BUAH-BUAH PERTOBATAN

POKOK-POKOK KHOTBAH MINGGU 11 Desember 2011

Nas: Lukas 3 : 11 – 14

Apakah bukti seseorang telah bertobat? Secara sederhana, pertobatan itu adalah berbalik dari sikap lama kepada sikap yang baru, dari jahat menjadi baik, atau kembali melakukan kehendak Allah dalam kehidupan kesehariannya. Lalu, bagaimana membuktikan pertobatan? Salah satunya adalah dengan perbuatan atau tindakan. Jadi, kalau seseorang mengatakan bahwa dia telah bertobat, maka akan dilihat bagaimana perubahan itu terjadi dalam tindakannya setiap hari. Demikianlah Yohanes Pembaptis menyerukan pertobatan. Pertobatan itu tidaklah hanya pengakuan segala dosa di hadapan Tuhan tetapi juga perubahan untuk bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan. Kemunafikan terjadi, ketika seseorang menyatakan diri telah bertobat namun tidak berubah dalam tindakan. Tanda pertobatan sejati adalah buah-buah yang dihasilkannya. Untuk itu Yohanes Pembaptis menyerukan “Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu” (Luk. 3:3). Pertobatan adalah pintu manusia mendapat maaf dari Allah.

Seruan pertobatan itu diserukan kepada orang banyak dengan menunjukkan kasih. Itu berarti, kasih adalah bahagian dari kehendak Tuhan. Dunia tidak mengasihi, tetapi Allah adalah kasih (1 Yoh. 4:7). Allah dan kasih adalah sesuatu yang tak terpisahkan, kasih adalah salah satu hakikat diri Allah di dalam Yesus. Bagaimana cara mengasihi? Menurut nas khotbah ini kita diajarkan untuk berbagi, “Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian” (ay. 11). Kehidupan dalam kasih ditandai dengan kemauan untuk berbagi, memberi sesuatu yang kita miliki kepada yang tidak memiliki.

Pertobatan juga diserukan kepada pemungut cukai, Yohanes mengingatkan mereka akan integritas dalam pekerjaan (ay. 13). Kesempatan untuk mengambil “lebih” dimungkinkan dalam pekerjaan mereka. Maka bukti pertobatan adalah “jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan”. Sangat mudah bagi mereka untuk memperkaya dirinya sendiri dengan memanipulasi uang-uang pajak yang diterimanya. Godaan itu begitu besar, sehingga kalau mereka bisa menolak untuk melakukan penipuan, itu membuktikan mereka sungguh-sungguh bertobat. Integritas yang berarti utuh, tidak terpecah-pecah, dapat dipercaya (haposan) adalah bukti seseorang hidup dalam pertobatan.

Kepada para prajurit, Yohanes berkata bahwa pertobatan mereka harus dibuktikan dengan tidak lagi memanfaatkan kuasa demi kepentingan mereka sendiri (ay.14). Orang Kristen tidak mengenal prinsip aji mumpung. Sebaliknya, mereka harus menjadikan kuasa dan kesempatan yang mereka miliki untuk menjadi berkat bagi orang lain.

Peringatan yang keras ini dimaksudkan agar tidak terjadi kemunafikan di antara orang banyak yang mengaku sudah bertobat. Yohanes mengerti bahwa dia bukan Mesias sehingga tidak berhak menghukum orang berdosa. Namun, apabila Mesias datang, di tangan-Nya sudah tersedia alat untuk menyaring siapa orang percaya dan siapa yang tidak. Pertobatan yang main-main atau munafik justru akan dihakimi secara tuntas. Bertobatlah. Selamat Advent.

GEMBALA YANG PEDULI

Ev. Yehezkiel 34 : 11-19                                                Ep. 1 Petrus 2 : 21b-25

 GEMBALA YANG PEDULI

Oleh: Pdt. Berbic D. Sitompul, STh

1.      Pendahuluan

Kitab Yehezkiel merupakan salah satu kitab dalam Perjanjian Lama yang berasal dari zaman pembuangan sekitar tahun 593-571 SM.Kitab Yehezkiel menggambarkan tahapan baru dari nubutan Israel. Yehezkiel adalah seorang nabi yang dipanggil dan diperintahkan Tuhan untuk memberitakan Firman keselamatan melalui nubuatan guna menghibur dan menguatkan umat Israel yang berada di dalam pembuangan Babel. Di mana umat itu sedang menghadapi pergumulan yang sangat berat, pergumulan itu adalah sulitnya beribadah kepada Tuhan dan sebagai warga Negarapun kebebasaNnya dibatasi. Mereka diwajibkan untuk menyembah kepada dewa-dewa dan tidak mendapatkan keadilan dan keamanan dari raja (negara). maka umat tersebut berputus asa dan sangat menderita dalam menjalani kehidupannya sehari-hari di tanah pembuangan tersebut. Dan di dalam keputusasaan bangsa itu ada juga yang mau tunduk dan beribadah kepada dewa-dewa di Babel, terlebih di kalangan para imam dan pemimpin Israel mereka bukan meneguhkan dan mengembalakan umatnya malah menyesatkan dan menindasnya sehingga lahirlah paham sinkritisme yang membuat umat Israel menjadi tambah menderita. Di dalam situasi yang demikianlah Allah memanggil Yehezkiel agar hadir dan tampil di tengah-tengah umat itu untuk menyatakan rencana Allah bagi mereka. Sesuai dengan namanya Yehezkiel yang memiliki arti “Allah menguatkan”, suatu nama yang membawa harapan dan dapat memberikan jawaban terhadap permasalahan Israel di tanah pembuangan. Continue reading

YESUS TELAH BANGKIT

KHOTBAH PERAYAAN PASKAH I

MINGGU, 24 April 2011

Ev.: Yohanes 20: 1-10

1.    Saudara-saudara yang terkasih di dalam Kristus Yesus, kebangkitan Yesus Kristus dipahami oleh semua umat percaya sebagai hal yang sangat penting bagi Kekristenan. Kebangkitan Yesus Kristus ibarat jantung pada manusia, demikianlah Paskah dianalogikan bagi Kekristenan. Tanpa jantung manusia tidak bisa hidup, demikian juga tanpa kebangkitan tidak ada kekristenan. Itu sebabnya rasul Paulus pernah mengatakan “Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu” (1 Korintus 15:14). Oleh karena itu wajar bila kebangkitan ini menjadi perhatian utama bagi banyak orang. Terjadi begitu banyak diskusi dan perdebatan, dari dulu sampai sekarang. Dari awal sejarah terjadinya kebangkitan, perdebatan itu tak kunjung selesai hingga hari ini bagi mereka yang meragukannya. Continue reading

JAGAHON DIRIM, UNANG JEHEHON TUHAN JESUS

JAMITA PARTANGIANGAN PASSION

di HKBP Jl. Letjend. SUPRAPTO, JAKARTA

BORNGIN PADUAHON, Rabu, 20 April 2011

Turpuk: Lukas 22: 1-6

 

 

JAGAHON DIRIM, UNANG JEHEHON TUHAN JESUS

 

Huria ni Tuhanta,

Somal do dipatupa Partangiangan Passion laho marningot muse “via dolorosa” (jalan menuju salib). Asa marhite i tangkas jala bagas diantusi saluhut angka na porsea maksud dohot tujuan ni panghophopon ni Tuhan Jesus. Marragam do tarida di tingki passion angka pangalaho ni jolma na humaliang Jesus. Adong ma i na patuduhon las ni rohana marhite na patuduhon siboanboanna tu Tuhan Jesus, adong do i na reaktif patuduhon pembelaanna hatiha didok Jesus taringot parsorionna, adong do na mempersoalhon  kedudukanna asa ise do sian nasida na sumangap, adong do na so manghalomohon pangajarionNa ala terganggu eksistensi manang kedudukan di tongatonga ni bangso i.

Turpukta on manaringoti sada sian pangalaho i ima si Judas Iskariot, sisean parjehe i. Sasitongna, molo sambolus maol do dapot rohanta hadirion ni si Judas Iskariot on, ai tangkas do ibana sahalak sian sisean ni Tuhan Jesus, sahalak sian sampuludua sisean i, jala sahalak bendahara ni nasida na sapunguan i. Tangkas do rupani pamilliton na tu ibana. Ndang songon angka sisean na asing rupani, i ma angka natorop i, na sipata raphon Jesus, sipata ndang. Intens do pertemuan manang parjumpangan nasida. Jala sude do patar dipatuduhon Tuhan Jesus hadirionNa, sangkap na binoanNa tu portibi on. Alai boasa ma ingkon pulut roha ni si Judas Iskariot on laho manjehehon Tuhan Jesus? Nian nunga tung mansai tangkas dipalumba Tuhan Jesus adong sian tongatonga ni angka sisean na marsangkap laho pasahathon Ibana. Antong, tauji ma jolo mamereng aha do nanaeng dohonon ni turpuk on tu hita. Continue reading

JUBILEUM 150 TAHUN HKBP bag. 1

BANGSA YANG BERJALAN DALAM KEGELAPAN

Oleh:

Pdt. Ramlan Hutahaean, MTh

(Sekretaris Jenderal HKBP)

P

eter Bellwood, guru besar arkeologi dari Universitas Nasional Australia pernah mengemukakan teori bahwa berdasarkan bukti-bukti bahasa dan arkeologi, masyarakat pengguna bahasa-bahasa Austronesia yang mendiami Pulau Sumatera adalah pendatang yang berasal dari Taiwan dan Filipina, setelah menyinggahi Jawa dan Kalimantan, kurang lebih abad ke-5 sebelum Masehi. Orang Batak, lanjut Bellwood, adalah salah satu kelompok pendatang itu.[i] Para pendatang yang berlatar belakang budaya pertanian itu selanjutnya berbaur dengan penduduk asli yang telah lebih dulu mendiami Sumatera. Continue reading

KASIH MERUPAKAN JIWA DARI JATI DIRI KEKRISTENAN

Oleh: Pdt. Berbic D. Sitompul, STh

1 Korintus 13: 1 – 13

I.    Pendahuluan

Surat Paulus yang pertama kepada jemaat di Korintus ditulis untuk membahas persoalan-persoalan yang timbul di dalam jemaat yang telah didirikan oleh Paulus di Korintus itu. Persoalan-persoalan tersebut adalah mengenai kehidupan dan kepercayaan Kristen. Pada waktu itu Korintus adalah sebuah kota Yunani, ibukota provinsi Akhaya yang termasuk wilayah pemerintahan Roma. Kota ini, yang penduduknya terdiri dari banyak macam bangsa, terkenal karena kemajuannya dalam perdagangan, kebudayaannya yang tinggi, tetapi juga karena keadaan susilanya yang rendah dan karena adanya bermacam-macam agama di situ. Yang terutama menjadi pikiran Rasul Paulus ialah persoalan tentang perpecahan dan kebejatan di dalam jemaat, dan tentang persoalan-persoalan percabulan dan perkawinan, persoalan hati nurani, tata tertib dalam jemaat, karunia-karunia Roh Allah, dan tentang bangkitnya orang mati. Dengan pandangan yang dalam, Paulus menunjukkan bagaimana Kabar Baik dari Allah itu menyoroti persoalan-persoalan tersebut. Pasal 13 melukiskan ciri-ciri kasih yang sejati. Pasal ini mungkin merupakan pasal yang paling terkenal di antara semua pasal lainnya di dalam surat Korintus ini. Continue reading

HATI-HATI IBADAHMU YANG PALSU

HATI-HATI IBADAHMU YANG PALSU

Yesaya 1: 1-10

1.   Latar belakang sejarah bagi pelayanan nubuat Yesaya, anak Amos adalah Yerusalem pada masa pemerintahan empat raja Yehuda: Uzia, Yotam, Ahas, dan Hizkia (Yes. 1:1). Raja Uzia wafat pada tahun 740 SM (band. 1 Sam 6:1) dan Hizkia pada tahun 687 SM; jadi, pelayanan Yesaya meliputi lebih daripada setengah abad sejarah Yehuda. Menurut tradisi Yahudi, Yesaya mati syahid dengan digergaji menjadi dua (band. Ibr. 11:37) oleh Raja Manasye putra Hizkia yang jahat dan penggantinya (+ 680 SM). Continue reading

MENGUCAP SYUKUR WALAU DALAM PENDERITAAN

2 Korintus 3: 1-7

1.    Dalam memberi nasehat dan pengajaran bagi warga jemaat Korintus dalam hidupnya sehari-­hari, Paulus mengajar melalui pengalaman hidupnya. Jemaat Kristen di kota Korintus awalnya masih dipengaruhi kebiasaan-kebiasaan (tabiat) lama sebelum mereka menerima Kristus. Sesuai fakta sejarah, Paulus banyak menghadapi tekanan, beban yang berat di tengah pelayanannya di jemaat Korintus, antara lain: perpecahan, pro-kontra antara pendukung (kelompok), perselisihan dan perdebatan yang menimbulkan pemahaman yang salah mengenai penatalayanan jemaat (bdn. 1 Kor.3:6-7). Di tengah perjumpaan Paulus dengan jemaat, tak jarang Paulus menulis surat-surat penggembalaan (Pastoral) berisikan evaluasi secara menyeluruh, mencermati kehidupan jemaat secara kuantitas maupun kualitas sebagai bagian yang tak terpisahkan dari pelayanan Paulus. Dalam suratnya, Paulus menekankan kesatuan jemaat serta memelihara iman mereka sebagai bentuk pengenalan yang utuh tentang iman terhadap Tuhan Yesus. Di sisi lain mengapa Paulus menekankan pentingnya pemahaman dan pengenalan yang utuh tentang iman percaya mereka kepada Allah, sebab hanya Allah sumber penghiburan (bdn. 2 Kor. 1:3-7). Nas di atas dimulai dengan kalimat: “Terpujilah Allah” (pinuji ma Debata), yang berarti: Pujian itu hanya kepada Allah, pujian kepada Allah harus tampak dalam kehidupan mereka sehari-hari. Walaupun jemaat Korintus harus menderita karena Injil, mereka tidak boleh goyah karena Allah tidak pernah membiarkan kita dicobai dunia. Continue reading

KASIH SETIA TUHAN

Nas: Yunus 4 : 1 – 11

Penjelasan Teks

  1. Ay. 1-3. Yunus bereaksi atas sikap Tuhan yang mengampuni penduduk Niniwe. Yunus marah karena seolah Tuhan sudah mempermainkan dirinya. Sejak awal Yunus sudah menunjukkan sikap tidak bersedia menjadi nabi bagi Niniwe dengan cara melarikan diri ke kota lain, Tarsis. Penolakannya terhadap tugas menyampaikan berita kepada Niniwe adalah Yunus menganggap Niniwe berbeda dengannya. Perbedaan Niniwe selain Niniwe terkenal jahat, Niniwe bukanlah bagian dari Israel. Niniwe juga tidak menyembah Allah yang sama dengannya. Niniwe pun mempunyai karakteristik budaya dan kebiasaan yang berbeda dengan dirinya. Setelah pengalaman masuk ke perut ikan selama 3 hari, Yunus akhirnya menyanggupi untuk membawa berita penghukuman kepada Niniwe. Namun dia tidak membayangkan bahwa Tuhan akan mengampuni Niniwe ketika Niniwe bertobat. Dalam bayangannya, Tuhan adalah Allah yang konsisten dalam penghukuman terhadap Niniwe. Walaupun Yunus mengenal Tuhan yang maha penyayang dan pengasih serta pengampun, tetapi tindakan Tuhan terhadap Niniwe tidak sejalan dengan prinsip Yunus. Pertentangan prinsip antara Tuhan dan Yunus itu membuat Yunus berseru bahwa lebih baik dia mati saja. Continue reading

ENEAS DAN TABITHA YANG SUKA MENOLONG

Kisah Para Rasul 9: 32-42

1.    Pendahuluan: Ketika penganiayaan terjadi, para rasul memilih untuk tetap tinggal di Jerusalem (8:1b). Setelah keadaan damai tercipta (31), Petrus menggunakan waktu yang indah untuk berjalan keliling. Tujuannya tidak hanya untuk mengabarkan Injil, namun juga mengunjungi orang Kristen yang ada di Lida, serta mengajar dan menguatkan mereka. Ternyata kunjungan ini berdampak bagi pekabaran Injil yang lebih luas (35,42). Salah satu kegiatan pelayanan yang sering terabaikan adalah visitasi (pelawatan). Banyak alasan dapat dikemukakan untuk mendukung hal pernyataan tersebut. Petrus sebagai rasul dan pemimpin gereja saat itu memberikan contoh yang baik. Petrus memperlihatkan bahwa pelawatan adalah salah satu bentuk pelayanan yang efektif. Melalui efektifitas pelayanan pelawatan, gereja akan menjumpai jemaat yang membutuhkan bimbingan dan pertolongan. Continue reading

DIPILIH UNTUK BERBUAH

Yohanes 15: 9-17 (16)

Oleh: Pdt. Tumpal H. Simamora, STh

Yoh 15:9-17 memberi prinsip dan kekuatan panggilan Allah. Ketika boleh diangkat jadi anak-Nya, itu merupakan anugerah-Nya yang sangat besar. Perikop tersebut dimulai dengan pernyataan-Nya, “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasihKu itu.” (ayat 9). Lalu diakhiri dengan perintah­Nya, “Kasihilah seorang akan yang lain.” (ayat 17). Inilah inti iman Kristen.

