Category Archives: Bahan Sermon

GEMBALA YANG PEDULI

Ev. Yehezkiel 34 : 11-19                                                Ep. 1 Petrus 2 : 21b-25

 GEMBALA YANG PEDULI

Oleh: Pdt. Berbic D. Sitompul, STh

1.      Pendahuluan

Kitab Yehezkiel merupakan salah satu kitab dalam Perjanjian Lama yang berasal dari zaman pembuangan sekitar tahun 593-571 SM.Kitab Yehezkiel menggambarkan tahapan baru dari nubutan Israel. Yehezkiel adalah seorang nabi yang dipanggil dan diperintahkan Tuhan untuk memberitakan Firman keselamatan melalui nubuatan guna menghibur dan menguatkan umat Israel yang berada di dalam pembuangan Babel. Di mana umat itu sedang menghadapi pergumulan yang sangat berat, pergumulan itu adalah sulitnya beribadah kepada Tuhan dan sebagai warga Negarapun kebebasaNnya dibatasi. Mereka diwajibkan untuk menyembah kepada dewa-dewa dan tidak mendapatkan keadilan dan keamanan dari raja (negara). maka umat tersebut berputus asa dan sangat menderita dalam menjalani kehidupannya sehari-hari di tanah pembuangan tersebut. Dan di dalam keputusasaan bangsa itu ada juga yang mau tunduk dan beribadah kepada dewa-dewa di Babel, terlebih di kalangan para imam dan pemimpin Israel mereka bukan meneguhkan dan mengembalakan umatnya malah menyesatkan dan menindasnya sehingga lahirlah paham sinkritisme yang membuat umat Israel menjadi tambah menderita. Di dalam situasi yang demikianlah Allah memanggil Yehezkiel agar hadir dan tampil di tengah-tengah umat itu untuk menyatakan rencana Allah bagi mereka. Sesuai dengan namanya Yehezkiel yang memiliki arti “Allah menguatkan”, suatu nama yang membawa harapan dan dapat memberikan jawaban terhadap permasalahan Israel di tanah pembuangan. Continue reading

KASIH MERUPAKAN JIWA DARI JATI DIRI KEKRISTENAN

Oleh: Pdt. Berbic D. Sitompul, STh

1 Korintus 13: 1 – 13

I.    Pendahuluan

Surat Paulus yang pertama kepada jemaat di Korintus ditulis untuk membahas persoalan-persoalan yang timbul di dalam jemaat yang telah didirikan oleh Paulus di Korintus itu. Persoalan-persoalan tersebut adalah mengenai kehidupan dan kepercayaan Kristen. Pada waktu itu Korintus adalah sebuah kota Yunani, ibukota provinsi Akhaya yang termasuk wilayah pemerintahan Roma. Kota ini, yang penduduknya terdiri dari banyak macam bangsa, terkenal karena kemajuannya dalam perdagangan, kebudayaannya yang tinggi, tetapi juga karena keadaan susilanya yang rendah dan karena adanya bermacam-macam agama di situ. Yang terutama menjadi pikiran Rasul Paulus ialah persoalan tentang perpecahan dan kebejatan di dalam jemaat, dan tentang persoalan-persoalan percabulan dan perkawinan, persoalan hati nurani, tata tertib dalam jemaat, karunia-karunia Roh Allah, dan tentang bangkitnya orang mati. Dengan pandangan yang dalam, Paulus menunjukkan bagaimana Kabar Baik dari Allah itu menyoroti persoalan-persoalan tersebut. Pasal 13 melukiskan ciri-ciri kasih yang sejati. Pasal ini mungkin merupakan pasal yang paling terkenal di antara semua pasal lainnya di dalam surat Korintus ini. Continue reading

HATI-HATI IBADAHMU YANG PALSU

HATI-HATI IBADAHMU YANG PALSU

Yesaya 1: 1-10

1.   Latar belakang sejarah bagi pelayanan nubuat Yesaya, anak Amos adalah Yerusalem pada masa pemerintahan empat raja Yehuda: Uzia, Yotam, Ahas, dan Hizkia (Yes. 1:1). Raja Uzia wafat pada tahun 740 SM (band. 1 Sam 6:1) dan Hizkia pada tahun 687 SM; jadi, pelayanan Yesaya meliputi lebih daripada setengah abad sejarah Yehuda. Menurut tradisi Yahudi, Yesaya mati syahid dengan digergaji menjadi dua (band. Ibr. 11:37) oleh Raja Manasye putra Hizkia yang jahat dan penggantinya (+ 680 SM). Continue reading

