BERIBADAH YANG BENAR KEPADA TUHAN

RENUNGAN, RABU 27 JANUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 23: 2  “JESUS, HAMI RO DISON”

Holom rohanami be nang parbinotoannami/ Molo so ro tondiMi manondangi rohanami/ Ingkon Ho do paturehon dalannami sidegeon

2.   AYAT HARIAN – 2 RAJA-RAJA 17 : 28

Salah seorang imam yang telah mereka angkut dari Samaria ke dalam pembuangan pergi dan diam di Betel. Ia mengajarkan kepada mereka bagaimana seharusnya berbakti kepada TUHAN.

3.   RENUNGAN:

BERIBADAH YANG BENAR KEPADA TUHAN

Setelah raja Asyur mengangkut orang Israel dari Babel, Kuta, Awa, Hamat, dan Sefarwaim untuk menjadi penduduk kota-kota Samaria, mereka sudah menghadapi maut karena serangan singa-singa yang dilepaskan oleh TUHAN, karena mereka tidak mempunyai rasa takut akan TUHAN. Ada yang memahami Siapa di balik serangan singa-singa itu, namun dengan pemahaman yang salah. Karena itu usulan yang diajukan pun ternyata menyebabkan kehidupan rohani mereka semakin bobrok dan amburadul. Ia mengira bahwa mengenal hukum beribadah kepada Allah adalah sama dengan takut akan Tuhan dan akan menghasilkan berkat Allah. Raja Asyur pun menyetujuinya sehingga ia memerintahkan agar seorang imam dikirim ke Samaria untuk mengajarkan hukum beribadah. Yang penting bagi mereka menjalankan ritual agama berdasarkan sistem tata ibadah yang dianut bangsa Yahudi. Implikasi dari konsep ini adalah bukan Allah sebagai Pribadi yang disembah, dihormati, dan dijunjung tinggi namun sistem yang diyakini sebagai allah sehingga dihormati dan ditaati. Akibatnya mereka dengan gampang melakukan sinkretisme. Merekalah orang-orang Samaria yang berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi bahwa mereka pun bagian dari umat Allah karena mereka telah menyembah TUHAN dengan tata ibadah yang sama. Namun, pernyataan ini ditolak tidak hanya oleh bangsa Yahudi, Allah sendiri pun tidak mengakui keberadaan mereka sebagai umat pilihan Allah.

Fakta di atas mengingatkan kita bahwa kekuatan yang mentransformasi manusia menjadi umat pilihan-Nya tidak terletak pada sistem ibadah, tempat beribadah, atau  usaha manusia, melainkan pada karya anugerah Allah dan tuntutan agar hidupnya berpadanan sebagai umat pilihan-Nya. Tuhan ingin kita menyembahNya dalam roh dan kebenaran’. Kita harus menyembah melalui Roh Tuhan untuk memimpin kita pada kebenaran yang sejati. Amin. [MP]

4.   DOA SYAFAAT

5.   BERNYANYI KJ. 460 : 1  “JIKA JIWAKU BERDOA”

Jika jiwaku berdoa kepadaMu, Tuhanku/ Ajar aku t’rima saja pemberian tanganMu/ Dan mengaku, s’perti Yesus di depan sengsaraNya/ Jangan kehendakku, Bapa, kehendakMu jadilah.

6.   DOA BAPA KAMI

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s