Panggilan Kristen merupakan ikatan kasih sangat erat karena Tuhan menganggap orang percaya sebagai sahabat maka diceritakan-Nya semua. Sebenarnya status orang Kristen hanyalah hamba atau budak karena telah dibeli lunas maka tak boleh tahu yang dikerjakan oleh tuannya (ayat 15). Selain itu, ia seharusnya binasa karena berada dalam cengkeraman setan. Lalu Kristus menyerahkan nyawa dan mati baginya. Padahal ia tak lebih baik, layak, pandai dan talented di tengah seluruh umat manusia hingga sangat dibutuhkan sedangkan yang lain tak boleh dekat dengan-Nya. Seharusnya ia mengerti dan menyadari bahwa Tuhan ingin membangun relasi yang sangat intim dengannya hingga boleh memanggil Bapa kepada Allah.

Maksud perlakuan Tuhan semacam itu jangan dipikirkan memakai konsep dunia yang bisa salah di mana sahabat harus saling mengerti dan dealing karena keduanya punya hak sama. Sahabat dalam konteks Yoh 15:9-17 bukanlah yang berdialog dengan posisi sejajar tapi justru tak boleh melupakan sejarah yaitu status hamba. Jadi, ordonya vertikal namun Allah yang berdaulat bukan malah harus mengikuti keinginan manusia berdosa. Kristus memberi syarat atau patokan penting, “Kamu adalah sahabatKu, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.” (ayat 14). Itulah keselamatan. Maka orang Kristen harus kembali ke posisi yang benar dan tak boleh bersikap kurang ajar terhadap-Nya. Bagian tersebut menunjukkan nuansa paradoxical.

Continue reading

BETAPA DALAM KASIH TUHAN KEPADA MANUSIA

Oleh : Pdt. Tumpal H. Simamora

Renungan, Selasa 9 Juni 2009

Roma 11:33 “O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!”

Dalam nas ini, Paulus memuji-muji kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah. Dalam ketiga kata kunci ini, sama sekali berbeda bila diperhadapkan dengan kekayaan, hikmat dan pengetahuan manusia.

Kekayaan Allah bukanlah kekayaan yang dipegang erat-erat untuk dinikmati sendiri. Itulah yang sering dilakukan manusia; orang-orang kaya seakan-akan menggenggam kekayaan miliknya. Daripada membagi-bagi kepada mereka yang berkekurangan, manusia sering kali malah ingin mengumpulkan harta lebih banyak lagi. Kekayaan Allah itu melimpah; Ia membagikannya kepada manusia dan dunia ciptaan-Nya. Itulah keselamatan; bahwa kita boleh turut menikmati kekayaan Allah.

Continue reading

UCAPAN SYUKUR JEMAAT DAN KESETIAAN ALLAH

Renungan Rabu, 10 Juni 2009

1 Korintus 1: 9 “Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.”

Apakah sebenarnya yang membuat gereja dapat bertahan sepanjang zaman? Apakah resep bagi langgengnya persekutuan orang percaya?

Sebelum menyampaikan keprihatinannya menjawab persoalan jemaat, Paulus menyampaikan alasan mengapa ia merasa berhak menyampaikan kata pengajaran dan nasihat kepada jemaat. Bagian ini penting karena akan menjadi semacam ‘dasar hukum’ bagi semua yang akan dipaparkannya dalam seluruh suratnya. Tanpa peranannya sebagai rasul Kristus yang ditunjuk oleh Allah sendiri (Kis.9:1- 19a), ia tidak mempunyai wewenang atau wibawa rohani apapun.

Continue reading

MENGAKUI KEDAULATAN TUHAN

Khotbah Minggu, 14 Juni 2009

Nas: Keluaran 7 : 14 – 25

“Tulah pertama: Air menjadi Darah”

Oleh: Pdt. Tumpal H. Simamora

  1. Awal persoalan dalam nas ini adalah ketika Firaun berkeras hati dan menolak membiarkan bangsa Israel keluar dari Mesir. Penolakan ini adalah bukti bahwa Firaun tidak takut kepada Allah Israel. Firaun dengan sangat keras hendak mengandalkan kekuatan mantera dan ramalan para dukun yang bekerja untuknya. Oleh karena ramalan dan mantera itu begitu diyakini oleh Firaun, membuat ia berkeras hati untuk tidak memperbolehkan bangsa Israel keluar dari Mesir. Walaupun sebenarnya sikap Firaun ini adalah suatu kebodohan, karena sikap dari penolakan itu mengakibatkan bangsa Mesir merasakan perbuatan tangan Tuhan seperti dalam Kel.8-10. Nas ini membuktikan dengan jelas, bahwa tidak ada apapun di dunia ini yang dapat diandalkan. Kita hanya berharap kepada kasih sayang-Nya semata.
  2. Tugas besar dari Tuhan kemudian diberikan kepada Musa. Musa datang menjumpai Firaun untuk menyampaikan kepadanya, dari siapa dan untuk apa dia menerima tugas besar itu. Tugas besar yang disertai dengan wibawa dari yang mengutusnya merupakan andalan utama Musa. Musa tidak datang kepada Firaun dari dirinya sendiri, tetapi atas nama Tuhan yang berkuasa atas seluruh ciptaan. Kuasa dan wibawa Tuhan yang secara simbolik dinyatakan dengan tongkat yang ada di tangannya akan dinyatakan kepada Firaun secara khusus dan kepada bangsa Mesir secara umum. Tongkat yang dipakai oleh Musa hendak menyatakan kuasa Allah atas seluruh bumi dan bukti dari keberpihakan Tuhan kepada bangsa Israel. Hal itu dinyatakan dengan tegas dalam ay. 16 “TUHAN, Allah orang Ibrani, telah mengutus aku kepadamu untuk mengatakan: Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka beribadah kepada-Ku di padang gurun; meskipun begitu sampai sekarang engkau tidak mau mendengarkan.”
  3. Continue reading

ALLAH SUMBER KEKUATAN

Renungan, Kamis 11 Juni 2009

2 Timotius 1:7 “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”

Dalam ketiga ayat ini, Paulus menasihatkan dan memperingatkan Timotius untuk melakukan tiga hal. Pertama, untuk mengobarkan karunia Allah yang diterimanya melalui penumpangan tangan Paulus. Karunia yang dimaksud di sini adalah segala pemberian Allah yang memungkinkan dan memperlengkapi Timotius untuk melayani di jemaat Efesus. Karena itu, Paulus menasihatkan Timotius untuk mempergunakan karunia itu dengan lebih “berkobar lagi.” Kedua, agar Timotius tidak merasa malu untuk memberitakan Injil dari Tuhan. Kemungkinan untuk merasa malu ini nyata bagi Timotius, karena Injil itu adalah dari Tuhan Yesus Kristus yang mati disalibkan sebagai seorang kriminal; Injil yang juga diberitakan oleh Paulus yang kini meringkuk sebagai tahanan. Ketiga, agar Timotius mau ikut menderita bagi Injil tersebut. Kata “ikut menderita” di ayat ini mengandung makna berbagi penderitaan.

Continue reading

MEMBINA HUBUNGAN KELUARGA YANG BERKENAN KEPADA TUHAN

Efesus 6 : 1 – 4

Surat Efesus adalah surat yang ditulis oleh Rasul Paulus kepada orang-orang yang percaya kepada Yesus di Efesus, ketika ia berada di dalam penjara (Efesus 1: 1; 4:1).  Surat ini merupakan seruan kepada umat Allah supaya mereka menghayati makna rencana agung dari  Allah itu untuk mempersatukan seluruh umat manusia melalui Yesus  Kristus (Efesus 1: 10). Rasul Paulus mengingatkan orang-orang percaya, agar tidak hidup seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah, melainkan hidup berpadanan sesuai  dengan panggilan Tuhan, karena mereka telah belajar mengenal Kristus (Efesus 2: 10; 4:1;4: 20).  Maka cara hidup yang harus ditunjukkan orang-orang yang telah belajar mengenal Kristus adalah harus menanggalkan manusia lama, dan mengenakan manusia baru yang diciptakan menurut kehendak Allah (Efesus 4: 21 – 24). Buktinya akan terlihat dan terasa bagaimana dia bersikap dalam kehidupan sehari-hari,  bagaimana hubungannya dengan Tuhan, bagaimana dia berinteraksi dengan sesama manusia, dan dengan sesama anggota keluarga. Semua hubungan itu dibangun dan dibina berdasarkan kasih Kristus.

Lalu, bagaimanakah seharusnya yang dikehendaki Tuhan dalam hubungan antara orang tua dan anak?

“Kewajiban anak terhadap Orang  Tua”

Paulus mengingatkan bahwa adalah sebuah keharusan atau kewajiban anak-anak menaati orang tuanya. Lebih tegas lagi dalam Ef 6:2  disebutkan tentang perintah yang sangat penting, yaitu menghormati ayah dan ibu. Sikap hormat anak kepada orang tua, tidak ditentukan oleh sebuah persyaratan, apakah orangtuanya baik atau tidak, tetapi merupakan sebuah keharusan karena sudah diperintahkan Tuhan dalam hukum Taurat (Kel. 20: 12).  Maksud dari sikap menghormati orang tua, dijelaskan dalam maksud dari Titah V yang tertulis dalam Katekhismus kecil Marthin Luther, yaitu kita harus takut serta kasih kepada Allah, sebab itu jangan kita bersikap remeh terhadap orang tua kita, terhadap pemerintah dan terhadap orang yang lebih tua. Jangan kita menimbulkan kemarahan mereka, tetapi hendaklah kita selalu menghormati dan mengasihi mereka, menuruti dan menyelami jiwa mereka, serta senantiasa berbuat baik kepada mereka. Dalam RPP HKBP (salah satu sumber hukum Gereja) kita dijelaskan bahwa sikap yang tidak menghormati orang tua adalah sikap anak yang memfitnah orang tua, bertindak kasar kepada orang tua, tidak patuh dan berperkara dengan orang tua, melecehkan orang tua, mengutuki, menyiksa dan mengusir orangtuanya. Tidak bersedia mengurus orangtuanya  yang sudah uzur dan perbuatan yang merampas harta milik orangtuanya.

Continue reading

APRESIASI DIRI DAN KARUNIA

Renungan, Jumat 12 Juni 2009

1 Kor.2:10 “Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah.”

Pernyataan Paulus dalam ayat ini (juga ayat 11) merupakan teguran tidak langsung kepada jemaat Korintus yang terjebak pada kesombongan intelektual dan spiritual. Filsafat dunia yang mereka pelajari membuat mereka sombong dan menganggap salib sebagai kebodohan. Pengalaman-pengalaman spiritual yang ”spektakuler” (misalnya bahasa roh) membuat mereka merasa diri lebih rohani daripada yang lain (band. 4:8; pasal 12-14). Hal ini juga sering mewarnai interaksi sesama, merasa diri lebih baik dari orang lain, sebagaimana kesan orang-orang Korintus yang menampilkan dirinya sebagai orang-orang yang sempurna secara rohani. Apa yang dinyatakan di 1 Korintus 2:10-11 mengajarkan kepada mereka bahwa orang yang sungguh-sungguh memiliki Roh Kudus seharusnya menjadi orang yang mengetahui hikmat Allah.

Continue reading

MEMBERI TIDAK PERNAH SIA-SIA

1 Samuel 2 : 18 – 21

“Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima,” (Kis. 20 : 35b). Perkataan ini tampaknya berbeda jauh dengan pandangan banyak orang dewasa ini. Sebab, yang dialami, dirasakan, dan diyakini oleh banyak orang justru sebaliknya. Banyak orang merasa lebih berbahagia menerima ketimbang memberi. Itulah sebabnya banyak orang lebih sering mengucapkan terima kasih ketika menerima sesuatu, dan sebaliknya jarang mengucapkan terima kasih ketika diberi kesempatan dan memang mampu untuk memberi sesuatu. Jangankan mengucapkan terima kasih untuk kesempatan memberi, banyak orang malah enggan memanfaatkannya (walaupun mampu); atau kalau akhirnya mau memberi, ia melakukannya dengan kurang antusias.

Continue reading

ARTI SEBUAH PENGAKUAN

Renungan, Sabtu 13 Juni 2009

Matius 16 : 17, Kata Yesus kepadanya: “Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

“Siapakah Aku?” adalah pertanyaan untuk mengungkapkan penilaian atas  diri sendiri atau orang lain. Jawaban akan bermacam-macam tergantung dari pengenalan seseorang kepada obyek (yang dinilai/dikenal). Bisa baik, atau jahat, mungkin juga disamakan dengan yang lain, pokoknya macam-macam penilaian. Bila pertanyaan ini ditujukan kepada anak, “siapakah aku?”, lalu mungkin dia menjawab “ayahku”, maka anak itu mengenal  ayahnya dengan pengenalan yang bersifat pribadi. Dengan demikian pengenalannya adalah pengenalan yang dalam.

Continue reading

HATI DAN ROH YANG BARU

Renungan, Selasa 16 Juni 2009

Yehezkiel 36 : 25 Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu”.

Nama “Yehezkiel” berasal dari bahasa Ibrani yaitu: “hazak” yang berarti “kekuatan”. Sehingga nama “Yehezkiel” mengartikan “Allah adalah kekuatanku”. Arti nama Yehezkiel itu kelihatan dari ketajaman berpikir dan daya nubuatannya yang begitu dalam tentang sesuatu yang akan terjadi kepada bangsa Israel.

Ada dua bentuk nubuatan nabi Yehezkiel yaitu:

Bentuk pertama dari berita nubuatan Yehezkiel kepada bangsa Yehuda adalah menyerukan pertobatan dalam penderitaan multi krisis, pada awal terbuangnya bangsa tersebut. Panggilan pertobatan itu disampaikan dengan memberitahu hukuman berat yang akan dirasakan oleh bangsa itu.

Continue reading

JANGAN TAKUT, AKULAH YANG MENOLONG ENGKAU

KHOTBAH MINGGU 21 JUNI 2009

Yesaya 41:14-20

1. Pada nas sebelumnya, Yesaya menegaskan bahwa hanya Allah yang berdaulat di muka bumi. Pada bagian ini Allah mengeluarkan pernyataan indah, yaitu Ia akan memberi kemenangan bagi umat-Nya! (ay. 10, 16). Allah melakukan hal itu karena ikatan perjanjian-Nya dengan Israel, umat kesayangan-Nya (ayat 8-9). Tuhan tidak pernah ingkar janji, walaupun Israel terus-menerus tidak setia.

Dalam kenyataanyan, cinta kasih manusia kepada Allah mudah berubah. Cintanya di kala senang dan di kala susah berbeda. Meskipun dikatakan umat begitu mencintai Allah, namun faktanya beberapa kali mereka memberontak kepada Allah. Berbeda halnya dengan cinta kasih Allah kepada umat-Nya. Meskipun umat pilihan-Nya memberontak kepada-Nya, namun kasih Allah tidak berubah dan tetap untuk selamanya. Hukuman merupakan salah satu bentuk cinta kasih Allah kepada umat pilihan-Nya. Dalam keadilan-Nya Allah memberi hukuman. Ingat, kasih-Nya tidak berubah! “Jangan takut, sebab Aku menyertai engkau, jangan bimbang … Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau” (ay. 10).