ENEAS DAN TABITHA YANG SUKA MENOLONG

Kisah Para Rasul 9: 32-42

1.    Pendahuluan: Ketika penganiayaan terjadi, para rasul memilih untuk tetap tinggal di Jerusalem (8:1b). Setelah keadaan damai tercipta (31), Petrus menggunakan waktu yang indah untuk berjalan keliling. Tujuannya tidak hanya untuk mengabarkan Injil, namun juga mengunjungi orang Kristen yang ada di Lida, serta mengajar dan menguatkan mereka. Ternyata kunjungan ini berdampak bagi pekabaran Injil yang lebih luas (35,42). Salah satu kegiatan pelayanan yang sering terabaikan adalah visitasi (pelawatan). Banyak alasan dapat dikemukakan untuk mendukung hal pernyataan tersebut. Petrus sebagai rasul dan pemimpin gereja saat itu memberikan contoh yang baik. Petrus memperlihatkan bahwa pelawatan adalah salah satu bentuk pelayanan yang efektif. Melalui efektifitas pelayanan pelawatan, gereja akan menjumpai jemaat yang membutuhkan bimbingan dan pertolongan. Continue reading

ALLAH MEMBENCI PERCERAIAN

EPISTEL MINGGU, 3 OKTOBER 2010

Maleakhi 2: 13-16

ALLAH MEMBENCI PERCERAIAN

1. Latar Belakang kitab Maleakhi. Nama Maleakhi berarti “utusanku”; nama ini berasal dari kata “Malakhiah” yang artinya “utusan Tuhan”. Dia adalah seorang Yahudi saleh yang tinggal di Yehuda masa pasca pembuangan, rekan se-zaman Nehemia, dan sangat mungkin seorang imam nabi. Kepercayaannya yang kokoh akan perlunya kesetiaan kepada perjanjian (Mal. 2: 4, 5, 8, 10) dan yang melawan ibadah yang munafik dan tak bersungguh-sungguh (Mal. 1:7-2:9), penyembahan berhala (Mal. 2:10-12), perceraian (Mal. 2:13-16), dan mencuri persepuluhan dan persembahan yang menjadi milik Allah (Mal. 3:8-10) semua ini menunjuk kepada seorang yang memiliki integritas teguh dan pengabdian kuat kepada Allah. Continue reading

DIBURI JALA DIPASAKSAK DIBAGASAN MUDAR NI BIRUBIRU I GABE MIAN DIHABANGSA NI DEBATA

SERMON EPISTEL MINGGU 22 NOVEMBER 2009

(Pangungkapon 7 : 9 – 17)

Oleh: Pdt. Lelim Yan Fransher Limbong, STh

1.    Songon tangkas itaboto ianggo isi ni buku Pangungkapon on, secara umum, hapapatar taringot tu angka na naeng masa sogot (panurirangon) na nilehon ni Debata tu apostel Johannes uju tarbuang ibana tu Pulau Patmos. Gumodang do angka na niida ni Apostel Johannes on bernuansa eskhatologis (eskaton = hari-hari terakhir), Maranatha manang parousia (haroro ni Tuhan Jesus) dohot na masa dihabangsa ni Debata. Ibarat ni sada “buku carita”, mansai godang do dinamika dohot konflik na masa na pinaandar ni buku Pangungkapon on. Secara umum, dinamika manang konflik i paporsukporsuk pemeran protogonis (na burju, siula na denggan) jala pasonangsonang pemeran antagonis (na jungkat, na jat). Alai, anggo ujung ni saluhutna, ima happy ending (akhir bahagia) tu pemeran protogonis jala sad ending (akhir yang mendukakan, menyengsarakan) tu pemeran antagonis. Jala angka na parsidohot mamparsaulihon happy ending holan angka na monang, na manahan ro di ujungna, na burju rasirasa mate (pat. Pang. 2 : 7, 10 – 11, 17, 26; 3 : 5, 12, 21; 15 : 2; 21 : 7). Pangapulion jala gogo na sian Debata do on tu angka na manghophop haporseaonna tu Debata dibagasan Kristus, na tongon dibagasan haporsuhon godang. Tongon dianiaya jala marutang hosa (talpe tu hamatean) do huria na parjolo i dina marhaporseaon tu Debata dibagasan Kristus. Manahan ma nian huria i dihaporseaon, dihaburjuon dohot pangoloionna tu Birubiru ni Debata. Ipeop ma na nidok ni Tuhan Jesus: ”Unang pola mabiar hamu mida angka na mambunu daging, angka na so tuk mambunu tondi; alai na marhuaso mangagohon daging dohot tondi tu na roko, i do sihabiaranmuna (Mateus 10 : 28)”.

