DI DALAM KRISTUS ADA DAMAI SEJAHTERA

RENUNGAN, Rabu 9 September 2009

Efesus 2:17 “Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang “jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang “dekat”.

Dalam nas ini sangat jelas bagaimana perseteruan (perselisihan, perbedaan, persoalan) antara Allah dengan manusia telah diselesaikan di dalam darah Kristus. Itu berarti tembok pemisah antara Allah dengan manusia telah dirubuhkan oleh kematian Yesus Kristus. Tidak hanya itu, segala perbedaan-perbedaan, tembok pemisah antara kaum Yahudi dan kaum non-Yahudi telah dirubuhkan oleh darah Yesus.

Paulus menjelaskan tiga hal yang dikerjakan Kristus di kayu salib (ay. 15-16).

a. Yesus membatalkan hukum Taurat (ay. 15). Selain membatalkan hukum-hukum yang memisahkan Yahudi dan non-Yahudi seperti hukum sunat dan makanan halal/haram, Yesus juga membatalkan fungsi Taurat sebagai jalan keselamatan. Tetapi fungsi Taurat sebagai hukum bagi umat Allah tetap berlaku sebagai petunjuk hidup baru.

b. Tuhan Yesus menciptakan satu umat yang baru (ay. 15). Semua etnis Yahudi atau non-Yahudi dipersatukan menjadi satu umat di dalam dan oleh Yesus. Namun ini tidak berarti bahwa Yahudi dan non-Yahudi bersatu membentuk etnis ketiga atau hilangnya etnis Yahudi dan non-Yahudi. Etnis Yahudi tetap Yahudi, etnis non-Yahudi tetap non-Yahudi. Yang dibatalkan adalah ketidaksetaraan di hadirat Allah.

c. Yesus mendamaikan etnis Yahudi dan non-Yahudi dengan Allah (ay. 16). Sekarang umat yang telah didamaikan Kristus disebut sebagai kawan sewarga (ay. 19), dan anggota kerajaan Allah yang hidup di bawah pimpinan dan hukum-hukum Allah. Umat yang didamaikan ini juga disebut keluarga Allah (ay.19). Sebagai anggota keluarga Allah secara otomatis, relasi antaretnis pun diungkapkan dengan istilah ‘saudara’. Selanjutnya, umat yang didamaikan itu juga disebut sebagai tempat kediaman Allah (ay. 21-22).

Saudara-saudara yang terkasih, bahwa kita telah meyakini bagaimana kematian Yesus Kristus menebus segala perbedaan sehingga kita menjadi satu tubuh. Maka baiklah kita berangkat dan menjadi tumpuan kita bertindak dari perdamaian yang telah dilakukan oleh Kristus Yesus tersebut. Jangan ada lagi perintang/penghalang yang menghalangi kita untuk menghidupi dan menghayati panggilan sebagai warga kerajaan Allah. Kita telah dipanggil dari yang “jauh” dan dari yang “dekat” untuk berdamai dan bersatu. Selamat melakukan kehendak Tuhan. Amin

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s