Continue reading

SETIA DALAM PERKARA KECIL

Lukas 16:10 “Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar”

Kisah yang menarik dimana tetap mempertahankan prinsip menjadi orang baik dan harapan. David kuliah di fakultas perdagangan Arlington USA. Kehidupan kampusnya, terutama mengandalkan kiriman dana bulanan secukupnya dari orang tuanya. Entah bagaimana, sudah 2 bulan ini rumah tidak mengirimi uang ke David lagi. Di kantong David hanya tersisa 1 keping dollar saja. David dengan perut keroncongan berjalan ke bilik telepon umum, memasukkan seluruh dananya, yaitu satu keping uang logam itu, ke dalam telepon.

“Halo, apa kabar?” telpon telah tersambung, ibu David yang berada ribuan kilometer jauhnya berbicara. David dengan nada agak terisak berkata: “Mama, saya tidak punya uang lagi, sekarang lagi bingung karena kelaparan.” Ibu David berkata: “Anakku tersayang, mama tahu.”

Continue reading

BERKAT DARI TUHAN ADALAH KEBAHAGIAAN

Renungan, Sabtu 20 Juni 2009

Ulangan 33:13b “Kiranya negerinya diberkati oleh TUHAN dengan yang terbaik dari langit, dengan air embun, dan dengan air samudera raya yang ada di bawah;

Segala sesuatu diukur dengan uang (materi/fisik), demikianlah banyak orang melihat kecenderungan hidup manusia di zaman ini. Ya, memang kita tidak perlu munafik bahwa uang juga punya peran di dalam kehidupan manusia. Namun, uang (materi) bukanlah segalanya. Uang hanyalah ‘alat’ untuk melakukan sesuatu dan pastilah bukan tujuan. Kebahagiaan hidup bukan ditentukan oleh uang tetapi sebenarnya adalah kedekatan kepada Penguasa langit dan bumi ini. Uang (materi) bagi sebagian orang adalah sesuatu yang dapat menciptakan kebahagiaan. Itu sebabnya di zaman yang materialistis, manusia mengejar kelimpahan materi karena adanya asumsi bahwa kelimpahan tersebut menentukan kebahagiaan hidup seseorang. Sebaliknya tanpa kecukupan secara materi maka kebahagiaan tidak mungkin diraih. Benarkah kecukupan materi menjadi sumber kebahagiaan yang sejati? Mari kita bersama mencermati apa yang diungkapkan bagian ini mengenai kebahagiaan.

Continue reading

‘KESABARAN ALLAH’ ADALAH KASIH KARUNIA

KHOTBAH MINGGU, 28 Juni 2009

Ev.: Kejadian 7: 10-24

Ep.: 2 Petrus 3: 3-10

1. Kisah air bah ini mengungkapkan tentang dua hal bertentangan dalam kehidupan manusia. Di satu sisi, Allah menciptakan manusia untuk menjadi partner atau rekan kerja yang setia pada perjanjian-Nya. Allah berharap bahwa dalam kerja sama itu tercipta keharmonisan hubungan antara Pencipta dan ciptaan. Namun, pada pihak manusia, manusia yang sebenarnya adalah ciptaan yang patut taat kepada Allah, menolak untuk bekerja sama. Manusia menolak Allah! Penolakan ini mendatangkan murka Allah. Penolakan yang berakibat buruk dalam hubungan Pencipta dan ciptaan dan mengakibatkan disharmoni dari segala sisi. Semua itu hanya akibat dari sebuah penolakan (dosa). Penolakan itu berasal dari keraguan manusia akan penggenapan janji Allah yang berakibat kepada ketidakpercayaan. Maka berhati-hatilah, mana tahu posisi kita saat ini adalah sebagai orang yang meragukan janji Allah. Satu yang pasti agar kita mengetahuinya bahwa Tuhan tidak pernah lalai terhadap janji-Nya, Dia tidak pernah berdusta.

Continue reading

BANGUNLAH PERSEKUTUAN DALAM TUHAN: SALING MENGASIHI DAN MERENDAHKAN HATI

Ep.: Filipi 2:2-11

1. Salah satu tujuan rasul Paulus mengirim surat ini adalah untuk memberi nasihat dan pengajaran kepada jemaat Filipi agar hidup sebagai orang Kristen. Rasul Paulus menasihatkan agar hidup orang Kristen menampakkan sikap: persekutuan=koinonia, kerendahan hati, sukacita dan kesetiaan. Rasul Paulus begitu menekankan kesatuan jemaat. Itu sebabnya rasul Paulus juga menekankannya berulangkali. Rasul Paulus menyadari bahwa perpecahan itu akan cepat menyebar yang akan berakibat buruk kepada kesatuan jemaat.  Ada beberapa gejala perpecahan yang terlihat di tengah-tengah persekutuan orang Kristen di jemaat Filipi, yaitu mementingkan diri sendiri (egoisme, marroha diri), puji-pujian yang sia-sia (marhasangapon na rumar, kebanggaan karena marga, kelompok) dan fanatisme kelompok.

Continue reading

TUBUH KRISTUS: BERBEDA TETAPI SATU

KHOTBAH MINGGU 5 JULI 2009

Ev: 1 Korintus 12 : 12 – 27

Ep.: Filipi 2 : 2 – 11

1. Bagaimana kesan dan perasaan Anda tentang gereja? Bangga akan kenyataannya? Kagum akan anugerah Tuhan yang tercermin di dalamnya? Kesan kita mungkin mendua. Di satu pihak kita kagum bagaimana Tuhan menebus beragam orang dan mempersekutukan menjadi gereja. Orang dari beragam latar belakang, dipersekutukan Kristus menjadi gereja-Nya. Ajaib bukan karya penyelamatan Kristus? Untuk itu kita bersyukur dan memuliakan Allah! Namun di pihak lain kita sedih melihat seringkali kesatuan yang telah Yesus wujudkan tidak secara aktif diwujudnyatakan oleh orang Kristen. Akibatnya bukan kesatuan yang terwujud, tetapi kumpulan yang di dalamnya ada ketidakcocokan.

Continue reading

JAGALAH ALAM, KARENA MEREKA JUGA BERHAK ADA

KHOTBAH MINGGU 12 JULI 2009

EV.: Imamat 25: 1 – 7

EP.: Mazmur 148: 3 – 14

1. Apa yang biasa mewakili sekaligus kehidupan sosial dan pekerjaan Anda, yang tanpanya hidup ini akan menjadi sangat sulit? Sebagian penduduk kota besar mungkin akan berkata dengan tegas” “handphone!” Yang lain mungkin akan menjawab: komputer, atau kendaraan/transportasi, dan lain sebagainyan. Bagi penduduk Israel zaman itu, dan seharusnya juga bagi kita semua di masa kini, tanahlah yang punya peranan sangat penting dalam kehidupan sosial dan pekerjaan, yang tanpanya hidup bahkan tidak dapat berlangsung. Karena itu, tidak heran jika Taurat Tuhan juga mengatur tentang tanah, bahkan melalui pelaksanaan tahun Sabat dan Yobel.

Continue reading

TUHAN ATAU UANG? PILIHLAH

Khotbah Minggu 19 Juli 2009

Ev.: Pengkhotbah 5: 9 – 11

Ep.: Matius 6: 19 – 21

1. Masalah yang menjadi pokok pemikiran kita sekarang merupakan masalah yang paling menuntut perhatian kita (seperti Yesus sendiri mengajarkan tatkala Ia memperingatkan kita), jangan sampai kita memperilah mamon. Intinya menunjuk kepada kehausan yang ditimbulkannya, para benalu yang didatangkannya dan gangguan pencernaan yang dideritanya sebagai hadiahnya yang khas. Oleh karena ada tiga hal yang dapat kita cermati dalam Kitab Pengkhotbah 5:9-11 ini, apa yang diperbuat dengan kekayaan?

Continue reading

SELF DEVELOPMENT

(Disampaikan pada Retreat NHKBP Jl. Letjend. Suprapto)
Tanggal 18 s.d. 20 Juli 2009 di Villa Bunga-bunga, Puncak, Jawa Barat
Oleh: Pdt. Tumpal Hasiholan Simamora, STh
Pendeta Diperbantukan di HKBP Jl. Letjend. Suprapto

The Power of Belief

Saudara-saudara Naposo Bulung,

Saya ingin bertanya: “apa yang membedakan seorang yang gagal dengan mereka yang berhasil?” Apakah mereka berhasil karena mempunyai uang banyak, waktu yang lebih, dukungan keluarga? Pertanyaan saya berikutnya seberapa banyak uang dan waktu yang Anda harus miliki untuk keberhasilan? Apa itu dukungan keluarga?

Saya tidak mengingkari pentingnya faktor-faktor di atas. Tapi yang ingin saya katakan adalah semua itu BUKANLAH faktor yang menentukan.

Continue reading

HABIT AND ATTITUDE

Disampaikan pada Retreat NHKBP Jl. Letjend. Suprapto tanggal 18 s.d. 20 Juli 2009 di Villa Bunga-bunga, Puncak, Jawa Barat
Oleh: Pdt. Tumpal Hasiholan Simamora, STh

Saudara-saudara, mari terlebih dahulu kita memahami apa maksud yang terkandung di dalam pengertian “habit” ini. Hal ini penting, karena ternyata “habit” itulah yang membentuk karakter. Atau boleh dikatakan karakter adalah kumpulan “habit” (kebiasaan) kita.

Motivation…. or Habits?

Motivasi
Berada dalam lingkungan orang orang yang suka belajar dan peduli dengan pengembangan potensi diri selalu saja memberikan pengalaman yang sangat menarik, karena banyak sekali hal positif yang bisa dipelajari.

Continue reading

TANTANGAN PELAYANAN DAN PEMELIHARAAN TUHAN

KHOTBAH MINGGU, 26 JULI 2009

EV.: Kisah Para Rasul 18: 1 – 5

EP.: 1 Timotius 6: 2b – 10

Pelayanan sebagai tanggung jawab dan kewajiban. Korintus adalah kota perdagangan, kota dagang yang kaya, di mana juga dosa sangat subur di kota ini. Di kota ini juga terkenal rumah berhala Aphrodite, yaitu dewi cinta kasih. Sebagai kota yang begitu banyak diingini oleh orang yang ingin berbisnis menjadikan kota ini menjadi kota yang ramai. Alkitab mencatat hanya ada satu kota yang membuat Paulus begitu takut dan gentar untuk memberitakan Injil yakni Korintus (1 Kor. 2:3). Mengapa? Karena Korintus adalah sebuah kota kosmopolitan pada abad pertama berpenduduk 200.000 jiwa, yang terdiri dari orang Yunani, Itali, veteran tentara Roma, pengusaha, pejabat-pejabat tinggi, dan orang-orang Asia termasuk di dalamnya orang Yahudi. Di samping sebagai ibu kota propinsi Akhaya, Korintus juga merupakan pusat bisnis yang sangat kaya. Namun seks bebas dan berbagai kejahatan pun sangat mewarnai kehidupan kota ini. Dalam kota yang penuh tantangan ini, Paulus meninggalkan Athena dan berangkat memasuki Korintus demi pewartaan Injil. Paulus akan memulai suatu masa kerja yang amat penting dan baru bagi tugas pelayanannya. Tidak ada yang dapat diandalkan oleh Paulus dalam tugas ini selain Tuhan yang mengutusnya. Karena bila berangkat dari dirinya sendiri, ia mengakui bahwa “sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. Aku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar” (1 Kor. 2:2-3). Paulus mengatakan ‘datang dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar, menunjukkan keadaan diri, yang tidak memiliki kemampuan apa-apa dan tidak mengandalkan apa-apa selain mengandalkan Yesus Kristus, Dia yang disalibkan itu. Itulah tugas dan tanggung jawab yang selalu menjadi ciri khas dari rasul Paulus, tugas yang dilakukan dengan tanggung jawab dan merupakan kewajiban baginya sehingga dia berkata, “celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil” (1 Kor. 9:16b).

Continue reading

HIKMAT TUHAN MENJAUHKAN ORANG PERCAYA DARI KEJAHATAN

BAHAN SERMON

Ev.:  1 Raja-raja 21: 1 – 16

Ep.: Amsal 16: 16 – 20

1.   Kitab Amsal, Ayub, Pengkhotbah, merupakan bagian dari tulisan-tulisan hikmat pada Perjanjian Lama. Kitab Amsal berisi bahan pendidikan tradisional yang digunakan umat Israel sejak masa sebelum Kerajaan dan sesudah Pembuangan. Bahan pendidikan Israel ini bersifat teologis. Kadangkala, bahan pendidikan yang terdiri dari pengajaran hikmat itu, merupakan bahasan teologis yang sistematis, kerap pula berisi ulasan etis, dan yang paling sering mengenai perilaku yang amat praktis. Ketiganya, secara langsung atau tidak, tentu didasarkan kepada agama Israel. Pengajaran hikmat yang teologis, maupun yang etis dan praktis ini mengandung penyataan Allah. Melalui pengajaran itu Allah berbicara bukan hanya kepada orang Israel tetapi juga kepada orang Kristen. Karenanya, kedua jenis pengajaran ini berguna sebagai pedoman, terutama dalam kehidupan sehari-hari umat Israel, dan juga bagi orang Kristen.

Continue reading

KESERAKAHAN AWAL MALAPETAKA

KHOTBAH MINGGU, 2 AGUSTUS 2009

Ev.: 1 Raja-raja 21 : 1 – 16

Ep.: Amsal 16 : 16 – 20

1. Ahab: Penguasa yang dikuasai. Tentunya kita masih ingat dalam zaman Orba dahulu, Sang Penguasa atau Anak Sang Penguasa atau bahkan teman Sang Penguasa begitu berkuasa. Apa pun yang mereka inginkan harus dapat dimiliki dengan cara apa pun, walau harus menabrak batas-batas moral, nilai-nilai agama, atau bahkan mengorbankan nyawa orang lain. Namun kekuasaan itu ternyata tidak pernah memberikan kepuasan kepada mereka. Setelah mereka berhasil menguasai bisnis-bisnis besar, mereka masih menginginkan bisnis-bisnis kecil seperti tata niaga jeruk, lahan perparkiran, dan pemasok sepatu seragam untuk sekolah tertentu. Siapa pun tidak berani menentang atau menghalangi keinginan mereka karena risikonya sangat berat.

Continue reading

KEMERDEKAAN YANG SEJATI

Firman Hari ini, Selasa 18 Agustus 2009

Yohanes 8:32 “dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu”.

Merdeka, merdeka, merdeka! Demikianlah seruan anak bangsa bila bertemu dengan tanggal 17 Agustus. Dan bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI ke-64 kemarin, pekikan itu kembali terdengar di mana-mana. Semua seakan gembira dan terbukti dengan dirayakannya HUT Kemerdekaan ini dengan meriah atau sederhana di RT-RT setempat. Jalan-jalan ditutup di mana-mana, semuanya hendak menunjukkan kegembiraannya. Itu semua sah-sah saja, namun ada beberapa hal yang perlu kita cermati melalui Firman hari ini.

1.  Kemerdekaan itu bukanlah kemerdekaan kosong, hanya sebatas perayaan saja. Dalam nas ini, Tuhan Yesus memberi pengajaran yang ditujukan kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepadaNya. Orang Yahudi yang sudah terbiasa dengan aturan-aturan yang ketat untuk menunaikan agama mereka. Ditekankan bahwa kemerdekaan yang di maksud menyangkut kemerdekaan jiwa, kebebasan dari belenggu dosa yang mengikat. Dan, hanya mereka yang sudah merdeka dan beriman kepada Anak Allah, Tuhan Yesus Kristus, yang sungguh-sungguh memperoleh kemerdekaan sejati.

2. Walaupun secara fisik orang Kristen mengalami penindasan, hambatan, dan lain sebagainya, tidak berarti bahwa secara jiwa pun mereka tertindas; namun secara praktis Kristen memiliki kemerdekaan jiwa yang sejati untuk beribadah dan berhubungan dengan Tuhan secara pribadi. Kemerdekaan Kristen diperoleh hanya bila seseorang tetap hidup sesuai firman Tuhan dan melakukan kebenaran Allah, walau di tengah penindasan, tekanan dan ancaman.