Continue reading

JADILAH SAKSI ATAS KEBESARAN TUHAN

SERMON EPISTEL MINGGU 15 NOPEMBER 2009

Ep.: Yesaya 43 : 8 – 13

1. Kitab Yesaya ini disebut menurut nama seorang nabi besar yang hidup di Yerusalem dalam bagian kedua abad kedelapan s.M.. Nama Yesaya diambil dari bahasa Ibrani: ישׁעיהו Yeshayahu atau Yəša‘ăyāhû. Arti daripada nama ini adalah “Penyelamatan Yahwe”. Seluruh kitab ini dapat dibagi dalam tiga bagian:

Continue reading

MEMBERI DENGAN SUKARELA

SERMON EPISTEL 8 NOVEMBER 2009

Ep.: 2 Korintus 9 : 6 – 15

1. Memahami surat 2 Korintus. Paulus menulis surat kiriman ini kepada jemaat di Korintus dan kepada orang percaya di seluruh Akhaya (2 Kor.1:1), dengan menyebut namanya sendiri sebanyak dua kali (2 Kor.1:1; 10:1). Setelah mendirikan jemaat di Korintus selama perjalanan misinya yang kedua, Paulus dan jemaat itu sering berhubungan karena masalah dalam jemaat. Urutan hubungan ini dan latar belakang penulisan 2 Korintus adalah sebagai berikut: Pertama, setelah beberapa kali berhubungan dan surat-menyurat yang awal di antara Paulus dengan jemaat itu (misalnya: 1 Kor.1:11; 5:9; 7:1), maka Paulus menulis surat 1 Korintus dari Efesus (awal tahun 55/56). Kedua, setelah itu Paulus menyeberangi Laut Aegea menuju Korintus untuk menangani masalah yang berkembang dalam jemaat. Kunjungan ini di antara 1 dan 2 Korintus (bnd. 2 Kor.13:1-2) merupakan suatu kunjungan yang tak menyenangkan, baik bagi Paulus maupun bagi jemaat itu (2 Kor.2:1-2). Ketiga, setelah kunjungan ini, ada laporan disampaikan kepada Paulus di Efesus bahwa para penentang di Korintus itu masih menyerang pribadinya dan wewenang rasulinya, dengan harapan agar mereka dapat membujuk sebagian jemaat itu untuk menolak Paulus. Keempat, sebagai tanggapan terhadap laporan ini, Paulus menulis surat 2 Korintus dari Makedonia (akhir tahun 55/56). Kelima, segera sesudah itu, Paulus mengadakan perjalanan ke Korintus lagi (2 Kor. 13:1, dan tinggal di situ selama lebih kurang tiga bulan (bnd. Kis.20:1-3a). Dari situ ia menulis kitab Roma.

Continue reading

HIDUP YANG BERPAUT KEPADA ALLAH

SERMON EPISTEL MINGGU 1 NOVEMBER 2009

Ep.: Yosua 24 : 14 – 24

1.    Siapakah Yosua? Yosua adalah pemimpin suku Efraim dan menjadi salah seorang dari 12 pengintai yang di pilih Musa untuk mengintai tanah Kanaan (baca Bilangan 13). Sebelumnya Yosua bernama Hosea Bin Nun, tetapi oleh Musa dinamai Yosua. Dalam bahasa Ibrani, Yosua berarti “Allah menyelamatkan” (yehoshua‛ – Jehovah-saved). Dan ternyata benar Yosua adalah salah satu orang yakin bahwa Tuhan akan membawa bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian (Bilangan 14:6-8). Dan Yosua sendiri di pilih Tuhan untuk menggantikan Musa. ̂̂

Continue reading

PENYERTAAN TUHAN ADALAH KEKUATAN KITA

BAHAN SERMON EPISTEL

MINGGU 11 OKTOBER 2009

Ep.: Kejadian 39 : 1 – 10

Memperhatikan kehidupan Yusuf, maka kita kembali diingatkan tentang kisah anak kesayangan. Menjadi anak kesayangan tidaklah selalu menyenangkan. Ada saja beban yang didapatkan sebagai anak kesayangan, mulai dari kecemburuan sampai dengan keinginan untuk membunuhnya. Stigma Yusuf sebagai “anak kesayangan” menjadi salah satu persoalan di tengah-tengah keluarga Yakub, ada yang diistimewakan dan ada yang merasa dipinggirkan. Kenapa? Karena di situ tumbuhlah rasa cemburu, iri hati dan berbagai emosi negatif mewarnai interaksi sesama saudara (lih. Yak.3:16).

Continue reading