YESUS TELAH BANGKIT

KHOTBAH PERAYAAN PASKAH I

MINGGU, 24 April 2011

Ev.: Yohanes 20: 1-10

1.    Saudara-saudara yang terkasih di dalam Kristus Yesus, kebangkitan Yesus Kristus dipahami oleh semua umat percaya sebagai hal yang sangat penting bagi Kekristenan. Kebangkitan Yesus Kristus ibarat jantung pada manusia, demikianlah Paskah dianalogikan bagi Kekristenan. Tanpa jantung manusia tidak bisa hidup, demikian juga tanpa kebangkitan tidak ada kekristenan. Itu sebabnya rasul Paulus pernah mengatakan “Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu” (1 Korintus 15:14). Oleh karena itu wajar bila kebangkitan ini menjadi perhatian utama bagi banyak orang. Terjadi begitu banyak diskusi dan perdebatan, dari dulu sampai sekarang. Dari awal sejarah terjadinya kebangkitan, perdebatan itu tak kunjung selesai hingga hari ini bagi mereka yang meragukannya.

Benar bahwa masalah kebangkitan adalah sesuatu yang tidak mudah dimengerti namun sangat berharga untuk dimengerti. Tidak mudah dimengerti bila dihubungkan dengan akal manusia, namun yang sukar dimengerti itu dapat diterima karena Kristus adalah Tuhan. Akal yang terbatas itu tidak akan dapat menjelaskannya karena Kebangkitan itu adalah pekerjaan Dia yang tak terbatas dan tak dapat dibatasi oleh apapun.

2.    Kasih timbal balik. Kisah Yohanes 20:1-10 adalah kisah kasih yang timbal balik. Kenapa dikatakan demikian? Murid-murid Yesus dan semua yang mengasihi Yesus, ketika Yesus disalibkan dan mati berada dalam keadaan yang sangat mengkhawatirkan. Mereka sampai kepada titik nadir terendah. Kematian Yesus merupakan pukulan berat bagi mereka. Tak dapat dipungkiri, Yesus mempunyai arti yang sangat dalam bagi kehidupan mereka. Yesus, sebagai guru yang merupakan sumber pengajaran itu telah mati. Maka, sebagai murid-murid, mereka kehilangan pegangan, kehilangan Induk, kehilangan pengharapan.

Namun walaupun dalam keadaan seperti itu, murid-murid Yesus tetap mengasihiNya demikian juga Yesus. Kita menyaksikan bagaimana kasih Yesus menuntun mereka keluar dari rintangan iman seperti ketakutan, kebimbangan, kesedihan, dan ketidaktahuan.

Pagi-pagi benar saat masih gelap (ay. 1), Maria sudah berada di makam Tuhan Yesus. Ia ke sana bukan karena iman bahwa Yesus bangkit, tetapi karena ingin menunjukkan penghormatan dan kasihnya. Maria adalah yang pertama mengetahui fakta kubur kosong itu. Ia menduga tubuh Tuhan Yesus telah dicuri orang. Maka, ia lari kepada Petrus dan murid yang lain, mungkin Yohanes (ay. 2). Petrus dan Yohanes segera pergi ke kubur itu. Yohanes berlari mendahului Petrus dan menjadi yang pertama melihat kosongnya kain kafan pembungkus mayat Yesus. Sesudah masuk, keduanya percaya oleh saksi bisu kain kafan yang kosong dalam kubur itu.

Kubur kosong itu membuat murid-murid berlari. Kata “berlari” menunjuk kepada tindakan ingin melihat dengan cepat. Maria Magdalena pertama sekali melaporkannya kepada Petrus, setelah itu kepada murid lain. Dalam sikap berlari itu, Petrus justru kalah sampai di kuburan itu. Itu artinya, murid-murid lain serta merta berlari dengan sangat cepat justru mendahului Petrus yang menerima laporan pertama atas kosongnya kubur. Memang, penuturan ini tidak dimaksudkan mengutamakan kasih Yohanes atas Petrus. Mungkin sekali Petrus tertinggal oleh Yohanes karena kasih Petrus tertindih oleh rasa bersalahnya telah menyangkali Tuhan.

Saudara, seberapa besarkah kasihmu kepada Yesus? Apakah kasihmu itu membuat kita berlari untuk melihat Yesus atau hanya diam saja seperti orang yang putus asa yang tidak mempunyai pengharapan. Kasih kepada Kristus membuat kita berlari agar kita melihat sesuatu yang luar biasa telah terjadi.

3.    Tuhan yang diambil orang. Tuhan yang tidak bangkit atau tuhan yang mati adalah tuhan yang diambil orang. Itulah tuhannya Maria Magdalena. Suatu kesimpulan yang sangat mustahil sebenarnya, sebab kubur itu disegel dan dijaga tentara elit Romawi, dan tidak mungkin orang mencuri mayat Yesus sedangkan kain pembungkus tubuh dan kepala jenazah Tuhan Yesus ditinggalkan dalam keadaan tetap utuh seperti semula.