HIDUP KEKAL DAN KEPEDULIAN

BAHAN SERMON EPISTEL

Minggu, 23 Agustus 2009

Epistel: Lukas 10 : 25 – 37

1. Penulis Injil Lukas yang umumnya terkenal dengan sebutan dokter Lukas, bukanlah seorang Yahudi. Latar belakang non-Yahudi ini tercermin dari pengkisahannya tentang kehidupan Yesus dengan menonjolkan sifat universal berita keselamatan yang dibawa oleh Yesus. Lukas secara khusus memperlihatkan sisi kehidupan pelayanan Yesus kepada masyarakat kalangan bawah di Yudea, yaitu orang-orang miskin, kaum perempuan, anak-anak dan orang-orang yang paling berdosa, yang tidak mendapat tempat dalam masyarakat, khususnya masyarakat Yahudi. Lukas juga menyatakan bahwa Injil itu mencakupi juga bangsa-bangsa lain, dan khususnya orang Samaria yang dipandang rendah oleh orang Yahudi pada masa itu.

Continue reading

THE ORDER OF DIVINE SERVICE OF MARRIAGE’S BLESSING

THE HYMN: No.

In The Name of Father, God Almigthy, and His Son and The Holy Spirit. Amen!

Continue reading

RUKUN ITU INDAH

KHOTBAH MINGGU 23 AGUSTUS 2009

EV.: MAZMUR 133 : 1 – 3

EP.: LUKAS 10 : 25 – 37

1. Belakangan ini kehidupan masyarakat tidak lagi diwarnai sikap saling menghormati dan saling menghargai. Lihatlah rentetan persoalan di tengah-tengah gereja, keluarga dan masyarakat. Terlebih semakin suburnya kekerasan menjadi bagian pergumulan kita bersama. Kekerasan di rumah tangga, nilai-nilai keagamaan (iman) yang semakin terkikis habis, seakan-akan hanya slogan dan simbol saja. Radikalisme yang melahirkan teror dan ancaman di tengah-tengah masyarakat dan bangsa. Demikian juga sikap saling curiga dan saling memfitnah semakin bertumbuh subur. Kehidupan semacam ini tidak saja menghancurkan persatuan dan kesatuan, tetapi juga semakin menjauhkan berkat Tuhan dalam kehidupan umat. Dimanakah kerukunan dalam kehidupan persekutuan itu ditempatkan? Tempat seharusnya bagi kerukunan umat ada di dalam lingkup keluarga, gereja (antardenominasi dan dalam denominasi), masyarakat (antarras, suku, dan agama). Bila dalam hal yang disebutkan ini kerukunan sama sekali tidak mendapat tempat, kehidupan keluarga, gereja, dan masyarakat jauh dari jamahan anugerah Allah.

Continue reading

HANYA DI DALAM KRISTUS ADA KEMERDEKAAN

Renungan, Sabtu 22 Agustus 2009

1 Korintus 3:17 “Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan”

Orang Yahudi sangat yakin dapat memahami Perjanjian Lama karena merasa diri memiliki janji-janji Allah. Namun Paulus sangat jelas melihat ada sesuatu yang menutupi mata mereka dan membekukan pikiran mereka. Selubung itu mengakibatkan mereka tidak bisa memahami maksud perjanjian Allah (ay. 14, 15).

Continue reading

KASIH ADALAH KEHENDAK ALLAH DALAM TINDAKAN

Renungan, Rabu 26 Agustus 2009

1 Yohanes 4:20, “Jikalau seorang berkata: “Aku mengasihi Allah,” dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barangsiapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya”.

Dalam ayat 20, Yohanes mengandaikan bahwa jika kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan, maka kasih yang sempurna melenyapkan kebencian juga. Bagi orang Kristen mengasihi saudaranya bukannya satu pilihan, melainkan satu kesempatan. Jadi tindakan mengasihi adalah satu kesempatan untuk merespon kasih yang telah terlebih dahulu berikan kepada manusia melalui Yesus Kristus. Kedua hal ini, mengasihi Allah dan mengasihi sesama adalah hukum yang berjalan bersamaan, bukan yang satu dilakukan, lalu yang satu ditinggalkan.

Continue reading

ANAK-ANAK PERJANJIAN

BAHAN SERMON EPISTEL

MINGGU 30 AGUSTUS 2009

Epistel: Galatia 4 : 22 – 28

1. Pendahuluan:

Surat Galatia ditulis Paulus karena alasan tertentu. Tidak terlalu lama, sejak ia meninggalkan jemaat-jemaat di Galatia yang baru didirikannya itu, Paulus diberitahu bahwa jemaat-jemaat itu dikacaukan oleh pengajaran yang justru merupakan kebalikan dari Injil.

Memang, ketika Paulus mulai mengabarkan Injil pada saat itu di sana juga telah tumbuh tradisi-tradisi tertentu dalam golongan-golongan jemaat Kristen. Dan saat itu Paulus tidak men-inkulturasi (menyesuaikan) kepada semua tradisi itu dan akibatnya ialah bahwa ia menggelisahkan gereja.

Continue reading

BAGAIMANAKAH SEORANG AYAH KRISTEN MENDIDIK ANAK-ANAKNYA?

Efesus 6:4 “Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan”.

Pengajaran firman Tuhan kepada anak perlu dilakukan secara berulang-ulang dan dengan tidak bosan-bosannya karena ini akan memudahkan anak untuk mengerti apa yang kita ajarkan. Dalam kitab Ulangan 11:19 jelas dikatakan, “Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”

Continue reading

KRISTUSLAH TELADAN KERUKUNAN

RENUNGAN, Kamis 27 Agustus 2009

Roma 15:5, “Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus”

Realisasi makna “kerukunan” dalam perjalanan waktu belakangan ini seakan sulit untuk ditemukan. Banyak berita kekerasan yang kita dengar dan lihat terjadi di tengah-tengah masyarakat, bangsa bahkan dalam hidup berjemaat kita. Berita kekerasan baik dalam rangka menegakkan pemerintahan (lihat saja berita terakhir di Venezuela, Myanmar, dll), dalam interaksi di tengah-tengah keluarga (KDRT), kekerasan dalam agama (karena pemahaman yang salah akan iman percayanya), dan lain-lain. Padahal, kita tahu semuanya, kekerasan dan kekacauan yang terjadi terus menerus akan menghambat pembangunan, solidaritas, persatuan dan kesatuan berbangsa dan bertanah air.

Continue reading

PANGGILAN UNTUK ANAK-ANAK PERJANJIAN

KHOTBAH MINGGU, 30 AGUSTUS 2009

Ev.: Kejadian 17 : 15 – 27

Ep.: Galatia 4 : 22 – 28

Anda pasti mengenal Ishak dan Ismael. Dua kakak beradik berlainan ibu tetapi satu bapak yaitu Abraham. Anak yang pertama, Ismael lahir dari ibu yang bernama Hagar, merupakan budak Sara isteri Abraham. Sedangkan Sara, melahirkan Ishak anak perjanjian antara Tuhan dengan Abraham, sebagaimana terdapat kitab Kejadian 16 : 1- 4; “Adapun Sarai, isteri Abram itu, tidak beranak. Ia mempunyai seorang hamba perempuan, orang Mesir, Hagar namanya. Berkatalah Sarai kepada Abram: “Engkau tahu, TUHAN tidak memberi aku melahirkan anak. Karena itu baiklah hampiri hambaku itu; mungkin oleh dialah aku dapat memperoleh seorang anak.” Dan Abram mendengarkan perkataan Sarai. Jadi Sarai, isteri Abram itu, mengambil Hagar, hambanya, orang Mesir itu, –yakni ketika Abram telah sepuluh tahun tinggal di tanah Kanaan–, lalu memberikannya kepada Abram, suaminya, untuk menjadi isterinya. Abram menghampiri Hagar, lalu mengandunglah perempuan itu. Ketika Hagar tahu, bahwa ia mengandung, maka ia memandang rendah akan nyonyanya itu”.

Ada banyak sikap yang ditunjukkan oleh nas khotbah kita minggu ini, baik dari sisi Hagar yang menganggap rendah Sarai yang mandul, ketidakyakinan Sarai akan janji Allah dan juga Abraham, kelihatan tidak percaya karena mengandalkan logika (umur yang tidak memungkin lagi untuk mendapatkan anak), namun akhirnya ia menyerahkan sepenuhnya dirinya kepada Allah yang mengadakan perjanjian tersebut.

1. Usia dan kemustahilan tidak dapat menghentikan kuasa dan kehendak Allah (ay.15-16). Abraham sudah ditetapkan Allah menjadi bapa sejumlah besar bangsa, yang pengukuhannya ada pada saat pemanggilannya untuk meninggalkan negeri dan sanak saudaranya serta rumah bapanya (baca Kej. 12:1-3, bnd. 17:6-7). Apakah yang mendasari pemanggilan tersebut? Jelas sekali bahwa motivasi yang melatar belakangi pemanggilan tersebut adalah supaya Allah menjadi Allahnya Abraham dan Allah keturunannya. Tetapi apakah mungkin? Inilah yang menjadi persoalan sebab Abraham tidak mempunyai keturunan karena Sarai mandul. Memang, Abraham mempunyai anak dari budak perempuannya, Hagar, yang diberi nama Ismael. Pertanyaan sekitar logika di satu sisi dapat dibenarkan, yah… memang karena umur. Namun apakah bijak, bila orang percaya mengandalkan logika/akal bila Tuhan sudah justru “berkunjung” dan menyatakannya kepada manusia. Apakah baik, membuat logika menjadi tolak ukur bila berhadapan dengan Allah, pemilik semesta alam? Theophany, kunjungan Allah menyatakan sesuatu yang mustahil menjadi realita, yang kabur menjadi jelas, yang tidak mungkin menjadi mungkin (bnd. Luk.1:37). Karena kuasa Allah mengatasi kemampuan logika manusia. Ternyata pemanggilan Allah bukanlah isapan jempol belaka, Dia tidak pernah berdusta. Allah berkenan memberitahukan bahwa Sarai menjadi Sara (“Ibu bangsa-bangsa yang melahirkan raja bangsa-bangsa”) sama seperti Abram menjadi Abraham (“bapak segala orang yang beriman”) yang menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain. Tuhan akan mewujudkan apa telah dikatakan-Nya, Sara akan melahirkan seorang anak. Pertanyaan yang terus berulang adalah “apakah mungkin?”

Continue reading

KRISTUS ADALAH SUMBER KERUKUNAN DAN KESATUAN JEMAAT

BAHAN SERMON EPISTEL

MINGGU, 6 SEPTEMBER 2009

EPISTEL: Roma 15 : 5 – 9

Pendahuluan. Surat Roma terdiri dari 2 bagian, yaitu:

1. Pasal 1-11 yang disebut bagian doktrinal, yaitu bagian pengajaran yang membicarakan secara theologis bagaimana seorang yang berdosa tidak ada harapan untuk bisa diselamatkan kecuali mendapatkan penebusan Kristus di dalam anugerahNya lalu menjadi anak Tuhan yang setia yang hidupnya memuliakan Tuhan. Roma 11:36 menjadi penutup dari seluruh rangkaian pengajaran doktrinal ini yaitu: sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Hidup adalah berasal dari Tuhan, diproses di dalam Tuhan, dan berakhir untuk Tuhan. Itulah hidup yang sejati.

Continue reading

BERSATU KARENA KRISTUS

KHOTBAH MINGGU 6 SEPTEMBER 2009

Ev.: Yohanes 17 : 14 – 23

Ep.: Roma 15 : 5 – 9

1. Doa Kristus. Doa adalah ungkapan terjelas dari kondisi hati orang terdalam. Hal ini dapat kita lihat di dalam perumpamaan Yesus tentang doa orang Farisi dan pemungut cukai (Luk.18:9-13). Dalam doa-Nya ini terpampang jelas siapa Yesus dalam kesadaran diriNya, apa sikapNya terhadap Bapa, terhadap para murid-Nya, dan terhadap semua orang yang percaya kepada-Nya.

Continue reading

TERBERKATILAH PEMBAWA DAMAI

RENUNGAN, Senin 7 September 2009

Matius 5:9, “Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah”

Ucapan Bahagia ini harus kita renungkan secara mendalam agar menjadi landasan, penentu arah, dan warna kehidupan kita. Ucapan Bahagia ini bukanlah alternatif etika namun keharusan, karena yang keluar dari mulut Yesus adalah wahyu khusus Allah.

Continue reading

HANYA DI DALAM YESUS KITA BERSATU

RENUNGAN, Selasa 8 September 2009

Yohanes 10 : 16 “Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala”.

Tugas gembala sangatlah jelas. Namun segera akan terjadi perbedaan dipandang dari sisi mana dia bekerja. Gembala yang baik rela berkorban bagi kawanan domba-Nya tanpa pamrih, tanpa upah. Berbeda dengan gembala upahan yang melakukan tugas bukan karena tanggung jawab tetapi karena upah yang diterima. Ia tidak segan-segan lari meninggalkan kawanan domba yang dipercayakan kepadanya, bila kesulitan muncul tiba-tiba. Para gembala yang dimaksud Yesus mungkin sekali adalah para ahli Taurat dan orang Farisi yang menentang Dia, yang tidak memimpin umat kepada hidup. Mereka bukan menjamin keselamatan para domba tetapi justru mencelakakan.

Continue reading

DI DALAM KRISTUS ADA DAMAI SEJAHTERA

RENUNGAN, Rabu 9 September 2009

Efesus 2:17 “Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang “jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang “dekat”.

Dalam nas ini sangat jelas bagaimana perseteruan (perselisihan, perbedaan, persoalan) antara Allah dengan manusia telah diselesaikan di dalam darah Kristus. Itu berarti tembok pemisah antara Allah dengan manusia telah dirubuhkan oleh kematian Yesus Kristus. Tidak hanya itu, segala perbedaan-perbedaan, tembok pemisah antara kaum Yahudi dan kaum non-Yahudi telah dirubuhkan oleh darah Yesus.

Continue reading

PEMELIHARAAN TUHAN ATAS ORANG PERCAYA

BAHAN SERMON EPISTEL

MINGGU, 13 September 2009

Ep.: 1 Raja-raja 17 : 7 – 16

1. Israel, Raja dan Hukuman. Kemungkinan besar kita semua sudah mengetahui bahwa Kerajaan Israel Raya terpecah dua pada tahun 931 BC, setelah Raja Salomo meninggal menjadi Kerajaan Israel Utara dengan ibukotanya di Samaria dan Kerajaan Israel Selatan dengan ibukotanya tetap Yerusalem.

Continue reading

HIDUP YANG MENGANDALKAN TUHAN

KHOTBAH MINGGU 13 SEPTEMBER 2009

Ev.: Kisah Para Rasul 28 : 1 – 10

Ep.: 1 Raja-raja 17 : 7 – 16

1. Allah berkarya di pulau Malta (ay.1-3). Pulau Malta adalah sebuah pulau yang berada di Laut Tengah. Sejak 218 seb. Mas. berada di bawah kekuasaan Romawi. Para penghuninya berbicara bahasa Fenesia yang menjadi bahasa ibu mereka. Tetapi mereka juga dapat berbicara bahasa Yunani dan bahasa Latin. Paulus kandas pada perjalanannya ke Roma di pulau Malta (Kis.28:1). Pulau Malta adalah juga sebuah tempat yang penting di jalan pelayaran kapal.

Continue reading

JANGAN DIAM SAJA, BERITAKANLAH FIRMAN TUHAN

BAHAN SERMON EPISTEL

MINGGU 20 SEPTEMBER 2009

Ep.: Yeremia 26 : 7 – 14

1. Latar belakang dan kehidupan Yeremia di zamannya. Pada dekade terakhir pemerintahan Manasye, pemerintahan terlama dan tersuram dalam sejarah Yehuda, lahirlah dua anak laki-laki sebagai pemberian Allah kepada bangsa yang sedang dilanda kemerosotan dan kehancuran moral itu. Pemerintahan yang berlangsung sekitar setengah abad ini diwarnai dengan maraknya kembali praktik penyembahan dewa-dewa Kanaan dan Asyur, praktik kuasa-kuasa gelap, pengorbanan manusia (termasuk dalam keluarga raja sendiri) dan sistem peradilan yang bobrok. Semua ini menjadi bahan cemoohan, sebagaimana tertulis dalam 2 Raja-raja 21:16, “Lagipula Manasye mencurahkan darah orang yang tidak bersalah sedemikian banyak, hingga dipenuhinya Yerusalem dari ujung ke ujung…

Continue reading

INTEGRITAS PELAYAN TUHAN

KHOTBAH MINGGU 20 September 2009

Ev.: 2 Korintus 11 : 7 – 16

Ep.: Yeremia 26 : 7 – 14

1. Paulus dan lawan-lawannya. Salah satu tantangan dalam upaya Pekabaran Injil yang dilakukan oleh rasul Paulus adalah adanya “rasul-rasul palsu, pekerja-pekerja curang, yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus” (2 Kor.11:13). Setidaknya mereka adalah orang-orang bodoh (11:19), atau yang paling parah adalah pelayan-pelayan iblis yang menyamar (11:14). Paulus menyebut mereka “rasul-rasul yang tak ada taranya itu” (11:5). Para rasul palsu ini telah menyelinap masuk ke jemaat Korintus. Siapakah mereka? Ada beberapa kesan tentang mereka:

Continue reading

HIDUP DALAM KERENDAHAN HATI ADALAH AWAL DARI KEBERPIHAKAN TUHAN

KHOTBAH MINGGU 27 SEPTEMBER 2009

EV.: RUT 2 : 8 – 16

EP.: FILIPI 2 : 1 – 11

1. Percakapan pertama antara Boas dan Rut. Percakapan ini adalah percakapan yang memang sangat dipengaruhi apa yang didengar oleh Boas mengenai Rut. Perilaku dan sikap Rut dalam hidupnya membuat Boas kagum dan salut kepadanya. Yang menjadi pertanyaan adalah siapakah Rut dan apa yang dilakukannya sehingga Boas tertarik untuk memulai suatu percakapan bahkan menolongnya?

