). Kenapa Paulus perlu menetapkan persyaratan untuk menjadi penilik/pengawas? Bukankankah setiap yang telah dipilih Tuhan tidak perlu untuk dipertanyakan ulang? Pertanyaan ini sangatlah penting karena rasul Paulus melihat jabatan penilik/pengawas itu sebagai pekerjaan yang indah (KJV “good work”, Bibel “Ulaon na denggan” ay.1). Kata “pekerjaan yang indah” menunjukkan kualitas dari pekerjaan itu. Sehingga untuk melakukan pekerjaan yang berkualitas dibutuhkan juga seseorang yang mempunyai kualitas untuk melaksanakan tugas tersebut. Kualitas yang dimaksud bukan hanya sekedar kualitas dalam arti banyak tahu tentang sesuatu, tetapi kualitas dalam karakter. Ya, penilik/pengawas yang berkarakter baik, itu yang diinginkan oleh nas ini. Apa sebab harus berkarakter baik? Ada beberapa alasan yang dapat dikemukakan, yaitu:

Continue reading

INGIN MENJADI BESAR? JADILAH PELAYAN

KHOTBAH MINGGU SEXAGESIMA

MINGGU, 7 PEBRUARI 2010

Evangelium  :           Markus 10 : 35 – 45

E p i s t e l     :           1 Samuel 8 : 1 – 9

INGIN MENJADI BESAR? JADILAH PELAYAN

“Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu”

(Markus 10 : 43b)

1. Berawal dari suatu permintaan: memanfaatkan hubungan dengan Yesus. Ada permintaan dari anak-anak Zebedeus, yaitu Yakobus dan Yohanes kepada Yesus. Mereka mengatakan, “Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!” (ay.35). Yesus tidak menolak untuk mendengar permintaan itu dan menjawab dengan mengatakan “Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?” (ay. 36). Jawab anak-anak Zebedeus, “Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu” (ay. 37). Ternyata permintaan itu adalah agar Yesus memperkenankan mereka duduk dalam kemuliaan. Segera kita akan bertanya, apa dasar kedua murid untuk meminta duduk dalam kemuliaan Yesus. Kedua murid memahami bahwa Yesus adalah Mesias. Dalam pertanyaan itu terkandung makna dan kepercayaan kepada diri Yesus.

Continue reading