Reaksi Maria Magdalena pastilah sangat terkejut dan berpikir bahwa mayat Yesus telah diambil orang. Maria Magdalena langsung lari meninggalkan kuburan itu dan memberitahu Petrus dan murid lain yang dikasihi Yesus. Dalam ayat 3 disebutkan bahwa Petrus dan murid yang lain itu segera berangkat ke kubur Yesus. Dan benar bahwa kuburan telah terbuka dan mayat Yesus tidak ada di sana. Petrus hanya mendapatkan kain kapan yang tergeletak dan kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung.

Menyikapi hal ini, kesimpulan Petrus dan murid lain itu sama dengan Maria Magdalena, mereka percaya bahwa mayat Yesus telah dengan sengaja diambil atau dicuri orang. Mengapa kesimpulan mereka demikian? Dalam ayat 9 disebutkan “Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati”. Jadi sejauh ini murid-murid Tuhan Yesus belum memahami perkataan Yesus bahwa Dia akan dibangkitkan pada hari ke tiga. Sehingga mereka berkesimpulan bahwa ada yang mencuri mayat Yesus, atau oleh tentara Romawi dipindahkan secara diam-diam, dsb. Kalau demikian apa arti perkataan Yesus yang menyatakan bahwa Dia akan dibangkitkan pada hari ke tiga? Sebagian orang mungkin menyangkali fakta tentang kebangkitan Yesus, sebab ditinjau dari segi ilmu apa pun, kebangkitan manusia setelah mati sama sekali tidak masuk akal. Namun menyangkut hal ini kita harus tahu bahwa Allah bekerja tidak harus selalu sesuai dengan cara berpikir manusia. Allah melampaui cara berpikir kita yang sangat terbatas. Bagi manusia mustahil namun bagi Allah tidak. Inilah jaminan bahwa tidak ada sesuatu yang tidak dapat Allah lakukan untuk kebaikan kita. Oleh karena itu ketika kita merasa tidak ada lagi jalan keluar dari persoalan yang kita hadapi, ingatlah bahwa Allah dapat melakukan, sebab Dia Allah kita adalah Allah yang telah bangkit.

Di sisi lain, bila Maria Magdalena berkesimpulan seperti itu, adalah wajar sebab ia sangat mencintai Yesus karena ia mendapat terlalu banyak dari Yesus. Tetapi ternyata kasih yang dalam kepada Yesus, tanpa kebangkitan Yesus tidak cukup, atau kasih yang sia-sia. Kasih tanpa kebangkitan adalah kasih yang menuntun orang kepada kecemasan, kegelisahan, dan kepanikan. Kasih yang bisa sampai pada kesimpulan “Tuhan kami diambil orang”. Sebaliknya, kasih yang disertai kebangkitan Kristus adalah kasih yang menghadirkan rasa tenang, aman. Apakah Tuhan kita adalah Tuhan yang bangkit, ataukah Tuhan kita adalah Tuhan yang diambil orang?

4.    Kubur yang kosong. Kekuatan terdahsyat yang tak dapat dipungkiri maupun dielakkan adalah ketika kematian ditaklukkan-Nya. Kubur yang kosong membuktikan bahwa Sang Hidup tak dapat dikalahkan maut, sebaliknya maut dipecundangi-Nya. Kebangkitan Kristus membuktikan kebenaran ucapan-ucapan-Nya tentang diri-Nya dan tentang maksud kematian-Nya yaitu memberikan nyawa-Nya untuk tebusan nyawa kita dari kuasa dosa dan kuasa maut. Fakta kubur kosong, kebangkitan Kristus mampu mengangkat seluruh keberadaan kita hingga hidup yang berat dan serba tak menentu sekarang ini dapat kita jalani dan isi dengan pertolongan kuasa kebangkitan-Nya.

Tak dapat dipungkiri bahwa kita kerap menjadi seperti Maria Magdalena dan Petrus yang merasa hidup seolah hampa, semangat luruh menjadi letih lesu. Tetapi kemenangan Kristus merupakan dasar untuk keselamatan kekal kita.

5.    Apa arti kebangkitan Yesus bagi kita? Pertama, tanpa kebangkitan iman kristen tidak akan ada. Salib akan kelihatan menyedihkan dan memalukan sebagai akhir hidup Yesus. Oleh karena itu kekristenan mula-mula sangat bergantung kepada kepercayaan murid-murid bahwa Yesus telah bangkit dari kematian.

Kedua, Kebangkitan Yesus mendatangkan hidup baru (Roma 6:7; 1 Korintus 6:14; 2 Korintus 4:14).

Ketiga, Kebangkitan adalah jaminan atas segala pengharapan kita (1 Korintus 15:17-23). Pdt. Dr. Andar Ismail mengutip pendapat para ahli Teologi Pengharapan, kebangkitan Yesus menjadi suatu antisipasi atau pendahuluan dari masa depan. Sebenarnya kita masih berada di masa kini, tetapi dengan kebangkitan itu, masa depan sudah dimulai sejak sekarang.

Itulah uniknya peristiwa kebangkitan. Kebangkitan Yesus tidak mengakhiri sejarah, sebab sejarh berlangsung terus, namun di pihak lain, sebuah sejarah baru atau zaman baru telah dimulai sejak peristiwa itu.

6.         Pengakuan bahwa Yesus telah bangkit berarti hidup kita adalah paskah, hidup yang telah melewati kematian kekal, berarti hidup baru, hidup yang bertobat.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s