Continue reading

TUHANLAH YANG MENYELAMATKAN

SERMON EPISTEL

MINGGU 4 OKTOBER 2009

EP.: YESAYA 46 : 3 – 4

1. Kitab Yesaya terbagi atas tiga bagian, yaitu:

a. Pasal 1 – 39             : proto Yesaya

b. Pasal 40 – 55         : deutro Yesaya

c. Pasal 56 – 66          : trito Yesaya

Nas epistel ini, tentu, adalah bagian dari deutro Yesaya. Yesaya (deutro) hidup pada masa pembuangan di Babel kira-kira tahun 540 seb.M. Siapakah orang-orang buangan itu? Menurut suatu catatan pada penutup kitab Yeremia (52:28-30), 4.600 orang Yehuda dibawa ke Babel dalam tiga gelombang antara tahun 598 dan 582 seb.M. Mungkin hanya kaum pria yang terhitung dalam angka itu, sehingga jumlah jiwa seluruhnya mencapai 15 sampai 20 ribu orang, mengingat bahwa anggota-anggota keluarga ikut dipindahkan. Orang-orang buangan ini berasal dari golongan atas di Yerusalem dan negeri-negeri sekitarnya dan terdiri atas kaum bangsawan, imam dan pegawai tinggi, ditambah dengan beberapa ratus ahli dan tukang serta tuan-tuan tanah di daerah sekitar kota. Mereka dibolehkan tinggal bersama-sama dan menetap dekat Babel; di situ mereka diijinkan mendirikan rumah-rumah, bertani dan berdagang, memelihara agama dan budaya sendiri, namun mereka diharuskan bekerja rodi pada saat tertentu dan selalu menurut perintah-perintah penguasa Babel.

Continue reading

TUHAN SATU-SATUNYA SUMBER SUKACITA KITA

KHOTBAH MINGGU 4 OKTOBER 2009

EV.: MAZMUR 28 : 6 – 9

EP.: YESAYA 46 : 3 – 4

1. HKBP patut bersyukur pada Minggu ini mengingat Ulang Tahun kelahiran yang ke-148 tahun. 148 tahun adalah umur yang panjang dan patut disyukuri. Walaupun tak dapat dipungkiri bahwa sebagai Gereja yang dinamis dalam gerak pelayanannya, HKBP mempunyai persoalan, tantangan dan ancaman. Namun sungguh luar biasa pemeliharaan dan penyertaan Tuhan untuk HKBP. Itulah dasar bagi kita untuk mengenal perbuatan tangan Tuhan yang setia senantiasa bersama-sama dengan HKBP.

Continue reading

PENYERTAAN TUHAN ADALAH KEKUATAN KITA

BAHAN SERMON EPISTEL

MINGGU 11 OKTOBER 2009

Ep.: Kejadian 39 : 1 – 10

Memperhatikan kehidupan Yusuf, maka kita kembali diingatkan tentang kisah anak kesayangan. Menjadi anak kesayangan tidaklah selalu menyenangkan. Ada saja beban yang didapatkan sebagai anak kesayangan, mulai dari kecemburuan sampai dengan keinginan untuk membunuhnya. Stigma Yusuf sebagai “anak kesayangan” menjadi salah satu persoalan di tengah-tengah keluarga Yakub, ada yang diistimewakan dan ada yang merasa dipinggirkan. Kenapa? Karena di situ tumbuhlah rasa cemburu, iri hati dan berbagai emosi negatif mewarnai interaksi sesama saudara (lih. Yak.3:16).

Continue reading

SALING MERENDAHKAN DIRI DAN MELAYANI SEPERTI KRISTUS

KHOTBAH MINGGU 11 OKTOBER 2009

EV.: YOHANES 13 : 12 – 17

EP.: KEJADIAN 39 : 1 – 10

Saudara-saudara, selamat berjumpa kembali. Nas Firman Tuhan hari ini menyapa kita untuk melakukan kehendak Sang Guru, yaitu Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita, Dia adalah teladan kita. Bila ada Guru, tentu ada murid, ada kurikulum, ada ujian (persyaratan untuk naik ke kelas berikutnya). Semuanya itu adalah bagian yang kita kenal dengan proses belajar mengajar. Nas ini adalah salah satu mata pelajaran dari Sang Guru, Yesus Kristus, bagaimana kita mau saling mengasihi dengan merendahkan diri dan mau saling melayani. Mari kita lihat beberapa hal penting di dalamnya.

Continue reading

JADILAH TELADAN

Renungan, Senin 12 Oktober 2009

1 Timotius 4 : 12 “Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu”.

Nas ini adalah nasehat yang menguatkan (strengthen) Timotius dari bapa rohaninya rasul Paulus. Nasehat itu bukan untuk mengendorkan semangatnya dalam pelayanan tetapi agar Timotius setia dan menjadi teladan. Ternyata, melayani dalam usia muda memiliki tantangan tersendiri. Pelayan yang harus tunduk kepada kehendak Tuhan, sementara di sisi lain harus menghadapi gejolak darah kemudaannya.

Continue reading

MENJADI KRISTEN YANG BERMANFAAT

RENUNGAN, SELASA 13 OKTOBER 2009

Matius 5 : 13 “Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang”.

Khotbah Yesus tentang garam dan terang dunia pada intinya menekankan bahwa Kristen tidak boleh hidup sebagai ‘gated community‘ (masyarakat yang dipagari). Kristen harus berbaur dengan masyarakat sebab hanya Kristen yang dapat menjadi garam dan terang dunia. Apa artinya?

Continue reading

HIDUP BIJAK ATAU HIDUP MALANG?

RENUNGAN, RABU 14 OKTOBER 2009

Amsal 13 : 20 “Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang”.

Membentuk watak tak bisa secara instan. Membangun karakter tak mungkin dilakukan dalam sekejap mata. Sebab karakter itu merupakan kumpulan dari habitus, semacam insting perilaku yang sudah mendarah daging dan karenanya kenyal tak gampang patah. Terbentuknya karakter yang baik ditentukan kecenderungan, perhatian (atensi) seseorang.

Continue reading

SUKACITA DI DALAM TUHAN

RENUNGAN, KAMIS 15 OKTOBER 2009

Filipi 4:4-5 “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat!”

Pertanyaan yang segera muncul dari nas ini bagi banyak orang adalah “apakah mungkin bersukacita senantiasa? Emang bisa? Masak, ketika kita berduka, menangis sekaligus tertawa? Imposible”. Meskipun banyak anggapan mengatakan bahwa anjuran ini tidak realistis dan mustahil untuk dilakukan, tetapi perintah ini dianjurkan oleh orang dalam posisi menderita, Paulus kepada jemaat yang juga terancam aniaya, Filipi! Yang mustahil menjadi mungkin, sebab sukacita yang dimaksud tidak bergantung kepada situasi atau peristiwa-peristiwa tertentu, melainkan sukacita yang keluar dari hati dan jiwa yang dipenuhi oleh damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal, dan yang memelihara hati dan pikiran kita dalam Kristus Yesus (ayat 7; bdk. Yoh. 14:27).

Continue reading

DENGARKANLAH NASIHAT DAN TERIMALAH DIDIKAN

RENUNGAN, JUMAT 16 OKTOBER 2009

Amsal 19:20-21 “Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan. Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan TUHANlah yang terlaksana”.

Nas hari ini menyapa kita untuk tidak meremehkan nasihat dan didikan. Itu sebabnya ayat ini dimulai dengan kata “dengarkanlah”. Kata itu mengajak kita untuk lebih memberi perhatian kepada nasihat dan didikan. Nasihat dan didikan itu yang akan mengarahkan kita untuk memilih hidup menjadi bijak dan tentu memperoleh sukacita di masa depan.

Continue reading

MAWAS DIRI

RENUNGAN, SABTU 17 OKTOBER 2009

1 Korintus 15 : 33 – 34 “Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu”.

Pergaulan yang baik akan menghasilkan kebiasaan yang baik, dan tentu, pergaulan yang buruk adalah hasil dari kebiasaan yang buruk. Namun bila kita sudah mempunyai kebiasaan yang baik, tetapi melarutkan diri dalam pergaulan yang buruk maka nilai kebaikan itu akan serta merta luntur dan akhirnya hilang. Demikianlah juga rasul Paulus mengingatkan orang-orang Korintus tentang baiknya seseorang sadar akan dirinya yang sudah ditebus dan hidup dalam kebangkitan Kristus. Kata ‘sadar’ hendak mengingatkan banyak orang untuk tidak tertidur atau terlena dengan keadaan yang memabukkan, keadaan yang menjauhkan seseorang dari nilai dan kebiasaan baik.

Continue reading

PANGGILAN TUHAN DAN RESPON MANUSIA

KHOTBAH MINGGU 18 OKTOBER 2009

EV.: Keluaran 4 : 10 – 17

EP.: 2 Timotius 4 : 1 – 5

1. Panggilan Musa. Pola kisah dalam Kel 3:1-4:31 menonjolkan kombinasi

a. perutusan bagi pihak yang dipanggil oleh pihak yang lebih tinggi,

b. keberatan pada perutusan tersebut oleh pihak yang dipanggil,

c. penghiburan dan jaminan keberhasilan dari pihak yang lebih tinggi, dan

d. beberapa petunjuk penerimaan dan keberhasilan perutusan itu.

Continue reading

PEMIMPIN YANG BERPEGANG TEGUH KEPADA FIRMAN TUHAN

KHOTBAH MINGGU 25 OKTOBER 2009

Ev.: Yosua 1 : 6 – 9

Ep.: Yohanes 21 : 20 – 25

Siapakah Yosua?

Sebelum merenungkan nas khotbah Minggu ini, perlu kita mengenal siapakah Yosua. Dia adalah pemimpin suku Efraim dan menjadi salah seorang dari 12 pengintai yang di pilih Musa untuk mengintai tanah Kanaan (baca Bilangan 13). Sebelumnya Yosua bernama Hosea Bin Nun, tetapi oleh Musa dinamai Yosua. Dalam bahasa Ibrani, Yosua berarti “Allah Menyelamatkan” (yehôshûa‛ – Jehovah-saved). Dan ternyata benar Yosua adalah salah satu orang yakin bahwa Tuhan akan membawa bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian (Bilangan 14:6-8). Dan Yosua sendiri di pilih Tuhan untuk menggantikan Musa.

Continue reading

HIDUP YANG BERPAUT KEPADA ALLAH

SERMON EPISTEL MINGGU 1 NOVEMBER 2009

Ep.: Yosua 24 : 14 – 24

1.    Siapakah Yosua? Yosua adalah pemimpin suku Efraim dan menjadi salah seorang dari 12 pengintai yang di pilih Musa untuk mengintai tanah Kanaan (baca Bilangan 13). Sebelumnya Yosua bernama Hosea Bin Nun, tetapi oleh Musa dinamai Yosua. Dalam bahasa Ibrani, Yosua berarti “Allah menyelamatkan” (yehoshua‛ – Jehovah-saved). Dan ternyata benar Yosua adalah salah satu orang yakin bahwa Tuhan akan membawa bangsa Israel masuk ke tanah perjanjian (Bilangan 14:6-8). Dan Yosua sendiri di pilih Tuhan untuk menggantikan Musa. ̂̂

Continue reading

MEMBERI DENGAN SUKARELA

SERMON EPISTEL 8 NOVEMBER 2009

Ep.: 2 Korintus 9 : 6 – 15

1. Memahami surat 2 Korintus. Paulus menulis surat kiriman ini kepada jemaat di Korintus dan kepada orang percaya di seluruh Akhaya (2 Kor.1:1), dengan menyebut namanya sendiri sebanyak dua kali (2 Kor.1:1; 10:1). Setelah mendirikan jemaat di Korintus selama perjalanan misinya yang kedua, Paulus dan jemaat itu sering berhubungan karena masalah dalam jemaat. Urutan hubungan ini dan latar belakang penulisan 2 Korintus adalah sebagai berikut: Pertama, setelah beberapa kali berhubungan dan surat-menyurat yang awal di antara Paulus dengan jemaat itu (misalnya: 1 Kor.1:11; 5:9; 7:1), maka Paulus menulis surat 1 Korintus dari Efesus (awal tahun 55/56). Kedua, setelah itu Paulus menyeberangi Laut Aegea menuju Korintus untuk menangani masalah yang berkembang dalam jemaat. Kunjungan ini di antara 1 dan 2 Korintus (bnd. 2 Kor.13:1-2) merupakan suatu kunjungan yang tak menyenangkan, baik bagi Paulus maupun bagi jemaat itu (2 Kor.2:1-2). Ketiga, setelah kunjungan ini, ada laporan disampaikan kepada Paulus di Efesus bahwa para penentang di Korintus itu masih menyerang pribadinya dan wewenang rasulinya, dengan harapan agar mereka dapat membujuk sebagian jemaat itu untuk menolak Paulus. Keempat, sebagai tanggapan terhadap laporan ini, Paulus menulis surat 2 Korintus dari Makedonia (akhir tahun 55/56). Kelima, segera sesudah itu, Paulus mengadakan perjalanan ke Korintus lagi (2 Kor. 13:1, dan tinggal di situ selama lebih kurang tiga bulan (bnd. Kis.20:1-3a). Dari situ ia menulis kitab Roma.

Continue reading

IBADAH YANG MEMBERLAKUKAN KASIH, KEADILAN DAN MEMBEBASKAN BELENGGU

KHOTBAH MINGGU 8 NOPEMBER 2009

Ev.: Yesaya 58 : 4 – 12

Ep.: 2 Korintus 9 : 6 – 15

1. Pesan Yesaya terutama ditulis untuk bangsa Yehuda yang berada dalam pengasingan di Babel. Pengasingan ini merupakan konsekuensi dari Yesaya bagian pertama, “Penghakiman”. Tetapi, sekarang Yesaya mendapat kata baru yaitu “keselamatan”. Bangsa Yehuda di Babel tidak boleh putus asa: Allah akan menghampiri mereka dan mereka akan diselamatkan.

Continue reading

MEMBERI TIDAK PERNAH SIA-SIA

RENUNGAN, SENIN 9 NOPEMBER 2009

Kisah Para Rasul 20:35 “Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.”

  1. “Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima,” (Kis. 20 : 35b). Perkataan ini tampaknya berbeda jauh dengan pandangan banyak orang dewasa ini. Sebab, yang dialami, dirasakan, dan diyakini oleh banyak orang justru sebaliknya. Banyak orang merasa lebih berbahagia menerima ketimbang memberi. Itulah sebabnya banyak orang lebih sering mengucapkan terima kasih ketika menerima sesuatu, dan sebaliknya jarang mengucapkan terima kasih ketika diberi kesempatan dan memang mampu untuk memberi sesuatu. Jangankan mengucapkan terima kasih untuk kesempatan memberi, banyak orang malah enggan memanfaatkannya (walaupun mampu); atau kalau akhirnya mau memberi, ia melakukannya dengan kurang antusias.
  2. Continue reading

KASIH YANG MEWUJUD DALAM TINDAKAN

RENUNGAN, SELASA 10 NOPEMBER 2009

Roma 12 : 13 “Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!”

Di ayat 13 ini, Paulus mengemukakan konsep tentang kasih di dalam persekutuan yang bertalian dengan belas kasihan, yaitu: kasih yang membantu. Di ayat 13, Paulus mengungkapkan, “Bantulah dalam kekurangan orang-orang kudus dan usahakanlah dirimu untuk selalu memberikan tumpangan!”

Continue reading

JADILAH SAKSI ATAS KEBESARAN TUHAN

SERMON EPISTEL MINGGU 15 NOPEMBER 2009

Ep.: Yesaya 43 : 8 – 13

1. Kitab Yesaya ini disebut menurut nama seorang nabi besar yang hidup di Yerusalem dalam bagian kedua abad kedelapan s.M.. Nama Yesaya diambil dari bahasa Ibrani: ישׁעיהו Yeshayahu atau Yəša‘ăyāhû. Arti daripada nama ini adalah “Penyelamatan Yahwe”. Seluruh kitab ini dapat dibagi dalam tiga bagian:

Continue reading

KEPEDULIAN KITA ADALAH WUJUD KASIH KRISTUS

RENUNGAN, KAMIS 12 NOPEMBER 2009

Galatia 6 : 2 “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus”.

Ayat ini sering sekali dipakai oleh pribadi maupun organisasi untuk mengingatkan orang lain akan tugas dan tanggungjawab sebagai orang Kristen. Ayat ini sebenarnya didasarkan oleh kasih Kristus. Kasih Kristus, itulah bingkai dari perbuatan kasih kepada sesama, yang menyentuh kehidupan sesama. Ternyata tuntutan ini menjadi penting, ketika banyak orang tidak mengindahkan tindakan nyata yang harus dilakukan dalam kehidupan ini. Beriman hanya di dalam konsep, tersimpan di dalam hati, tidaklah baik. Segala sesuatu yang kita percaya harus mewujud di dalam perbuatan dan tindakan kepada sekitar.

Continue reading

DIBURI JALA DIPASAKSAK DIBAGASAN MUDAR NI BIRUBIRU I GABE MIAN DIHABANGSA NI DEBATA

SERMON EPISTEL MINGGU 22 NOVEMBER 2009

(Pangungkapon 7 : 9 – 17)

Oleh: Pdt. Lelim Yan Fransher Limbong, STh

1.    Songon tangkas itaboto ianggo isi ni buku Pangungkapon on, secara umum, hapapatar taringot tu angka na naeng masa sogot (panurirangon) na nilehon ni Debata tu apostel Johannes uju tarbuang ibana tu Pulau Patmos. Gumodang do angka na niida ni Apostel Johannes on bernuansa eskhatologis (eskaton = hari-hari terakhir), Maranatha manang parousia (haroro ni Tuhan Jesus) dohot na masa dihabangsa ni Debata. Ibarat ni sada “buku carita”, mansai godang do dinamika dohot konflik na masa na pinaandar ni buku Pangungkapon on. Secara umum, dinamika manang konflik i paporsukporsuk pemeran protogonis (na burju, siula na denggan) jala pasonangsonang pemeran antagonis (na jungkat, na jat). Alai, anggo ujung ni saluhutna, ima happy ending (akhir bahagia) tu pemeran protogonis jala sad ending (akhir yang mendukakan, menyengsarakan) tu pemeran antagonis. Jala angka na parsidohot mamparsaulihon happy ending holan angka na monang, na manahan ro di ujungna, na burju rasirasa mate (pat. Pang. 2 : 7, 10 – 11, 17, 26; 3 : 5, 12, 21; 15 : 2; 21 : 7). Pangapulion jala gogo na sian Debata do on tu angka na manghophop haporseaonna tu Debata dibagasan Kristus, na tongon dibagasan haporsuhon godang. Tongon dianiaya jala marutang hosa (talpe tu hamatean) do huria na parjolo i dina marhaporseaon tu Debata dibagasan Kristus. Manahan ma nian huria i dihaporseaon, dihaburjuon dohot pangoloionna tu Birubiru ni Debata. Ipeop ma na nidok ni Tuhan Jesus: ”Unang pola mabiar hamu mida angka na mambunu daging, angka na so tuk mambunu tondi; alai na marhuaso mangagohon daging dohot tondi tu na roko, i do sihabiaranmuna (Mateus 10 : 28)”.

Continue reading

MEMENTO MORI: Kajian singkat tentang MINGGU ”PARNINGOTAN DI ANGKA NAUNG MONDING”

1. Pada hari Minggu ini, 22 November 2009, sesuai dengan kalender Gerejawi HKBP, akan menyelenggarakan Ibadah Akhir Tahun (“Ujung Taon Parhuriaon”) sekaligus “Parningotan di angka naung monding”. Ibadah Akhir Tahun berarti bahwa HKBP akan memasuki masa-masa Advent. Kata “Advent” berasal dari bahasa Latin, yaitu: “Adventus” yang berarti kedatangan Allah. Istilah ini dahulu dipakai dalam kekaisaran Romawi untuk menyambut kedatangan kaisar yang dianggap sebagai dewa, kemudian dipakai oleh pengikut-pengikut Kristus untuk menyatakan bahwa bagi mereka bukan kaisar, melainkan Kristus adalah Raja dan Tuhan. Masa Advent adalah masa persiapan sebelum Natal, yakni masa persiapan untuk menghayati makna kedatangan Kristus, sesuai dengan penantian Mesias oleh umat Israel yang terungkap dalam Alkitab Perjanjian Lama, juga sehubungan dengan kedatanganNya pada akhir Zaman. Namun, bukan Minggu Advent yang hendak dijelaskan dalam tulisan ini, tetapi Minggu “Parningotan di angka naung monding”.

Di Gereja HKBP, Minggu “Parningotan di angka naung monding” dilaksanakan pada Minggu ketiga bulan November atau minggu terakhir sebelum Minggu Advent I (tahun ini pada tanggal 22 November 2009). Di Gereja Roma Katolik, hal ini dilaksanakan pada tanggal 2 November (lih. Pdt. DR. A.A. Sitompul, Bimbingan Tata Kebaktian Gereja: Suatu studi perbandingan, BPK-GM, Jakarta, 1993, hl. 87).

Di kalangan Gereja Evangelis pesta ini dimulai sejak pemerintahan raja Friderich Wilhelm III tahun 1816 yang mengadakan pesta peringatan bagi orang-orang yang meninggal dunia dalam masa perang kemerdekaan. Pada masa sekarang ini minggu tersebut diadakan pada minggu akhir gerejawi (bulan November) dan di Eropa minggu ini disebut dengan minggu abadi, di mana minggu itu tidak hanya berhubungan dengan saat-saat terakhir sebelum kematian tetapi juga menunjuk kepada hari-hari penggenapan janji Allah pada akhir dunia ini, sehingga di dalamnya terdapat berita penghiburan dan berita kesukaan.

Continue reading

PERCAYA KEPADA YESUS KRISTUS ADALAH JALAN MENUJU KEPADA KEHIDUPAN KEKAL

KHOTBAH MINGGU, 22 NOVEMBER 2009

Evangelium: Yohanes 11 : 25 – 26

Epistel: Wahyu 7 : 9 – 17

1. Pada hari Minggu ini, 22 November 2009, sesuai dengan kalender gerejawi, HKBP memasuki Minggu yang disebut dengan Minggu “Ujung Taon Parhuriaon” dan sekaligus “Parningotan di angka naung monding”. Sebagai minggu akhir penutup kalender gerejawi, tentu kita masing-masing perlu merenung ulang (flasback) perjalanan kehidupan selama satu tahun kalender gerejawi ini. Itu sangatlah penting, mengingat bahwa tahun 2009 ini telah ditetapkan oleh Gereja kita HKBP sebagai tahun diakonia, tahun pelayanan “parasinirohaon”, sudahkah itu terlaksana? Paling tidak, kita menginginkan bahwa setiap warga jemaat mau untuk “ber-diakonia”. Itu adalah salah satu panggilan gereja di dunia ini.

Continue reading

“SUATU BINTANG TERBIT DARI YAKUB”: GAMBARAN AWAL MENGENAI MESIAS

KHOTBAH MINGGU ADVENT I, 29 NOVEMBER 2009

Evangelium: BILANGAN 24: 15-17

Epistel: Wahyu 22: 16-20

1. Kitab keempat dari lima kitab Taurat ini melanjutkan sejarah umat Israel yang keluar dari Mesir dan yang sedang diper-siapkan untuk masuk ke Tanah Perjanjian, Tanah Kanaan. Di empat pasal pertama, kita bertemu dengan beberapa pengaturan umat di sekitar perkemahan mereka di kaki Gunung Sinai. Ada sensus umum yang menghitung jumlah laki-laki berumur 20 tahun ke atas yang dianggap sanggup berperang, dari masing-masing suku kecuali suku Lewi, yang dikhususkan untuk pelayanan kemah suci (ps. 1). Dilanjutkan dengan sensus khusus suku Lewi dan pembagian tugas pelayanan masing-masing puak di ps. 3-4. Pasal dua membicarakan pengaturan perkemahan mereka yang dipusatkan pada bangunan Kemah Suci.

Kitab Bilangan unik karena mengandung beragam genre/jenis sastra. Ada peraturan-peraturan Taurat baik yang bersifat ritual maupun aturan-aturan sehari-hari yang dijabarkan dengan rinci (ps. 5-6, 7, 8, 27-30). Ada daftar sensus masing-masing suku (ps. 1, 26). Ada narasi perjalanan Israel dan berbagai hambatan ketika hendak menuju Tanah Kanaan (ps. 10-25). Ada puisi-puisi di dalam penceritaan narasi tersebut (ps. 23-24). Ada daftar kota-kota atau daerah-daerah yang disinggahi Israel dalam perjalanan mereka di padang gurun menuju Tanah Kanaan (ps. 33). Beberapa peraturan baru dicatatkan pada pasal-pasal terakhir kitab ini. Secara sejarah, kitab ini mengisahkan generasi pertama Israel yang keluar dari Mesir akhirnya tak dapat masuk ke Tanah Perjanjian karena ketakpercayaan dan pemberontakan mereka terhadap Tuhan. Sedangkan generasi kedua, yang ketika keluar dari Mesir masih di bawah 20 tahun, dipersiapkan untuk masuk ke Tanah Kanaan.

Secara teologis, kitab ini menyajikan hukuman dan anugerah Tuhan kepada umat yang bebal. Generasi pertama dihukum tidak menerima warisan Tanah Perjanjian. Generasi kedua yang sama bebalnya, dianugerahi kesempatan untuk menikmati warisan tersebut. Pemeliharaan Allah nyata atas umat yang sebenarnya tak layak menerimanya, tetapi pada saat yang sama mereka tetap bertanggung jawab untuk setia dan bersandar pada Tuhan.

Continue reading

TUHAN AKAN DATANG, PERSIAPKAN JALAN BAGI-NYA

KHOTBAH MINGGU ADVENT II

6 Desember 2009

Ev.: Maleakhi 3: 1 – 4

Ep.: 1 Petrus 2: 11 – 12

1. Nama Maleakhi berarti “utusanku”; nama ini berasal dari kata “Malakhiah” yang artinya “utusan Tuhan”. Dia adalah seorang Yahudi saleh yang tinggal di Yehuda masa pasca pembuangan, rekan se-zaman Nehemia. Kepercayaannya yang kokoh akan perlunya kesetiaan kepada perjanjian (Mal. 2: 4, 5, 8, 10) dan yang melawan ibadah yang munafik dan tak bersungguh-sungguh (Mal. 1:7-2:9), penyembahan berhala (Mal. 2:10-12), perceraian (Mal. 2:13-16), dan mencuri persepuluhan dan persembahan yang menjadi milik Allah (Mal. 3:8-10) semua ini menunjuk kepada seorang yang memiliki integritas teguh dan pengabdian kuat kepada Allah.

Continue reading

BUKAN KONEKSI TETAPI RELASI

KHOTBAH MINGGU ADVENT III

13 DESEMBER 2009

EV.: LUKAS 13 : 23 – 30

EP.: 2 TESALONIKA 2 : 13 – 17

1. Untuk memahami nas khotbah Minggu ini, ada beberapa hal yang harus kita cermati, yaitu:

a. Konteks nas (Lukas 13:23-30) ini, adalah perjalanan Yesus ke Yerusalem (lihat ay. 22 “Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem”). Mengingat waktu Tuhan Yesus, maka tinggal sedikit waktu lagi untuk mengambil keputusan terhadap pengajaran yang diberikan oleh Tuhan Yesus. Orang-orang harus sesegera mungkin mengambil sikap, apakah menerima atau menolak pengajaran Yesus.

Continue reading

ALLAH TETAP BEKERJA UNTUK KITA

RENUNGAN, SABTU 2 JANUARI 2010

1. BERNYANYI BE 208 : 2  ”ALE DONGAN NA SAROHA”

Pangondian do AnakNa naung ro tu portibi on/ Paluahon sian dosa hita na marjea on/ Jesus Kristus i do goar ni pangondinganta i/ Ai Ibana do manggarar utang ni pardosa i.

Continue reading

FONDASI HIDUP

RENUNGAN, SENIN 4 Januari 2010

1.   BERNYANYI BE 184 : 1 ”AUT NA SARIBU HALI GANDA”

Nunga tung jumpang au ojahan ni tondingki na mago i/ Mudar ni Jesus do manahan saleleng ni lelengna i/ Nang mago pe portibi on tongtong do hot ojahan on.

2.   AYAT HARIAN

MATIUS 7 : 24 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu”.

Continue reading

TUHAN YESUS DASAR KESELAMATAN BAGI BANGSA-BANGSA

RENUNGAN, SELASA 5 JANUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 102 : 5 “O TONDI PARBADIA BONGOTI”

Ho batu mamak na togu, na tau ojahan situtu, paojak rohanami/ Tu hata hasintongan i, tung unang olo lilu be nang sada sian hami/ Lehon roha na tumogu, na umburju, manggoari Jesus Kristus Tuhannami.

2.   AYAT HARIAN

MATIUS 21 : 42 Kata Yesus kepada mereka: “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita”.

Continue reading

BATU PENJURU YANG TEGUH!

RENUNGAN, RABU 6 JANUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 102:5  “O TONDI PARBADIA BONGOTI”

Ho batu mamak na togu, na tau ojahan situtu, paojak rohanami/ Tu hata hasintongan i, tung unang olo lilu be nang sada sian hami/ Lehon roha na tumogu, na umburju manggoari Jesus Kristus Tuhannami.

2.   AYAT HARIAN

YESAYA 28 : 16 Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: “Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!”

Continue reading

POKOK-POKOK KHOTBAH MINGGU, 10 JANUARI 2010

POKOK-POKOK KHOTBAH MINGGU, 10 JANUARI 2010

EVANGELIUM :  MATIUS 12 : 46 – 50

EPISTEL :  EFESUS 2 : 11 – 22

1.     Ucapan Yesus pada ayat 49 memberi kesan seolah Dia kurang menghargai ibu dan saudara-saudara-Nya yang secara jasmaniah mempunyai hubungan keluarga. Namun dalam Luk. 2:51 dikatakan bahwa Dia tetap hidup dalam asuhan kedua orang tua-Nya. Jadi Yesus tetap menghargai keluarga jasmaniah-Nya di dunia ini. Oleh sebab itu Dia mengkritik orang Farisi yang lebih mementingkan adat istiadat daripada menghormati ibu bapanya (bnd. Mat. 15.4-9). Meskipun demikian Yesus mengajarkan bahwa di atas segalanya kita harus lebih menghormati Bapa yang di sorga.

Continue reading

DIA ADALAH JAWABAN ATAS SEGALA PERSOALAN KITA

RENUNGAN, KAMIS 7 JANUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 501 : 2 “SAI DITOGUTOGU JESUS”

Sai diiringiring Jesus au na gale situtu/ Ditungkoli do langkangku diparmudu au burju/ Molo loja au mardalan nang maheu tondingki/ LehononNa aek na tio sian batu mamak i/ LehononNa aek na tio sian batu mamak i.

2.   AYAT HARIAN

1 KORINTUS 10 : 4 ”Dan mereka semua minum minuman rohani yang sama, sebab mereka minum dari batu karang rohani yang mengikuti mereka, dan batu karang itu ialah Kristus”.

Continue reading

YESUS SANG MESIAS DAN DASAR GEREJA

RENUNGAN, JUMAT 8 JANUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 117 : 4 “JAHOWA DEBATANTA DO”

Ai hata ni Jahowa i ndang dapot ungkitonna/ Tuhanta manjagahon i ditungkol naposoNa/ Hosanta, arta pe, ugasan sasude dirampas musu i/ Antong mahua i? Hot do harajaonNa.

2.   AYAT HARIAN – MATIUS 16 : 18

Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

Continue reading

HIDUP YANG BERGUNA SEBAGAI BATU HIDUP

RENUNGAN, SENIN 11 JANUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 363 : 11 “HAMU SALUHUT HARAJAON”

Ianggo batu binolongkon ni angka pande bagas i/ Jahowa do na pajongjongkon baen batu na di suhi i/ Na pinatupa ni Jahowa do i na longang situtu/ Do roha ni na marnidasa, huhut marsomba be burju.

2.   AYAT HARIAN – 1 PETRUS 2 : 5

Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

Continue reading

ALLAH TURUT BEKERJA

RENUNGAN, SELASA 12 JANUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 128 : 1 “DITANDA DEBATANTA”

Ditanda Debatanta na di Ibana i/ na metmet nang na balga di nasa bangso i/ Ndang mago loasonNa nang sada sian i/ Ditogu do sudena tu hasonangan i/ Ditogu do sudena tu hasonangan i.

2.   AYAT HARIAN – ROMA 8 : 29

Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara.

Continue reading

AKU HARUS BERADA DI RUMAH BAPAKU

RENUNGAN, RABU 13 JANUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 22 : 1, 4  ”TUNG BEASA AU HOLSOAN”

Nunga ro di parguruan hami on na dison, masihangoluan/ Jesus sai huingot hami HataMi, nidokMi, Ho naeng dongannami.

Pabotohon ma tu hami holong ni rohaMi na pangolu hami/ Asa lam mardos ni roha hami on sai tongtong mangalo na roa.

2.   AYAT HARIAN – LUKAS 2 : 49

Jawab-Nya kepada mereka: “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?”

Continue reading

YESUS SANG PEMIMPIN

RENUNGAN, KAMIS 14 JANUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 105 : 3, 4  ”DEBATA DO MANGGOMGOMI”

Patuduhon ma di hami dalan hangoluan i/ Paimbaru rohanami sai padao ma dosa i/ Pargogoi ma hami be tu na denggan sasude.

Pabotohon ma tu hami na hinatindangkonMi/ Anak ni Debata hami. Na marhaojahan di/ Mudar ni usehon ni Anak ni Debata i.

2.   AYAT HARIAN – IBRANI 2 : 11

Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara.

Continue reading

PENGAMPUNAN DARI TUHAN ADALAH SUKACITA KITA

RENUNGAN, JUMAT 15 JANUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 467 : 1, 4 “ASI NI ROHAM HUPUJI”

Asi ni rohaM hupuji ala Ho manobus au/ Di paias Ho rohangku, gabe soranganMu Au/ IngananMu rohanami TondiMi manggohi i/ Pangke dohot ngolunami gabe ulaulaMi.

Sai papulik rohanami gabe pangoloi di Ho/ Asa marsahala hami lao mangkatindangkon Ho/ IngananMu rohanami TondiMi manggohi i/ Pangke dohot ngolunami gabe ulaulaMi.

2.   AYAT HARIAN – YESAYA 57 : 19

Aku akan menciptakan puji-pujian. Damai, damai sejahtera bagi mereka yang jauh dan bagi mereka yang dekat — firman TUHAN — Aku akan menyembuhkan dia!

Continue reading

KITA TIDAK HANYA WARGA DUNIA, TETAPI JUGA WARGA SURGA

RENUNGAN, SABTU 16 JANUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 354 : 1 “SAI TONG MAIMAIMA DO”

Sai tong maimaima do rohanta i di Jesus/ Ibana haluaon do di angka naung tinobus/ Ro do muse Tuhanta i mardongan hasangapon i/ Sai ro ma Ho, o Jesus, sai ro ma Ho, o Jesus.

2.   AYAT HARIAN – FILIPI 3 : 20

Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat.

Continue reading

KESATUAN ORANG KRISTEN

KHOTBAH MINGGU II SETELAH EPIPANIAS

MINGGU, 17 JANUARI 2010

Evangelium: Yohanes 17:20-23

Epistel: Roma 15:1-6

KESATUAN ORANG KRISTEN

“supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku”.

(Yohanes 17:21)

1. Saudara-saudara yang terkasih di dalam Kristus Yesus Tuhan kita, selamat berjumpa kembali. Nas khotbah kita diambil dari Yohanes 17:20-23. Nas ini adalah salah satu bagian dari Doa Syafaat Tuhan Yesus ketika hendak menghadapi peristiwa penderitaan yang berakhir pada penyaliban Tuhan Yesus. Doa ini sering disebut dengan DOA KEIMAMAN (Tangiang Hamalimon) Tuhan Yesus. Doa ini membuktikan bahwa betapa Tuhan Yesus hendak menyerahkan diriNya sepenuhnya dan juga apa yang dialamiNya, digumuliNya, dan yang kepunyaanNya kepada Bapa yang mengutusNya. Penyerahan diri ini membuktikan betapa Tuhan Yesus Kristus tunduk kepada Bapa. Ketaatan ini menjadi haruslah menjadi model dan teladan bagi umat percaya di mana pun berada. Ketaatan mutlak Tuhan Yesus menjadikan bentuk baru kehidupan spiritualitas umat percaya. Bukti umat Kristen percaya dan mengasihiNya adalah dengan kepatuhan, ketaatan dan ketundukan kepada Allah.

Continue reading

MENJALANI KESATUAN KITA DI DALAM KRISTUS

RENUNGAN, SENIN 18 JANUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 123 : 3  ”ALE DONGAN NA SAROHA”

Sai pasada ale Tuhan angka na porsea i/ Asa masihaholongan songon na pinatikMi/ Dibagasan hasintongan i do pinangidoMi/ Sai padomu angka dongan na tutu sinondangMi.

2.   AYAT HARIAN – EFESUS 4 : 4

Satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu.

Continue reading

PILIHLAH KEHENDAK TUHAN

RENUNGAN, SABTU 23 JANUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 262 : 2 “JAHOWA TUHANKI”

Urupi au mandok na patut dohononku/ Asa ture hudok, na roa oromonku/ Tung baen ma au gomos mandok na patut i/ Margogo ma antong baen dohot hatangki.

2.   AYAT HARIAN – MAZMUR 1 : 1

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh.

Continue reading

HIDUP SEHATI SEJIWA DAN SALING BERBAGI

RENUNGAN, JUMAT 22 JANUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 120 : 6 “ALE IMMANUEL TATAP”

Sai hamonangkon sude hajolmaon, taiti sandok manisia tu Ho/ Asa diboan sude hasangapon dohot pelean na hushus di Ho/ Jala dipuji sude manisia Ho, ale Tuhan, na tong marmulia.

2.   AYAT HARIAN – KISAH PARA RASUL 4 : 32

Adapun kumpulan orang yang telah percaya itu, mereka sehati dan sejiwa, dan tidak seorang pun yang berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri, tetapi segala sesuatu adalah kepunyaan mereka bersama.

Continue reading

KRISTUS HADIR MENGHAPUSKAN DISKRIMINASI

RENUNGAN, KAMIS 21 JANUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 369 : 1 “O JESUS PANONDANG”

Na marhahaanggi hita sasude/ Ndang mardia imbar manang ise pe/ Asing be hatanta nang luatta pe/ Sada do Amanta i taingot be.

2.   AYAT HARIAN – GALATIA 3 : 28

Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang merdeka, tidak ada laki-laki atau perempuan, karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus.

Continue reading

KEJARLAH KARUNIA ROH UNTUK SALING MEMBANGUN

RENUNGAN, RABU 20 JANUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 467 : 1 “ASI NI ROHAM HUPUJI”

Asi ni rohaM hupuji ala Ho manobus au/ Di paias Ho rohangku, gabe soranganMu au/ IngananMu rohanami, TondiMi manggohi i/ Pangke dohot ngolunami gabe ulaulaMi.

2.   AYAT HARIAN – 1 KORINTUS 14 : 2

Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia.

Continue reading

MENGEJAR APA YANG MENDATANGKAN DAMAI SEJAHTERA

RENUNGAN, SELASA 19 JANUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 122 : 8, 9 “IDA HINADENGGAN NI”

Sai usehon ma tusi holong na di rohaMi/ Sai ajari jolma i masihaholongan i.

Sai padomu ma muse na so olo saor dope/ Nang pe rohanami on sai pasada ma tongtong.

2.   AYAT HARIAN – ROMA 14 : 19

Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.

Continue reading

CINTAILAH TUHAN, LAKUKANLAH FIRMAN-NYA SETIAP HARI

KHOTBAH MINGGU III SETELAH EPIPHANIAS

MINGGU, 24 JANUARI 2010

Evangelium: Ulangan 6: 4 – 9

Epistel: Matius 7: 24 – 27

CINTAILAH TUHAN, LAKUKANLAH FIRMAN-NYA SETIAP HARI

“Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun”.

(Ulangan 6 : 7)

1. Iman tidak bisa diturunkan secara biologis. Di satu pihak, orang tua yang kelihatan baik dan mengasihi Tuhan, rajin beribadah dan melayani, bukan jaminan bahwa anak-anak mereka di kemudian hari akan seperti mereka. Di lain pihak, anak-anak dalam keluarga Kristen yang kelihatan baik saat masih kecil belum tentu beriman setelah dewasa.

Di setiap gereja hampir selalu ditemukan pertumbuhan berbentuk segitiga: Semakin ke atas (semakin dewasa), semakin sedikit yang setia ke gereja. Bila anggota jemaat dewasa jumlahnya cukup banyak, kemungkinan besar mereka adalah orang-orang yang menjadi percaya setelah dewasa. Kondisi di atas membuat banyak orang tua bertanya-tanya, “Mengapa Tuhan membiarkan anak-anak kami menjadi orang-orang yang tidak beriman?”

Sebenarnya, pusat keprihatinan kita adalah masalah keselamatan kekal anak cucu kita. Apakah kita yang telah memiliki kepastian ke surga (karena percaya Tuhan Yesus) rela melihat anak cucu kita mengalami hukuman kekal di neraka? Bagaimana membuat anak cucu kita memiliki iman kepada Tuhan Yesus? Ulangan 6:4-9 memberikan nasihat-nasihat penting.

Continue reading

ORANG KUDUS DAN PERCAYA

RENUNGAN, SABTU 30 JANUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 185 : 5 “HOLAN SADA DEBATANTA”

Sai na sintong do hataNa na tinonahonNa i/ Atik pe asi rohaNa ndang paubaonNa i/ Sai oloi ma i sude asa sonang ho muse.

2.   AYAT HARIAN – KOLOSE 1 : 2

Kepada saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus di Kolose. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, menyertai kamu.

Continue reading

PENGAJARAN FIRMAN TUHAN

RENUNGAN, JUMAT 29 JANUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 356 : 1 “NA MALUNGUN DO ROHANGKU”

Na malungun do rohangku tu Ho, o Debatangki/ Ho do na hinaposanku jala haporusanki/ Sasude na ro tu Ho ndang tarurak bahenonMu/ Nasa na manoisi Ho i do na pailaonMu.

2.   AYAT HARIAN – 1 YOHANES 2 : 27

Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu — dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta — dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia.

Continue reading

CARILAH KEBENARAN INJIL DALAM FIRMAN TUHAN

RENUNGAN, KAMIS 28 JANUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 232 : 5  ”JESUS URUPI”

Jesus Tuhanku sai Ho huhaposi, pataridahon tu au holongMi/ Pangidoanku tu Ho sai tangihon, basabasahon tu au ngoluMi/ Asa di Ho au di harajaonMu/ Lao patulushon, pasauthon hataMu.

2.   AYAT HARIAN – GALATIA 1 : 12

Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.

Continue reading

BERIBADAH YANG BENAR KEPADA TUHAN

RENUNGAN, RABU 27 JANUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 23: 2  “JESUS, HAMI RO DISON”

Holom rohanami be nang parbinotoannami/ Molo so ro tondiMi manondangi rohanami/ Ingkon Ho do paturehon dalannami sidegeon

2.   AYAT HARIAN – 2 RAJA-RAJA 17 : 28

Salah seorang imam yang telah mereka angkut dari Samaria ke dalam pembuangan pergi dan diam di Betel. Ia mengajarkan kepada mereka bagaimana seharusnya berbakti kepada TUHAN.

Continue reading

WUJUDKANLAH KEHARUSAN YANG DARI TUHAN

RENUNGAN, SELASA 26 JANUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 254 : 6 DI NA PONJOT ROHANGKU”

Antong sai pargogoi ma au on na bojok i/ Ai ingkon dipatupa tondiM do i sude/ Tung aha ma gogongku lao mangoloi patikMu? Di au soada be.

2.   AYAT HARIAN – MALEAKHI 2 : 6

Pengajaran yang benar ada dalam mulutnya dan kecurangan tidak terdapat pada bibirnya. Dalam damai sejahtera dan kejujuran ia mengikuti Aku dan banyak orang dibuatnya berbalik dari pada kesalahan.

Continue reading

PERHATIKAN, DI CELAH JARI KALI ADA DEBU

RENUNGAN, SENIN 25 JANUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 264 : 3 “ADONG DOPE PARADIANAN”

Ingkon tongtong burju rohangku saleleng na mangolu au/ Ai Ho sambing haholonganku tu Ho ma marhaposan au/ Sai tong jagahon ma rohangku pingkiranki, pambahenanku/ Ai tutu anakMu do au pasobok ma rohangku dohot rohaMu/ Asa sanga sogot sobokkon Ho tarida au.

2.   AYAT HARIAN – AYUB 11 : 4

Katamu: Pengajaranku murni, dan aku bersih di mata-Mu.

Continue reading

TAKUT AKAN TUHAN ADALAH SUMBER KEBAHAGIAAN

KHOTBAH MINGGU SEPTUAGESIMA

MINGGU, 31 JANUARI 2010

Evangelium: Mazmur 128: 1-6

Epistel: Kolose 3:18-4:1

TAKUT AKAN TUHAN ADALAH SUMBER KEBAHAGIAAN

“Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN,

yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!”

(Mazmur 128:1)

1. Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) memberi judul Mazmur 128:1-6 ini dengan “Berkat atas keluarga”. Mendiskusikan, membicarakan dan menelaah kehidupan keluarga saat ini menjadi sesuatu yang hangat. Hangat karena ternyata pokok ini terus menerus menjadi sesuatu yang tiada putus-putusnya untuk dibicarakan, baik di seminar-seminar, di media cetak dan elektronik. Apa sebab? Karena memang kebahagiaan yang dimaksud dalam Mazmur ini masih terus menjadi pergumulan, cita-cita dan harapan semua orang. Semua orang memang benar-benar mengidamkan suatu hubungan keluarga yang harmonis yang didasarkan kepada kasih. Dan memang hal ini harus menjadi perhatian kita semua, karena “kesehatan” keluarga akan menentukan “kesehatan” suatu masyarakat, bangsa dan dunia.

Keluarga adalah sel terkecil dari masyarakat-negara-dunia. Kemajuan dan kemunduran hidup berkeluarga sangat berpengaruh terhadap kemajuan dan kemunduran sebuah masyarakat-negara. Bila keluarga baik maka masyarakat-negara akan baik dan sebaliknya bila keluarga rusak maka masyarakat-negara pun sangat mungkin ikut rusak. Keluarga sangatlah sensitif terhadap gangguan baik yang datang dari dalam maupun yang datang dari luar keluarga itu sendiri.

Kita dapat membaca dan melihat begitu banyak kekerasan yang terjadi di tengah-tengah keluarga oleh karena berbagai faktor. Seakan ‘penyakit kanker’ ganas yang menyebar begitu cepat. Jumlah yang menjadi pelaku dan korban dari kekerasan itu semakin lama cenderung meningkat. Lalu pertanyaannya, apa yang harus kita lakukan agar kehidupan keluarga kembali menjadi sehat? Kita harus mempunyai pegangan, dasar yang kuat agar keluarga kita menjadi keluarga yang berbahagia, keluarga yang diberkati. Marilah kita lihat dalam Mazmur 128: 1-6 ini, apakah sumber kebahagiaan itu?

Continue reading

MENYERAHKAN DIRI DALAM PEMELIHARAAN TUHAN

RENUNGAN, SABTU 6 PEBRUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 140 : 2 “GIRGIR MA HAMU”

Ndang jadi hamu mabiar ale, sai pangke burju gogoM sasude/ Nang hehe sibolis! Mamolgak hamu, sai tatap ma Jesus pargogo tutu.

2.   AYAT HARIAN – MATIUS 10 : 16

Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.

Continue reading

ALLAH MENYERTAI DAN MEMAMPUKAN HAMBANYA

RENUNGAN, JUMAT 5 PEBRUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 515 : 2  ”RINGGAS MA TAPABOA”

GoarNa tapaboa tu liat tano on,/ Ai i do na manggohi tongtong rohanta on/ Taaithon ma  gogoNa i na so dung talu i/ GoarNa tapaboa tu liat tano i.

2.   AYAT HARIAN – KELUARAN 4 : 12

Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan.

Continue reading

JANGAN TAKUT MEMBERITAKAN FIRMAN TUHAN

RENUNGAN, KAMIS 4 PEBRUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 461 : 3  ”SONGGOP TU HAMI”

Lehon hataM, i ma tau podangki, Debatangki na gogo i/ Asa sai talu sude musuMi, Debatangki na gogo i/ Mangkatindangkon tongtong goarMi, asa malua pardosa disi/ Asa dijangkon Tuhanta ma i, Debatangki na gogo i.

2.   AYAT HARIAN – 2 TIMOTIUS 1 : 7 – 8a

Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia.

Continue reading

TUHANLAH JAMINAN HIDUPMU

RENUNGAN, RABU 3 PEBRUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 519 : 2, 4 “TARBEGE DO PANJOU”

Na olo hita paboahon holong do Jesus Tuhan i/ Naung saut malua do dibahen ama nang ina Batak i/ Hita sude, naeng marade nang dilele, da, haposanma di Debata.

Ulahon ma mangkatindangkon Kristus nampuna hita on/ Asa torop dope barani marsomba tu Rajanta on/ Hita sude, naeng marade nang dilele, da, Haposanma di Debata.

2.   AYAT HARIAN – YEREMIA 1 : 7b

Haruslah engkau pergi, dan apa pun yang Kuperintahkan kepadamu, haruslah kausampaikan.

Continue reading

SIAP DAN SABARLAH MENYAKSIKAN & MENGHIDUPI FIRMAN TUHAN

RENUNGAN, SELASA 2 PEBRUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 484 : 2, 4  ”O TUHAN AU MA DONGANMI”

Sai naeng arahononku do sude, na lilu, asa ro/ Tu Ho, o Jesus Tuhanki, asa martua dohot i.

Paboanku holongMi tu sasude na holom i/ Sai lam tiur ma roha nii dibaen asi ni rohaMi.

2.   AYAT HARIAN – 2 TIMOTIUS 4 : 2

Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

Continue reading

HIDUP AKAN BERARTI JIKA MENGHASILKAN BUAH YANG BAIK

RENUNGAN, SENIN 1 PEBRUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 140 : 4 “GIRGIR MA HAMU”

Asi ma rohaM ale Debata, pasaut ma hataM tumpahi nama/ Sude na niula ni naposoMi, sai baen ma martua sude jolma pe.

2.   AYAT HARIAN – YOHANES 15 : 16

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.

Continue reading

INGIN MENJADI BESAR? JADILAH PELAYAN

KHOTBAH MINGGU SEXAGESIMA

MINGGU, 7 PEBRUARI 2010

Evangelium  :           Markus 10 : 35 – 45

E p i s t e l     :           1 Samuel 8 : 1 – 9

INGIN MENJADI BESAR? JADILAH PELAYAN

“Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu”

(Markus 10 : 43b)

1. Berawal dari suatu permintaan: memanfaatkan hubungan dengan Yesus. Ada permintaan dari anak-anak Zebedeus, yaitu Yakobus dan Yohanes kepada Yesus. Mereka mengatakan, “Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!” (ay.35). Yesus tidak menolak untuk mendengar permintaan itu dan menjawab dengan mengatakan “Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?” (ay. 36). Jawab anak-anak Zebedeus, “Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu” (ay. 37). Ternyata permintaan itu adalah agar Yesus memperkenankan mereka duduk dalam kemuliaan. Segera kita akan bertanya, apa dasar kedua murid untuk meminta duduk dalam kemuliaan Yesus. Kedua murid memahami bahwa Yesus adalah Mesias. Dalam pertanyaan itu terkandung makna dan kepercayaan kepada diri Yesus.

Continue reading

KREDIBILITAS SEORANG PEMIMPIN KRISTEN

KHOTBAH MINGGU ESTOMIHI

MINGGU, 14 PEBRUARI 2010

Evangelium: 1 Timotius 3 : 1 – 7

Epistel: Keluaran 18 : 17 – 23

KREDIBILITAS SEORANG PEMIMPIN KRISTEN

1. Saudara-saudara, nas khotbah Minggu Estomihi (Mzm. 31:3b “Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku!”) ini diambil dari 1 Timotius 3 : 1 – 7. Rasul Paulus dalam suratnya ini telah menetapkan beberapa persyaratan untuk menjadi penilik jemaat (episkopos). Penilik Jemaat (episkopos) pada waktu itu adalah tuan rumah dari jemaat yang beribadah di rumahnya, dan karena itu menjadi pengawas/penilik atas pertemuan jemaat di sana (jabatan ini berkembang menjadi penatua seperti yang ada pada gereja masa kini). Kenapa Paulus perlu menetapkan persyaratan untuk menjadi penilik/pengawas? Bukankankah setiap yang telah dipilih Tuhan tidak perlu untuk dipertanyakan ulang? Pertanyaan ini sangatlah penting karena rasul Paulus melihat jabatan penilik/pengawas itu sebagai pekerjaan yang indah (KJV “good work”, Bibel “Ulaon na denggan” ay.1). Kata “pekerjaan yang indah” menunjukkan kualitas dari pekerjaan itu. Sehingga untuk melakukan pekerjaan yang berkualitas dibutuhkan juga seseorang yang mempunyai kualitas untuk melaksanakan tugas tersebut. Kualitas yang dimaksud bukan hanya sekedar kualitas dalam arti banyak tahu tentang sesuatu, tetapi kualitas dalam karakter. Ya, penilik/pengawas yang berkarakter baik, itu yang diinginkan oleh nas ini. Apa sebab harus berkarakter baik? Ada beberapa alasan yang dapat dikemukakan, yaitu:

Continue reading

CEMBURU

RENUNGAN SABTU, 27 FEBRUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 217 : 9 “JAHOWA DO DONGANKU”

Ingkon marlasniroha tongtong au ala nii/ Ai nunga dao na roa di Ho au Jesuski/ Ho mata ni aringku, Ho las ni rohangki/ I pe di Ho dagingku, di Ho nang tondingki.

2.   AYAT HARIAN – YESAYA 9 : 6

Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini.

Continue reading

YESUS MENTRANSFORMASI KEBERADAAN KITA

RENUNGAN JUMAT, 26 FEBRUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 257 : 6 “RAJA NA TUMIMBUL”

Sai ingani ahu joro baen tondingku, bagas habadiaonMu/ Sai bongoti ahu, baen holong rohangku di Ho Tuhan Debatangku/ So pe au manang lao Ho ma sai hutatap jala hupasangap.

2.   AYAT HARIAN – IBRANI 3 : 6

Tetapi Kristus setia sebagai Anak yang mengepalai rumah-Nya; dan rumah-Nya ialah kita, jika kita sampai kepada akhirnya teguh berpegang pada kepercayaan dan pengharapan yang kita megahkan.

Continue reading

DIPENUHI DALAM DIA

RENUNGAN KAMIS, 25 FEBRUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 123 : 1 “ALE DONGAN NA SAROHA”

Ale dongan na saroha manjalahi dame i/ Dompak Jesus tapasada holong ni rohanta i/ Ai Ibana do ulunta hita do ruasNa i/ Tuhan Jesus do gurunta hita siseanNa i.

2.   AYAT HARIAN – KOLOSE 2 : 10

Dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa.

Continue reading

TUHAN ADALAH PENGUASA MUTLAK

RENUNGAN RABU, 24 FEBRUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 256 : 1, 3 “JESUS KRISTUS I DO RAJA”

Jesus Kristus i do Raja pinabangkit ni AmaNa/ Manggomgomi sasude, manggomgomi sasude/ Jala nasa hajolmaon tu ibana do martuhan/ Parhatopotonna be, parhatopotonna be.

Debata do sasadasa holan Jesus do tudosna/ Anak tu Amana i, Anak tu Amana i/ Na so meret habangsana so marujung do ngoluna/ Tongtong gomgomanNa i, tongtong gomgomanNa i.

2.   AYAT HARIAN – MATIUS 28 : 18b

Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.

Continue reading

TERPUJILAH ALLAH

RENUNGAN SELASA, 23 FEBRUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 363 : 1 “HAMU SALUHUT HARAJAON”

Mauliate dok hamuna di Debata na basar i/ Sai puji ma denggan basaNa Na so marpansohotan i/ O Israel girgir endehon ma asi ni rohaNa i/ Na so hea marparujungan saleleng ni lelengna i.

2.   AYAT HARIAN – MAZMUR 68 : 35 – 36

Akuilah kekuasaan Allah; kemegahan-Nya ada di atas Israel, kekuasaan-Nya di dalam awan-awan. Allah adalah dahsyat dari dalam tempat kudus-Nya; Allah Israel, Dia mengaruniakan kekuasaan dan kekuatan kepada umat-Nya. Terpujilah Allah!

Continue reading

YESUS KRISTUS YANG SETIA DAN KEKAL SELAMANYA

RENUNGAN SENIN, 22 FEBRUARI 2010

1.   BERNYANYI BE 337 : 8 “MOLO GIOT HO TU GINJANG”

Nang  di tano nang di surgo Ho pargogo/ Pujionku do tongtong Jesus Ho hangoluanku/ Tu lambungMu alap ma naposoMon.

2.   AYAT HARIAN – IBRANI 13 : 8

Yesus Kristus tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya.

Continue reading

BERSAMA YESUS ADA SUKACITA

KHOTBAH MINGGU OKULI

Minggu, 7 Maret 2010

Evangelium  : Yohanes 2 : 1 – 10

Epistel           : Mazmur 115 : 9 – 15

BERSAMA YESUS ADA SUKACITA

1.    Nas khotbah Minggu ini dalam perikop “Perkawinan di Kana”. Dimana-mana rasepsi perkawinan adalah suatu kegiatan sukacita. Namun, yang satu ini berbeda, ada persoalan dan kesulitan yang terjadi, mereka kekurangan anggur. Melalui persoalan dan kesulitan ini kita menyaksikan pewujudan kemuliaan Tuhan Yesus, suatu mujizat yang menghasilkan iman dalam hati murid-murid-Nya.

Di Palestina pesta kawin merupakan suatu peristiwa penting. Dan pesta perkawinan itu berlangsung lebih dari satu hari (ada penafsir yang mengatakan bahwa pesta perkawinan di Palestina berlangsung selama tujuh hari). Di dalam pesta kawin yang penuh sukacita seperti itulah Yesus hadir. Di pesta sukacita itu, mereka (yang menyelenggarakan pesta adalah keluarga dari pihak mempelai laki-laki [paranak]) kehabisan anggur.

Anggur merupakan hal yang sangat penting di dalam pesta Yahudi. Para rabbi mengatakan: “tanpa anggur tak ada sukacita”. Itu sebabnya, anggur merupakan suatu kewajiban bagi orang Yahudi. Bagi mereka, anggur melambangkan dan membangkitkan sukacita (lih. Am. 9:13; Hos. 14:7). Namun, kita jangan berfikir bahwa anggur yang dihidangkan itu adalah sesuatu yang memabukkan, walaupun memang anggur itu beralkohol. Biasanya anggur yang dihidangkan itu adalah anggur yang diencerkan dengan perbandingan 1:3 sampai 1:10, sehingga kandungan alkoholnya sangatlah rendah. Anggur yang tidak diencerkan dianggap “minuman keras”, dan tidak diminum orang baik-baik.

Continue reading

BUKTI IMAN YANG SEJATI

KHOTBAH MINGGU MISERIKORDIAS DOMINI

Ev.: Lukas 17 : 11 – 19

Ep.: Ratapan 3 : 22 – 26

BUKTI IMAN YANG SEJATI

1. Orang yang benar-benar telah diselamatkan pasti menunjukkan kepekaan akan hal-hal rohani. Salah satunya adalah kepekaan akan anugerah yang sudah terjadi dalam hidupnya. Hidupnya akan penuh ucapan syukur. Kesaksian-kesaksiannya bukan berpusatkan kepada dirinya sendiri dan apa yang sudah terjadi pada dirinya, tetapi kepada Allah dan apa yang Allah sudah lakukan atas dirinya. Itulah yang kita dapatkan dalam Kisah “Kesepuluh orang kusta” dalam nas khotbah Minggu MISERIKORDIAS DOMINI (“bumi penuh dengan kasih setia TUHAN”, Mzm. 33:5b) ini ketika Yesus dalam perjalanan menuju Yerusalem. Pada saat Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea dan memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Orang yang berpenyakit kusta dalam kebiasaan orang Yahudi, dianggap memiliki penyakit yang kotor dan najis. Dengan stigma masyarakat seperti itu, maka sudah dapat diduga, mereka yang berpenyakit kusta dipinggirkan atau lebih jelasnya dikucilkan (diasingkan) dari khayalak ramai. Mereka benar-benar dianggap sebagai orang-orang yang berdosa yang tidak diperkirakan sebagai penduduk. Artinya, bahwa mereka yang berpenyakit kusta mendapat tekanan dari masyarakat bahkan tidak mendapat tempat dalam masyarakat ketika itu. Mereka tidak memiliki keberpihakan apapun atau dari siapa pun. Orang-orang menderita sakit kusta benar-benar diperlakukan diskriminatif. Karena itu seorang penderita kusta dari zaman ke zaman sering mengalami penderitaan yang sangat kompleks, yaitu:

Continue reading

ALLAH MEMBENCI PERCERAIAN

EPISTEL MINGGU, 3 OKTOBER 2010

Maleakhi 2: 13-16

ALLAH MEMBENCI PERCERAIAN

1. Latar Belakang kitab Maleakhi. Nama Maleakhi berarti “utusanku”; nama ini berasal dari kata “Malakhiah” yang artinya “utusan Tuhan”. Dia adalah seorang Yahudi saleh yang tinggal di Yehuda masa pasca pembuangan, rekan se-zaman Nehemia, dan sangat mungkin seorang imam nabi. Kepercayaannya yang kokoh akan perlunya kesetiaan kepada perjanjian (Mal. 2: 4, 5, 8, 10) dan yang melawan ibadah yang munafik dan tak bersungguh-sungguh (Mal. 1:7-2:9), penyembahan berhala (Mal. 2:10-12), perceraian (Mal. 2:13-16), dan mencuri persepuluhan dan persembahan yang menjadi milik Allah (Mal. 3:8-10) semua ini menunjuk kepada seorang yang memiliki integritas teguh dan pengabdian kuat kepada Allah. Continue reading

POS MA ROHAM DITANDA JALA DISARIHON DEBATA DO HO

POS MA ROHAM DITANDA JALA DISARIHON DEBATA DO HO

Mateus 10 : 26 – 33

1.    Dipaborhat Tuhan Jesus do siseanNa na sampula dua i. Borhat mamaritahon Barita Nauli, pamalumhon nasa sahit dohot tihas, pangoluhon angka na mate, pabalihon angka gogo sibolis dohot angka ulaon na asing. Diboto Tuhan Jesus do borat dohot hamaolon ni uloan na ampe tu siseanNa jala dipabotohon Ibana do ragam ni angka hamaolon i, ima hosomanna ma nasida, ditogu tu panguhuman, dilelei, dilinsingi sahat ro di agoan hosa. Alani i, andorang so borhat dope angka siseanNa i, dilehon Tuhan Jesus ma bohal na mansai arga, ima huaso dohot angka ragam ni sipaingot dohot pangajarion. Ingkon sahat do Barita Nauli tu saluhut jolma nang godang angka hamaolon na diadopi. Lapatanna, nunga dibasabasahon Tuhan Jesus gogo dohot huaso tu nasida, asa basabasahonon ni nasida i nang tu saluhut jolma. Ndang holan di diri ni nasida sambing silehonlehon i, alai ingkon dohot do saluhut jolma marparsaulihon manang mandai basabasa ni Debata. Continue reading